Ketua Pengprov PASI Jatim Yongki S membuka acara pelatihan di Surabaya, Jawa Timur (dok Pengprov PASI Jatim)

 

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Jawa Timur (Pengprov Pasi Jatim) menggelar coaching clinic rabu (24/5) lalu. Pelatihan yang dibuka ketua umum pengprov PASI Jatim Yongki Sumarhadi ini, membahas secara khusus pola pelatihan yang diberikan pelatih terbaik dunia Harry Marra. Sebagaimana diketahui, PB PASI sempat mendatangkan pelatih Amerika Serikat  Harry Marra untuk memberikan pelatihan kepada sejumlah pelatih pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI dan atlet-atlet pelatnas, Januari 2017 lalu. Hasilnya, bisa terlihat dari peningkatan prestasi para atlet pelatnas yang ikut serta dalam pelatihan. Selain terjadi beberapa pemecahan rekornas, lima atlet yunior, termasuk yang ikut dalam pelatihan, berhasil lolos ke kejuaraan dunia.

Untuk itu, pola pelatihan Harry Marra yang merupakan pelatih juara olimpiade dasa lomba Ashton Eaton. Harry memberikan  teknik-teknik latihan dengan berbagai pola baru termasuk menggunakan medicine ball  yang merupakan pola  pemanasan sederhana tapi tetap mencakup keseluruhan gerak badan atlet. Ilmu dari Harry Marra yang direkam tim PB PASI ini dipelrihatkan kepada para pelatih di Jawa Timur, untuk bisa diterapkan dalam membina atlet-atlet masing-masing. Pola Pelatihan ini sendiri rencananya akan diberikan ke daerah-daerah lain.

Penyerahan medali juara 400 m gawang kejuaraan Asia U-18 di bangkok, Thailand, oleh Sekjen PB PASI Tigor Tanjung (Dok PB PASI)

 

Atlet atletik remaja asal Jawa Barat, Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak, menciptakan prestasi spektakuler.  Moan-demikian ia biasa disapa, tak hanya mampu memecahkan rekornas, Ia juga mampu memecahkan rekor remaja Asia. 

Hal itu dilakukan Moan di ajang kejuaraan remaja Asia yang berlangsung di Bangkok, Thailand, selasa (23/5). Selain memperbaiki catatan rekornas nomor 110 M yang dipegangnya dari 13,78 detik menjadi 13,73 detik,  Moan yang meraih medali emas juga memecahkan rekor remaja Asia nomor 400 M gawang dengan catatan waktu 51,96 detik atau 0,49 detik lebih cepat dari rekor lama yang dipegang atlet Thailand, Witthawat Thumcha dengan 52,45 detik. “Puji Tuhan, cukup senang meski belum cukup puas karena belum tembus di bawah 50 detik,” ujar Halomoan.

Catatan waktu terbaik Moan sendiri di nomor 400 M gawang yaitu  51,85 detik. Anak bogor kelahiran 20 Desember 2000 ini pun makin pasti bakal menginjakan kaki di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-18 di Nairobi, Kenya, 12-16 Juli 2017. "Pada Kejuaraan Dunia nanti saya ingin menjadi juara, atau minimal bisa mencapai final,” kata Halomoan.

Selain Halomoan, rekor kejuaraan Asia lainnya yang berhasil dipecahkan atlet remaja Indonesia yaitu nomor 400 meter putra. Adalah atlet Jawa Timur Ifan Anugerah Setiawan, yang berhasil memecahkan rekor kejuaraan Asia dengan waktu 47,47 detik atau lebih baik dari rekor sebelumnya dipegang atlet asal Cina Wi Yu Ang 47,55 detik.

