Friday, 21 April 2017 05:05

Kejurnas U-18 dan U-20 ajang pemecahan rekornas Featured

 

Kejurnas 2015

 

Kejuaraan nasional Atletik (Kejurnas) kembali digelar  Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Bertempat di Stadion Atletik Rawamangun. Kejurnas bertajuk, Kejurnas U-18 (under 18 years old) dan U-20 (under 20 years old) ini, merupakan event tahunan yang diperuntukan bagi atlet-atlet remaja dan yunior dari seluruh Indonesia.

Penamaan  kejurnas kali ini, memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena mengikuti standar yang dilakukan Federasi Atletik internasional (IAAF). “IAAF sudah menggunakan kategori usia pada setiap nama kejuaraannya, dan menjadi acuan setiap negara anggota,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.  

Pada kejurnas kali ini, 754 atlet baik putra maupun putri telah menyatakan diri untuk ikut serta. Mereka datang dari 31 provinsi. Hanya tiga provinsi yang tidak bisa hadir yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi barat dan Nusa Tenggara Timur. “Selain karena alasan ketiadaan atlet, mereka (daerah yang tidak ikut) juga beralasan atletnya belum siap karena baru mengikuti ujian nasional,” ujar Dwi Prijono, ketua Panpel Kejurnas.

Even ini sendiri menurut Dwi, akan berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 21 April hingga 24 April 2017.  Kejurnas akan berlangsung seru karena, dari 77 nomor yang diperlombakan baik putra maupun putri,  kemungkinan besar akan banyak terjadi pemecahan rekor nasional. Hal itu mengacu pada laporan hasil latihan para atlet, khususnya para atlet muda yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI.

Selain akan turunya para atlet pelatnas untuk membela daerah masing-masing, dalam kejurnas kali ini, juga akan hadir para atlet muda yang baru saja dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia U-18 yaitu atlet Jawa Timur yang juga pemegang rekornas 400 meter Ifan Anugerah dan atlet lari gawang asal Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar. Keduanya, dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia yang akan berlangsung di Nairobi, Kenya, Juli 2017 mendatang. 

Selain keduanya, yang dinyatakan lolos ke kejuaraan dunia setelah meraih medali emas di ajang kejuaraan remaja Asia tenggara di Filipina, akhir maret lalu, ada pula atlet putri DKI Jakarta Jeanny Nuarini Agreta, yang lolos  ke kejuaran dunia karena memiliki waktu lari 100 m remaja, melampaui batas minimal. “Jadi, event ini bakal menjadi ajang ujicoba bagi ketiga atlet, dan kesempatan atlet-atlet muda daerah mengetes hasil latihannya selama ini dengan menantang para atlet pelatnas,” tambah Dwi.

Dalam kejurnas kali ini, diperebutkan 77 medali emas dari 77 nomor yang diperlombakan, baik putra maupun putri. PB PASI juga akan memberikan bonus kepada para atlet pemecah rekornas periode akhir 2016 hingga jelang kejurnas.  . Penyerahan bonus akan dilakukan langsung oleh ketua umum PB PASI Mohamad Bob Hasan. 

Last modified on Thursday, 20 April 2017 15:12
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…