Friday, 18 November 2016 06:33

Belajar Trik Sport Marketing Featured

Yogjakarta - Kesulitan mendapatkan sponsor dalam setiap kegiatan Atletik ternyata tak hanya dialami Indonesia. Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan ternyata mengalami hal yang sama."Atletik tak sepopuler Kricket atau sepakbola di negeri kami," ujar Madhu Kant, pengurus atletik asal India.

Hal itu dikemukakan Madhu di sela-sela penyelenggaraan Seminar "Sport Marketing" yang diselenggarakan Regional Development Centre (RDC) Jakarta yang merupakan representasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Atletik kalah pamor dengan kriket yang merupakan olahraga khas negara-negara bekas jajahan Inggris, dan Sepakbola.

Pelatihan Sport Marketing sendiri berlangsung selama 4 hari yaitu 15-18 November 2016 di wisma MM UGM Yogjakarta dan dihadiri peserta dari Nepal, Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Pakistan, Kamboja hingga Timor Leste. Indonesia sebagai tuan rumah diwakili 2 peserta yaitu dari PB PASI dan pengprov PASI DKI Jakarta. Kendala mendapatkan sponsor tersebut seringkali membawa konsekuensi berupa sulitnya mendapatkan dana untuk melakukan pembinaan dan kegiatan lomba atletik lainnya.

Sebagai pemberi materi RDC mendatangkan Dr Christoph Bertling, seorang pakar sport marketing asal Jerman. Ketua RDC Jakarta Dr Ria Lumintuarso berharap agar kegiatan seminar tersebut dapat bermanfaat bagi para peserta dan dapat diterapkan di dalam aktifitas para pengurus atletik di negara masing-masing. "Semoga (pelatihan) ini bisa bermanfaat dan dapat diterapkan di negara masing-masing," ujar Ria.

Seusai pelatihan, delegasi dari berbagai negara tersebut, diajak berwisata ke candi prambanan dan candi borobudur.

Last modified on Monday, 26 December 2016 03:25
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…