Saturday, 18 February 2017 12:40

Pelatih Terbaik Dunia Melatih Atlet Indonesia Featured

 

Pelatih nomor satu Dunia Harry Marra memberi Petunjuk latihan di Kolam Renang kepada Atlet dan Pelatih PB PASI

 

Bagi Harry Marra, waktu adalah emas. Setiap detik baginya, sangat berharga. Begitu pula saat ia harus melatih atlet-atlet atletik Indonesia. Sejak memulai latihan di pagi hari, pria yang bernama lengkap Harry William Marra jr. ini tak menyisakan sepenggal waktupun untuk istirahat hingga waktu makan siang tiba. Jadwal pelatihan yang ketat bagi para atlet dan pelatih pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) membuat beberapa atlet mengeluh kelelahan. “Capek banget Pak,” ujar Maria Londa, kepada Gatra.

Tapi, atlet peraih medali emas Asian Games 2014 ini tetap merasa senang. Ia mendapat banyak ilmu berharga dari Harry untuk meningkatkan kemampuannya. Harry memberikan banyak metode-metode latihan praktis yang belum pernah dilakukan Maria dan para atlet lainnya.

Sejak datang pada senin dini hari, Harry langsung menggelar Coaching Clinic pada siang harinya. Semua atlet dikumpulkan untuk menyaksikan dan menganalisa video rekaman atlet Amerika Serikat Ashton Eaton saat meraiih medali emas dasa lomba Olimpiade Brasil 2016. Ashton merupakan anak didik Harry Marra.

Bersama atlet Kanada Brianne Theisen yang merupakan istri Ashton Eaton, keduanya digembleng Harry Marra di Amerika Serikat. Brianne juga peraih perunggu Olimpiade Brasil 2016 di nomor Saptalomba. Ashton tercatat sebagai pemegang rekor dunia nomor saptalomba indoor (6.645 poin) dan dasalomba (9.045 poin).

Harry diundang PB PASI untuk memberikan pelatihan bagi lebih dari 55 atlet dan pelatih nasional di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Tak hanya atlet-atlet pelatnas PB PASI, beberapa pelatih dan atlet dari Jawa Timur dan Jawa Tengah juga diikutkan. “PB PASI menunjuk sejumlah atlet dan pelatih nasional untuk dilatih Harry. Mereka yang terpilih adalah para pelatih dan atlet yang diproyeksikan untuk berlaga di Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020.

Di antara nama-nama atlet yang ikut pelatihan adalah peraih medali emas Lompat Jauh putri Asian Games 2014 Maria Londa dan juara PON sekaligus pemegang rekor nasional lari gawang 100 m putri, Emilia Nova. "Jika menurut Harry, mereka (para atlet nasional) berpotensi, PB PASI berencana mengirim mereka untuk berlatih di Westmont College, di Santa Barbara, Amerika Serikat di bawah bimbingan Harry," tutur Tigor Tanjung.

Kehadiran Harry Marra di Indonesia, menurut Tigor Tanjung, merupakan oleh-oleh Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan saat menghadiri Kongres Luar Biasa Federasi Atletik Dunia (IAAF) di Monaco, awal Desember 2016 lalu. Pria yang akrab disapa Bob Hasan ini bertemu dengan Harry di sela-sela kongres IAAF dan menawarkan untuk melatih para pelatih dan atlet Indonesia. Harry yang saat itu dianugerahi pelatih terbaik Dunia oleh IAAF saat itu menyatakan akan mempertimbangkan tawaran Bob Hasan.

Pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Sekretaris Umum PB PASI Tigor Tanjung. Lewat surat elektronik, Harry Marra menyatakan bersedia untuk melatih bagi para pelatih Indonesia. Harry awalnya tak ingin datang ke Indonesia. Dia berharap PB PASI mengirim atlet dan pelatihnya ke Amerika Serikat. Namun, lewat negosiasi yang panjang, akhirnya Harry bersedia datang ke Indonesia. Kebetulan, di saat yang sama, kedua anak didiknya: Ashton Eaton dan Brianne Eaton, menyatakan pensiun awal Januari 2017 lalu.

Dalam pelatihannya, Harry Marra mengingatkan perlunya pendekatan keilmuan olahraga dalam kegiatan kepelatihan. Untuk mencetak atlet-atlet berprestasi pada kejuaraan internasional, iya meyakini bahwa biaya untuk para atlet tidak selalu mahal dan memerlukan fasilitas khusus. "Keilmuan olahraga itu harus dapat diterapkan dan praktis. Saya selalu berpedoman dengan tiga hukum Newton yaitu aksi-reaksi, akselerasi, dan kelembaban," kata Harry,

Pria 69 tahun ini juga meminta para pelatih tidak boleh menerapkan semua metode keilmuan olahraga secara langsung dalam setiap praktik pelatihan mereka kepada atlet. Pendekatan keilmuan itu harus mudah dipahami oleh atlet. "Pelatih perlu memahami ilmu olahraga dan mengadaptasikan ilmu itu di lapangan. Jika ada pendekatan ilmiah olahraga yang meminta Anda untuk menerapkan metode itu secara serta-merta maka itu salah," ujarnya.

Harry juga mengombinasikan metode pelatihan atletik dengan gerakan-gerakan dalam cabang olahraga lain seperti renang, tenis, ataupun taekwondo. "Kami rutin berlatih lari di kolam renang. Jika atlet-atlet selalu berlatih lari di lintasan, mereka akan mudah lelah dan cepat cedera. Lari dalam kolam renang, adalah metde recovery yang paling bagus,” ujar Harry.

Ia juga mengatakan gerakan tendangan memutar dalam taekwondo bermanfaat bagi atlet-atlet nomor lempar lembing karena mereka mempraktikan gerakan yang sama," katanya. Harry menambahkan para pelatih juga tidak akan mencetak atlet-atlet berprestasi dalam waktu yang singkat. "Para pelatih harus terus belajar dengan memperhatikan, mendengarkan, membuat catatan, serta mendiskusikan metode latihannya," ujarnya.

Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan mengemukakan kehadiran Harry Marra di Indonesia merupakan langkah organisasi induk olahraga atletik itu untuk mencapai prestasi dalam Olimpiade Tokyo 2020. "Kami tidak lagi mengambil bibit-bibit atlet atletik dari hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) karena kami memilih atlet berdasarkan potensi dan fisik yang tinggi. Kami ingin mencetak atlet kualitas internasional dengan catatan waktu di bawah 10 detik untuk lari cepat," kata pria yang akrab disapa Bob Hasan itu.

Indonesia, lanjut Bob, akan menerapkan metode pelatihan Harry Marra terutama untuk atlet-atlet nomor saptalomba dan dasalomba. "Kami ingin setiap atlet muda PASI turun pada nomor saptalomba dan dasalomba terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan memilih nomor perlombaan sesuai kemampuan mereka," kata Bob.

Last modified on Friday, 17 February 2017 01:52
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…