Ifan dan Moan sama sama menyumbang medali emas bagi tim merah putih. Perolehan emas yang amat berarti ini dan 3 medali perunggu, membawa tim Indonesia berada di posisi kelima di Asia, di bawah Cina, Taiwan, India dan Korea Selatan. Ifan dan Moan  juga tercatat sebagai dua dari lima atlet remaja Indonesia yang sudah dinyatakan lolos ke Kejuaraan dunia remaja. Tiga nama lainnya yaitu  pelompat galah putra Idan Fauzan, sprinter Lalu Muhammad Zuhri, dan sprinter putri Jeany Nuraini Agreta. Kelimanya telah melampaui limit yang ditetapkan IAAF.

 Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menjelaskan bahwa hasil yang diraih para atlet remaja sudah sesuai dengan harapan yang ditargetkan PB PASI. “Ini (keberhasilan)  memang hasil dari Program pembinaan berjenjang yang diterapkan PB PASI,” ujar Tigor Tanjung.

 Hasil ini, menurut Tigor Tanjung, memberi kepercayaan tinggi bagi PB PASI untuk menatap Olimpiade Tokyo 2020 yang merupakan target utama kepengurusan PB PASI. “Sebagian diantaranya kita proyeksikan untuk Olimpiade, dan ada juga yang untuk Asian Games 2018 mendatang,” ujar Tigor Tanjung.

 

 

Daftar Atlet yang Lolos Ke kejuaraan Dunia U-18

 

  1. Halomoan Binsar Simanjuntak 110 M gawang dan 400 m gawang
  2. Ifan Anugerah Setiawan 400 m
  3. Idan Fauzan lompat galah
  4. Lalu Muhamad Zuhri 200 m
  5. Jeany Nuraini Agreta 100 m

 

Tim Estafet dengan new national record (dok PB PASI) 

 

Keberhasilan tim Indonesia di pentas Asian Grandprix 2017 (AGP 2017) menambah kepercayaan diri PB PASI menatap ajang SEA Games 2017. Sepanjang 3 seri AGP 2017 yang berlangsung di China dan Taiwan itu, tim Indonesia yang terdiri dari 5 atlet, berhasil mendulang  3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Dalam kejuaraan yang berlangsung dari 23 April hingga 30 April  tersebut, tim Indonesia hanya turun di  tiga nomor perlombaan yaitu estafet 4x 100 M putra, Sprint 100 M putra dan tolak peluru putri. Perolehan 3 medali emas diraih tim estafet yang terdiri dari Fadlin Ahmad, Iswandi Abdullah, Eko Rimbawan, dan Yaspi Boby.

Tim besutan pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo ini menciptakan hattrick dengan memborong ketiga medali emas dari seluruh seri yang berlangsung di China dan  Taiwan tersebut. Sementara 1 medali perak dan dua perunggu masing-masing diraih Yaspi Boby dari nomor 100 m putra  dan Eki Febri dari nomor tolak peluru putri.  

 

Tak hanya medali, tim Indonesia juga sukses memboyong dua rekor nasional (rekornas) baru.Tim estafet, mampu memecahkan rekornas estafet 4x100M dari semula 39,28 detik  yang dibuat saat di kejuaraan Singapore open 2016 menjadi 39,13 detik. “Semula kami kurang yakin dengan formasi baru tim estafet putra setelah kecelakaan yang menimpa Rozikin(atlet pelatnas PB PASI). Tapi, hasil dalam Asian Grand Prix 2017 ini menjadi bekal bagi mereka ke SEA Games di Malaysia," kata pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo.

 

PB PASI pada awalnya memang menyiapkan tim estafet SEA Games yang bermaterikan Iswandi, Fadlin, Yaspi Boby dan Rozikin. Namun, beberapa hari jelang keberangkatan mengikuti try out perdana di AGP 2017, Rozikin mengalami kecelakaan motor di sekitar stadion Pakansari, Cibinong, tempat pelatnas selama ini berlangsung. Ia mengalami patah tulang bahu sehingga butuh operasi dan pemulihan setidaknya enam bulan.  

 

Formasi berubah dengan masuknya Eko Rimbawan yang memang selama ini disiapkan PB PASI menjadi cadangan tim utama. Selain Eko Rimbawan, PB PASI juga menyiapkan sprinter asal Bali  I Dewa Made Mudiyasa yang kini menghuni pelatnas PB PASI.  Hasilnya, tiga medali emas dan dua pemecahan Rekornas. 

