Monday, 01 May 2017 17:36

Tim Estafet Borong Medali Emas Asian GP 2017

 

Tim Estafet dengan new national record (dok PB PASI) 

 

Keberhasilan tim Indonesia di pentas Asian Grandprix 2017 (AGP 2017) menambah kepercayaan diri PB PASI menatap ajang SEA Games 2017. Sepanjang 3 seri AGP 2017 yang berlangsung di China dan Taiwan itu, tim Indonesia yang terdiri dari 5 atlet, berhasil mendulang  3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Dalam kejuaraan yang berlangsung dari 23 April hingga 30 April  tersebut, tim Indonesia hanya turun di  tiga nomor perlombaan yaitu estafet 4x 100 M putra, Sprint 100 M putra dan tolak peluru putri. Perolehan 3 medali emas diraih tim estafet yang terdiri dari Fadlin Ahmad, Iswandi Abdullah, Eko Rimbawan, dan Yaspi Boby.

Tim besutan pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo ini menciptakan hattrick dengan memborong ketiga medali emas dari seluruh seri yang berlangsung di China dan  Taiwan tersebut. Sementara 1 medali perak dan dua perunggu masing-masing diraih Yaspi Boby dari nomor 100 m putra  dan Eki Febri dari nomor tolak peluru putri.  

 

Tak hanya medali, tim Indonesia juga sukses memboyong dua rekor nasional (rekornas) baru.Tim estafet, mampu memecahkan rekornas estafet 4x100M dari semula 39,28 detik  yang dibuat saat di kejuaraan Singapore open 2016 menjadi 39,13 detik. “Semula kami kurang yakin dengan formasi baru tim estafet putra setelah kecelakaan yang menimpa Rozikin(atlet pelatnas PB PASI). Tapi, hasil dalam Asian Grand Prix 2017 ini menjadi bekal bagi mereka ke SEA Games di Malaysia," kata pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo.

 

PB PASI pada awalnya memang menyiapkan tim estafet SEA Games yang bermaterikan Iswandi, Fadlin, Yaspi Boby dan Rozikin. Namun, beberapa hari jelang keberangkatan mengikuti try out perdana di AGP 2017, Rozikin mengalami kecelakaan motor di sekitar stadion Pakansari, Cibinong, tempat pelatnas selama ini berlangsung. Ia mengalami patah tulang bahu sehingga butuh operasi dan pemulihan setidaknya enam bulan.  

 

Formasi berubah dengan masuknya Eko Rimbawan yang memang selama ini disiapkan PB PASI menjadi cadangan tim utama. Selain Eko Rimbawan, PB PASI juga menyiapkan sprinter asal Bali  I Dewa Made Mudiyasa yang kini menghuni pelatnas PB PASI.  Hasilnya, tiga medali emas dan dua pemecahan Rekornas. 

 

Menurut Eni Sumartoyo, hasil yang ada merupakan buah dari latihan dan semangat serta tekad atlet dalam menjalankan program sesuai periodisasi yang telah ditentukan pelatih. Ia juga tak menampik bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pengaruh hasil latihan yang diberikan pelatih Amerika Serikat Harry Marra yang belum lama ini datang ke Indonesia. “Mudah-mudahan untuk periodisasi selanjutnya akan lebih baik lagi,” tambah Eni Sumartoyo.

 

Selain estafet, sukses pemecahan rekornas juga dibuat petolak peluru putri asal Jawa Barat Eki Febri Ekawati. Ia berhasil memperbaiki rekornas yang dibuatnya sendiri di ajang PON 2016 lalu yaitu 14,98 meter menjadi 15,54 meter.  “Puji Tuhan,  kita bisa memandang optimis bahwa kita berpeluang  menyumbang medali cukup besar di ajang  SEA Games Kuala Lumpur nanti,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menanggapi hasil yang diperoleh dari AGP 2017.

Last modified on Monday, 08 May 2017 11:38
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…