Monday, 02 May 2016 11:39

Wawancara Khusus Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan : "Lebih 200 Negara berebut 8 Tiket Estafet Olimpiade"



Keberhasilan tim estafet Putra 4 x 100 M memecahkan rekornas di ajang Singapore Open 2016 mendapat sambutan hangat dari masyarakat pecinta Atletik Nasional. Namun, bagi Ketua umum PB PASI, Bob Hasan, keberhasilan tersebut belum apa-apa. Tim Atletik belum dapat mewakili Indonesia di ajang Olimpiade 2016.

Menurut Bob Hasan, tiket Olimpiade Rio de Janeiro sudah diraih 8 tim estafet yang menduduki posisi 8 besar di ajang kejuaraan dunia estafet Bahamas (IAAF BTC Bahamas World Relays), Mei 2015 lalu. Diantara adalah Amerika Serikat lewat kuartet sprinternya Mike Rodgers, Justin Gatlin, Tyson Gay, dan Ryan Bailey. Lalu, Jamaika yang diperkuat pemegang rekor dunia 100 M Usain Bolt. Mereka rata-rata mencatat waktu di bawah 38 detik.


Untuk menggali lebih dalam mengenai hal itu, Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan, menerima tim Humas PB PASI untuk menjelaskan hal itu di kediamannya, beberapa waktu lalu. Berikut petikannya:

Tim estafet 4 x 100 m putra kembali memecahkan rekornas menjadi 39,28 detik, bagaimana peluang mereka ke Olimpiade Rio?

Mereka memang berhasil memecahkan rekornas estafet yang artinya pembinaan yang selama ini berjalan sudah baik. Tapi, itu belum cukup untuk bisa lolos ke Olimpiade Rio De Janeiro. Tiket untuk bisa berlaga di Olimpiade Rio Agustus 2016 mendatang tidak mudah karena tersisa delapan negara lagi dari 16 tim yang akan berlaga di Olimpiade 2016.

Bukankah waktu yang dibuat yaitu 39,28 detik sudah cukup baik?


Limit olimpiade itu 38,50 detik. Mungkin kalau dilihat, hanya sepersekian detik lagi, tapi itu tidak mudah, apalagi, untuk meraih tiket ke olimpiade yang tinggal delapan negara lagi. Semua negara berlomba-lomba ingin mendapatkan tiket itu. Tidak seperti Bulutangkis yang hanya diikuti kurang dari 50 negara yang aktif, cabang Atletik diikuti oleh lebih dari 200 negara dengan kemampuan yang hampir merata di setiap benua.

Bagaimana perkembangan atlet-atlet lainnya, khususnya persiapan ke Sea Games 2017, Asian Games 2018?


Para atlet terus dibina secara berkesinambungan oleh pelatih-pelatih terbaik kita. Saat ini sebagian kita latih di Rawamangun dan sebagian lagi di Cibinong (Stadion Pakansari) karena Stadion Madya sedang direnovasi untuk persiapan Asian Games. Jika diperlukan kita juga terus mendatangkan pelatih-pelatih asing untuk berbagi ilmu kepelatihan yang bisa jadi lebih maju karena sports science kan terus berkembang. Begitu pula dengan pengiriman atlet-atlet ke luar negeri untuk mengikuti event-event internasional sebagai ajang try out, agar mereka terbiasa dengan suasana kompetisi di luar negeri.

Last modified on Thursday, 08 December 2016 05:28
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…