 

Menurut Eni Sumartoyo, hasil yang ada merupakan buah dari latihan dan semangat serta tekad atlet dalam menjalankan program sesuai periodisasi yang telah ditentukan pelatih. Ia juga tak menampik bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pengaruh hasil latihan yang diberikan pelatih Amerika Serikat Harry Marra yang belum lama ini datang ke Indonesia. “Mudah-mudahan untuk periodisasi selanjutnya akan lebih baik lagi,” tambah Eni Sumartoyo.

 

Selain estafet, sukses pemecahan rekornas juga dibuat petolak peluru putri asal Jawa Barat Eki Febri Ekawati. Ia berhasil memperbaiki rekornas yang dibuatnya sendiri di ajang PON 2016 lalu yaitu 14,98 meter menjadi 15,54 meter.  “Puji Tuhan,  kita bisa memandang optimis bahwa kita berpeluang  menyumbang medali cukup besar di ajang  SEA Games Kuala Lumpur nanti,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menanggapi hasil yang diperoleh dari AGP 2017.

Tim estafet Jawa Timur saat menjadi juara estafet 4 x 400M (dok PB PASI) 

 

Tim Jawa Timur akhirnya kembali menguasai podium Juara Umum kejurnas U-18 dan U-20 yang berlangsung di stadion Atletik, Rawamangun Jakarta Timur. Tim yang sebagian diisi atlet-atlet binaan pelatnas PB PASI ini berhasil meraih 15 medali emas, 13 perak dan 9 perunggu. Sementara juara tahun lalu, tim Jawa Tengah hanya menempati posisi ketiga dengan perolehan  10 medali emas, 14 perak dan 14 perunggu,  di bawah tim tuan rumah DKI Jakarta yang menempati urutan kedua dengan perolehan medali 11 emas, 10 perak dan 8 perunggu.   

 

Namun yang membanggakan, dalam kejurnas kali ini terjadi pemecahan rekor nasional oleh atlet-atlet yunior dan remaja. Setidaknya ada 10 rekor nasional baru yang berhasil dipecahkan sepanjang 4 hari penyelenggaraan.

 

Diantaranya atlet yang sangat bersinar di ajang kejurnas ini yaitu atlet asal Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar. Atlet remaja asal Bogor, Jawa Barat ini memecahkan dua rekornas sekaligus yaitu di nomor  110 meter gawang dan 400 m gawang putra.  

 

Selain Halomoan, pemecahan rekornas juga terjadi di nomor lontar martil putra oleh atlet pelatnas lainnya  Deny  Putra Yohanes. Atlet asal Riau ini memecahkan rekor atas namanya sendiri dengan mencatat lemparan sejauh 56,83 m dari sebelumnya 55.20m  (Lihat daftar Pemecahan Rekornas) .

 

Peringkat 10 Besar Kejurnas U-18 dan U-20

No        Daerah               emas perak perunggu Total

  1. Jawa Timur 15;      13;       9;         37
  2. DKI Jakarta 11;      10;       8;         29
  3. Jawa Tengah 10;      14;      14;       38
  4. Jawa Barat    9;      12;       9;         30
  5. Sumatera Barat 8;      5;         7;         20
  6. Riau    3;      5;        2;         10
  7. BaBel    3;      2;        4;        9
  8. Maluku    3;      1;         3;         7
  9. Sulsel    3;      1;         2;         6
  10. Banten   2;      2;         2;         6

