Bersama ketua Bidang organisasi PB PASI  Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim, Ketua Umum PB PASI Bob Hasan berangkat ke Semarang, Jawa tengah, Sabtu dini hari lalu.  Sebelumnya telah berangkat pula, pelatih Enny Sumartoyo dan pelatih asal Rusia Anatoly Chernobay.

Di Semarang, kebetulan sedang diadakan lomba lari antar pelajar dan Mahasiswa tingkat Jawa tengah yang diadakan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Fajar Mas Murni Athletic Club. Menurut ketua panitia lomba, Dr Rumini,  kejuaraan ini untuk mencari bibit-bibit atlet yang handal khususnya di Jawa Tengah.  Selain lomba lari sprint 60 meter dan 8 x 50 meter untuk tingkat Sekolah Dasar, juga dilombakan nomor 100 meter, estafet 4x 100, dan beberapa nomor lainnya.

“Total ada 520 peserta dari berbagai daerah yang ikut serta,” ujar Rukmini.  Meski sempat diwarnai hujan gerimis, lomba tetap berlangsung semarak. Para atlet termasuk siswa SD, bersemangat untuk mengikuti lomba hingga usai.

Ketua Umum PB PASI Bob Hasan dan Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim didampingi rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman, M.Hum.meninjau lomba tersebut.

Beberapa atlet yang tampak menonjol pun dicatat oleh tim talent scouting dari PB PASI. Bob Hasan menyambut baik diselenggarakannya kejurda tersebut. Menurut Presiden kehormatan Federasi Atletik Asia ini, Jawa Tengah  merupakan salah satu lumbung atlet atletik nasional. Selain Suryo Agung, ad apula Trianingsih, Agus Prayogo dan beberapa atlet nasional lainnya yang berasal dari Jawa tengah.

 

Suasana ruang pertemuan PB PASI di selasar utama Stadion Madya Senayan Jakarta, langsung hening, ketika Bob Hasan mulai berbicara. Jumat malam, pekan lalu, Ketua Umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) itu berbicara  sedikit ‘keras’ ketika menyinggung prestasi cabang atletik di arena SEA Games XXVII, yang baru berakhir senin lalu.

Di hadapan para atlet yang baru kembali dari Myanmar dan puluhan atlet muda lainnya, penghuni Pelatnas PB PASI, Ia menyinggung raihan emas tim atletik Indonesia.  “Masak, emas kita disumbang oleh ‘nenek-nenek’, “ ujar Bob Hasan setengah bergurau.  

Cabang Atletik berhasil menyumbang enam medali emas bagi kontingen Indonesia. Jumlah ini sebenarnya sudah mencapai target yang ditetapkan.  Keenam medali tersebut disumbangkan oleh  Trianingsih lewat nomor 10.000 meter,  Hendro (20.000 m Jalan cepat), Maria Nathalia Londa (lompat jangkit dan lompat jauh), Rini Budiarti (3000m haling rintang) dan Dedeh Erawati (100 M  gawang).  Nah, raihan Rini Budiarti dan Dedeh ini lah yang disinggung Bob Hasan.

Baik Dedeh maupun Rini merupakan atlet senior dan pemegang rekor nasional (rekornas) di nomor masing-masing. Dedeh kini  telah berusia 34 tahun, sedangkan  Rini , pada Januari nanti akan genap berusia 31 tahun. Bob Hasan menyoroti para sprinter muda  seperti  Sapwaturahman, Fadlin, dan Iswandi serta atlet muda lainnya yang  gagal meraih medali emas. “Para pelatih, harus segera mengevaluasi atas hasil yang ada. Strategi latihan harus dibenahi agar tahu, kapan para atlet mencapai peaknya,” ujar Bob Hasan.  

Meski belum puas atas hasil yang dicapai para patriot atletik Indonesia, Bob Hasan tetap menghargai kerja keras para pelatih dan atlet. Ia meminta seluruh pengurus PASI termasuk para pelatih untuk bekerja lebih keras lagi, untuk membina para atlet atletik termasuk terus berusaha  mencari bibit muda atletik. “Kita harus punya stok yang banyak, kalau bisa, kita punya stok 1000 atlet muda dari seluruh Indonesia, supaya menjadi  Suryo Agung-Suryo Agung baru di masa depan,” ujar Bob Hasan.  


Pengalengan, Jawa Barat (18/11): Ketua Umum PB PASI Bob Hasan, ketua bidang organisasi PB PASI Letjen (purn) Zacky Anwar Makarim dan dan Sekjen PB PASI Tigor Tanjung meninjau Pemusatan Latihan Nasional Atletik nomor jarak jauh dan menengah di Pengalengan, Jawa Barat, senin, 18 november 2013.