Daftar pemecahan rekornas pada Kejurnas U-18 dan U-20

1

Deny  Putra Yohanes

Yunior

Riau

Lontar Martil

56.83m

2

Teuku Tegar Abadi

Yunior

Jawa Timur

Lompat Tinggi Galah

4.95m

3

Tria Suryati Ningsih

Yunior

D.I. Yogyakarta

3000m St. Chase

11:31.81

4

Fauma defril Jumra

Yunior

Sumbar

Dasa Lomba

5948

5

Nabeela Ariantika

Remaja

Lampung

Sapta Lomba

4051

6

Safrina Ayu Melina

Remaja

Jawa Timur

100m Gawang

14.34

7

Halomoan Edwin Binsar

Remaja

Jawa Barat

110 Gawang

13.78

8

Nani Dwi P

Remaja

Jawa Tengah

2000m St. Chase

7:24.89

9

Halomoan Edwin Binsar

Remaja

Jawa Barat

400m Gawang

51.85

10

Risqian Michael

Remaja

DKI Jakarta

Lempar Cakram

49.95


 

 

Kejurnas 2015

 

Kejuaraan nasional Atletik (Kejurnas) kembali digelar  Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Bertempat di Stadion Atletik Rawamangun. Kejurnas bertajuk, Kejurnas U-18 (under 18 years old) dan U-20 (under 20 years old) ini, merupakan event tahunan yang diperuntukan bagi atlet-atlet remaja dan yunior dari seluruh Indonesia.

Penamaan  kejurnas kali ini, memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena mengikuti standar yang dilakukan Federasi Atletik internasional (IAAF). “IAAF sudah menggunakan kategori usia pada setiap nama kejuaraannya, dan menjadi acuan setiap negara anggota,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.  

Pada kejurnas kali ini, 754 atlet baik putra maupun putri telah menyatakan diri untuk ikut serta. Mereka datang dari 31 provinsi. Hanya tiga provinsi yang tidak bisa hadir yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi barat dan Nusa Tenggara Timur. “Selain karena alasan ketiadaan atlet, mereka (daerah yang tidak ikut) juga beralasan atletnya belum siap karena baru mengikuti ujian nasional,” ujar Dwi Prijono, ketua Panpel Kejurnas.

Even ini sendiri menurut Dwi, akan berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 21 April hingga 24 April 2017.  Kejurnas akan berlangsung seru karena, dari 77 nomor yang diperlombakan baik putra maupun putri,  kemungkinan besar akan banyak terjadi pemecahan rekor nasional. Hal itu mengacu pada laporan hasil latihan para atlet, khususnya para atlet muda yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI.

Selain akan turunya para atlet pelatnas untuk membela daerah masing-masing, dalam kejurnas kali ini, juga akan hadir para atlet muda yang baru saja dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia U-18 yaitu atlet Jawa Timur yang juga pemegang rekornas 400 meter Ifan Anugerah dan atlet lari gawang asal Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar. Keduanya, dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia yang akan berlangsung di Nairobi, Kenya, Juli 2017 mendatang. 

Selain keduanya, yang dinyatakan lolos ke kejuaraan dunia setelah meraih medali emas di ajang kejuaraan remaja Asia tenggara di Filipina, akhir maret lalu, ada pula atlet putri DKI Jakarta Jeanny Nuarini Agreta, yang lolos  ke kejuaran dunia karena memiliki waktu lari 100 m remaja, melampaui batas minimal. “Jadi, event ini bakal menjadi ajang ujicoba bagi ketiga atlet, dan kesempatan atlet-atlet muda daerah mengetes hasil latihannya selama ini dengan menantang para atlet pelatnas,” tambah Dwi.

Dalam kejurnas kali ini, diperebutkan 77 medali emas dari 77 nomor yang diperlombakan, baik putra maupun putri. PB PASI juga akan memberikan bonus kepada para atlet pemecah rekornas periode akhir 2016 hingga jelang kejurnas.  . Penyerahan bonus akan dilakukan langsung oleh ketua umum PB PASI Mohamad Bob Hasan. 

 

Pelatih nomor satu Dunia Harry Marra memberi Petunjuk latihan di Kolam Renang kepada Atlet dan Pelatih PB PASI

 

Bagi Harry Marra, waktu adalah emas. Setiap detik baginya, sangat berharga. Begitu pula saat ia harus melatih atlet-atlet atletik Indonesia. Sejak memulai latihan di pagi hari, pria yang bernama lengkap Harry William Marra jr. ini tak menyisakan sepenggal waktupun untuk istirahat hingga waktu makan siang tiba. Jadwal pelatihan yang ketat bagi para atlet dan pelatih pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) membuat beberapa atlet mengeluh kelelahan. “Capek banget Pak,” ujar Maria Londa, kepada Gatra.

Tapi, atlet peraih medali emas Asian Games 2014 ini tetap merasa senang. Ia mendapat banyak ilmu berharga dari Harry untuk meningkatkan kemampuannya. Harry memberikan banyak metode-metode latihan praktis yang belum pernah dilakukan Maria dan para atlet lainnya.

Sejak datang pada senin dini hari, Harry langsung menggelar Coaching Clinic pada siang harinya. Semua atlet dikumpulkan untuk menyaksikan dan menganalisa video rekaman atlet Amerika Serikat Ashton Eaton saat meraiih medali emas dasa lomba Olimpiade Brasil 2016. Ashton merupakan anak didik Harry Marra.

Bersama atlet Kanada Brianne Theisen yang merupakan istri Ashton Eaton, keduanya digembleng Harry Marra di Amerika Serikat. Brianne juga peraih perunggu Olimpiade Brasil 2016 di nomor Saptalomba. Ashton tercatat sebagai pemegang rekor dunia nomor saptalomba indoor (6.645 poin) dan dasalomba (9.045 poin).

Harry diundang PB PASI untuk memberikan pelatihan bagi lebih dari 55 atlet dan pelatih nasional di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Tak hanya atlet-atlet pelatnas PB PASI, beberapa pelatih dan atlet dari Jawa Timur dan Jawa Tengah juga diikutkan. “PB PASI menunjuk sejumlah atlet dan pelatih nasional untuk dilatih Harry. Mereka yang terpilih adalah para pelatih dan atlet yang diproyeksikan untuk berlaga di Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020.

Di antara nama-nama atlet yang ikut pelatihan adalah peraih medali emas Lompat Jauh putri Asian Games 2014 Maria Londa dan juara PON sekaligus pemegang rekor nasional lari gawang 100 m putri, Emilia Nova. "Jika menurut Harry, mereka (para atlet nasional) berpotensi, PB PASI berencana mengirim mereka untuk berlatih di Westmont College, di Santa Barbara, Amerika Serikat di bawah bimbingan Harry," tutur Tigor Tanjung.

Kehadiran Harry Marra di Indonesia, menurut Tigor Tanjung, merupakan oleh-oleh Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan saat menghadiri Kongres Luar Biasa Federasi Atletik Dunia (IAAF) di Monaco, awal Desember 2016 lalu. Pria yang akrab disapa Bob Hasan ini bertemu dengan Harry di sela-sela kongres IAAF dan menawarkan untuk melatih para pelatih dan atlet Indonesia. Harry yang saat itu dianugerahi pelatih terbaik Dunia oleh IAAF saat itu menyatakan akan mempertimbangkan tawaran Bob Hasan.

Pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Sekretaris Umum PB PASI Tigor Tanjung. Lewat surat elektronik, Harry Marra menyatakan bersedia untuk melatih bagi para pelatih Indonesia. Harry awalnya tak ingin datang ke Indonesia. Dia berharap PB PASI mengirim atlet dan pelatihnya ke Amerika Serikat. Namun, lewat negosiasi yang panjang, akhirnya Harry bersedia datang ke Indonesia. Kebetulan, di saat yang sama, kedua anak didiknya: Ashton Eaton dan Brianne Eaton, menyatakan pensiun awal Januari 2017 lalu.

Dalam pelatihannya, Harry Marra mengingatkan perlunya pendekatan keilmuan olahraga dalam kegiatan kepelatihan. Untuk mencetak atlet-atlet berprestasi pada kejuaraan internasional, iya meyakini bahwa biaya untuk para atlet tidak selalu mahal dan memerlukan fasilitas khusus. "Keilmuan olahraga itu harus dapat diterapkan dan praktis. Saya selalu berpedoman dengan tiga hukum Newton yaitu aksi-reaksi, akselerasi, dan kelembaban," kata Harry,

Pria 69 tahun ini juga meminta para pelatih tidak boleh menerapkan semua metode keilmuan olahraga secara langsung dalam setiap praktik pelatihan mereka kepada atlet. Pendekatan keilmuan itu harus mudah dipahami oleh atlet. "Pelatih perlu memahami ilmu olahraga dan mengadaptasikan ilmu itu di lapangan. Jika ada pendekatan ilmiah olahraga yang meminta Anda untuk menerapkan metode itu secara serta-merta maka itu salah," ujarnya.

Harry juga mengombinasikan metode pelatihan atletik dengan gerakan-gerakan dalam cabang olahraga lain seperti renang, tenis, ataupun taekwondo. "Kami rutin berlatih lari di kolam renang. Jika atlet-atlet selalu berlatih lari di lintasan, mereka akan mudah lelah dan cepat cedera. Lari dalam kolam renang, adalah metde recovery yang paling bagus,” ujar Harry.

Ia juga mengatakan gerakan tendangan memutar dalam taekwondo bermanfaat bagi atlet-atlet nomor lempar lembing karena mereka mempraktikan gerakan yang sama," katanya. Harry menambahkan para pelatih juga tidak akan mencetak atlet-atlet berprestasi dalam waktu yang singkat. "Para pelatih harus terus belajar dengan memperhatikan, mendengarkan, membuat catatan, serta mendiskusikan metode latihannya," ujarnya.

Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan mengemukakan kehadiran Harry Marra di Indonesia merupakan langkah organisasi induk olahraga atletik itu untuk mencapai prestasi dalam Olimpiade Tokyo 2020. "Kami tidak lagi mengambil bibit-bibit atlet atletik dari hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) karena kami memilih atlet berdasarkan potensi dan fisik yang tinggi. Kami ingin mencetak atlet kualitas internasional dengan catatan waktu di bawah 10 detik untuk lari cepat," kata pria yang akrab disapa Bob Hasan itu.

Indonesia, lanjut Bob, akan menerapkan metode pelatihan Harry Marra terutama untuk atlet-atlet nomor saptalomba dan dasalomba. "Kami ingin setiap atlet muda PASI turun pada nomor saptalomba dan dasalomba terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan memilih nomor perlombaan sesuai kemampuan mereka," kata Bob.

Genap sebulan usai penyelenggaraan Kongres Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 2016 lalu, Ketua Umum terpilih PB PASI Mohamad Bob Hasan akhirnya secara resmi mengumumkan susunan kepengurusan PB PASI masa bakti 2016 – 2020. Dalam surat keputusan No. 01/PB PASI/ I/2017 tentang susunan pengurus besar PASI, Ketua umum PB PASI Mohamad Hasan selain menunjuk kembali sejumlah pengurus PB PASI periode sebelumnya dalam kepengurusan baru, juga menempatkan sejumlah personil baru dalam kepengurusan PB PASI.

Perubahan mencolok terlihat pada bidang pembinaan. Ketua Pengda PASI DKI Jakarta Dr Taufik Yudi Mulyanto ditunjuk menjadi ketua bidang pembinaan PB PASI. Mantan kepala dinas pendidikan DKI Jakarta ini menggantikan posisi Drs Johanis Paulus Lay yang kini bertugas sebagai ketua komisi pembibitan dan pemasalan PB PASI. Taufik Yudi akan dibantu oleh ketua Pengda PASI Jawa Timur Jongki Sumarhadi sebagai wakil ketua bidang pembinaan.

Selain Taufik dan Jongki, kepengurusan daerah lainnya yang masuk dalam kepengurusan PB PASI yaitu ketua Pengda PASI Jawa Tengah Supii dan sekum Pengda PASI DKI Jakarta Mustara Musa yang masing masing ditunjuk sebagai ketua komisi Etik dan ketua komisi peningkatan prestasi. Selain dari unsur pengurus daerah, ketua umum PB PASI Mohamad Bob Hasan juga memasukan sejumlah tenaga profesional baru ke dalam kepengurusan kali ini. Diantaranya, Satyo Haryo Wibisono dan Rien Darmastuti.

Satyo yang dikenal sebagai salah satu penggerak Maybank Bali Marathon ditunjuk sebagai wakil ketua komisi pembibitan dan pemasalan mendampingi Paulus Lay. Sementara, Rien Darmastuti yang merupakan marketing communication salah satu Bank Swasta di Indonesia dilibatkan sebagai wakil ketua komisi pemasaran PB PASI. “Saya sengaja memasukan para pengurus daerah dan kalangan profesional, agar pengurus bisa langsung bekerja, untuk mempersiapkan para atlet menghadapi Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020,” ujar Bob Hasan

Kongres Persatuan PASI 2016 akhirnya kembali memilih Mohamad Bob Hasan sebagai ketua umum PB PASI periode 2016 – 2020. Bob Hasan terpilih secara aklamasi pada proses pemilihan yang diikuti 30 pengurus daerah PASI dan 1 wakil dari PAMI. Dalam Kongres yang berlangsung di ballroom Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (17/12) serta dihadiri ketua umum KONI Tono Suratman, para peserta kongres menerima seluruh laporan pertangungjawaban pengurus PB PASI 2012 - 2016 dan meminta agar seluruh hasil kerja yang sudah berjalan baik dilanjutkan oleh pengurus yang baru di bawah kepemimpinan Bob Hasan.

Bob Hasan sendiri sebelumnya telah menjelaskan hasil kerja pengurus PB PASI selama 4 tahun terakhir, bahwa di bawah kepemimpinannya telah melakukan banyak hal dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet baik di remaja, junior, maupun tingkat senior. "Kita harus berbangga bahwa atlet kita meraih medali emas melalui Maria Londa. Dan dua kali SEA Games atletik terus menjadi penyumbang medali terbanyak bagi tim Indonesia. Tapi pekerjaan rumah kita yaitu meraih medali emas Olimpiade," ujar Bob Hasan.

Ketua umum KONI Tono Suratman sebelumnya juga menyatakan menghaturkan terimakasih kepada Bob Hasan atas pengabdiannya kepada atletik selama puluhan tahun dan berharap atletik ke depan bisa terus berkontribusi terhadap dunia olahraga nasional. Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan apresiasi kepada pelatih yang berhasil membina atlet daerah yang berhasil mendapatkan atlet yang tinggi dan berhasil yaitu pelatih asal NTB Zubair, Supriyadi (sumbar) dan Mustara (DKI Jakarta).

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melepas lebih dari 20 ribu peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2016 di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (20/11).

Sebelum dilakukan pengibaran bendera start, seluruh peserta marathon menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Menpora menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo yang berharap penyelenggaraan Borobudur Marathon, dapat terus terlaksana dengan baik. "Selamat berolahraga semoga kita semua sehat dan beliau mengapresiasi Borobudur Marathon bisa terselenggara dengan baik dan tahun depan depan bisa terselenggara lebih hebat lagi," kata Menpora.

Yogjakarta - Kesulitan mendapatkan sponsor dalam setiap kegiatan Atletik ternyata tak hanya dialami Indonesia. Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan ternyata mengalami hal yang sama."Atletik tak sepopuler Kricket atau sepakbola di negeri kami," ujar Madhu Kant, pengurus atletik asal India.

Hal itu dikemukakan Madhu di sela-sela penyelenggaraan Seminar "Sport Marketing" yang diselenggarakan Regional Development Centre (RDC) Jakarta yang merupakan representasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Atletik kalah pamor dengan kriket yang merupakan olahraga khas negara-negara bekas jajahan Inggris, dan Sepakbola.

Page 1 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…