Di lokasi pelatnas yang terletak di kawasan perkebunan teh, milik PTPN VIII tersebut, Ketua Umum PB PASI  Bob Hasan memberikan sejumlah wejangan kepada para atlet dan pelatih, yang akanan diterjunkan di ajang SEA Games, desember 2013 mendatang di Myanmar. Bob Hasan meminta para atlet untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin,  baik kondisi fisik, maupun mental. Mereka diminta menjaga kondisi tubuhnya, termasuk waktu tidur, dan buang air, harus teratur.

Pelatnas nomor jarak jauh diisi oleh 7 atlet nomor marathon, jalan cepat, triplechease, 5000 meter dan 10ribu meter. Diantara para atlet tersebut yaitu atlet peraih medali emas SEA Games sebelumnya, Tryaningsih dan AGus Prayogo. Mereka dipimpin ketua tim pelatih Picauli.

PB PASI menargetkan untuk mendulang medali emas sebanyak yang didapat pada SEA Games 2011 di Palembang. Selain harapan medali diraih Agus Prayogo

dan Tryaningsih, menurut Picauli, peluang medali emas juga bisa diperoleh Rini Budiarti (3000 steplachease), dan Yahuza serta Nicolaus (Marathon)

Menurut Picauli, para atlet digeber dengan pola latihan sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore, dengan intensitas latihan, lima hari seminggu. kondisi para atlet, menurut Picauli, dipastikan sudah siap untuk melakukan yang terbaik di SEA Games mendatang. Meski para pesaing makin banyak dan makin berkualitas, yaitu dari malaysia, Thailand, Vietnam, namun, Picauli yakin, anak-anaknya bisa berbuat lebih baik.

Pelatih atletik nasional, Yohanes Paulus Lay menegaskan, walau Triyaningsih tidak bisa tampil di lari nomor maraton di SEA Games Myanmar 2013, namun PB PASI optimis tim atletik nasional masih mampu mengumpulkan enam medali emas. Semua itu sudah  diperhitungkan melalui nomor-nomor yang diperlombakan nanti.

Paulus menambahkan, jika di tiga nomor itu digelar secara berurutan dengan jeda waktu hanya sehari, maka dapat merusak kondisi fisik dan kesehatan pelari. Melalui perhitungan itulah akhirnya Triyaningsih dipastikan hanya tampil di nomor 10.000 m dan 5.000 m. Dengan harapan, fokus terhadap kedua nomor jarak menengah tersebut dalam menyuguhkan medali emas bagi kontingen Indonesia.

Dalam lomba di SEA Games XXVII nanti akan dipertandingkan 46 nomor, namun tim atletik Indonesia bisa mengikuti setengahnya. Dengan begitu, target menyumbang medali bagi kontingen Indonesia tidak boleh muluk-muluk, cukup dengan enam medali emas saja. Sementara di SEA Games XXVI Palembang tahun 2011, tim atletik mengumpulkan 13 medali emas.

Kondisi seperti itu tentunya sudah disadari KONI Pusat maupun PB PASI, dalam memberikan target pada para atletnya yang dipromosikan ke multi event dua tahunan Asia Tenggara. Dengan harapan para atlet nasional  tidak terbebani dan tampil sempurna. Meski nantinya bisa melampaui target yang diberikan.(SUmber: Bolanews.com)

Semakin dekat perhelatan SEA Games 2013, semakin siap pula atletik Indonesia untuk berlaga. Persiapan tim atletik Indonesia kini semakin mendekati puncak penampilan.

Menurut pelatih lari Indonesia, Agustinus Ngamel, hingga kini persiapan atletik Indonesia hampir mencapai seratus persen. "Sekarang persiapan kami sudah memasuki tahapan kompetisi dimana persiapan telah mencapai sekitar 95 hingga 96 persen," kata Agustinus.

Pelatih berkacamata itu yakin dengan sisa waktu sebulan menjelang SEA Games, seluruh atlet akan mencapai persiapan total sebelum berangkat ke Myanmar. "Kami terus menggenjot persiapan seupaya bisa maksimal," tambah Agus.

Persaingan pada cabang atletik nanti dipastikan bakal ketat. Indonesia akan mendapat persaingan dari Thailand, Vietnam, Malaysia hingga tuan rumah Myanmar. Tapi, Agus yakin atletik Indonesia bisa memenuhi target medali.

"Pada nomor lari 4x100 meter putra, kami ditargetkan untuk bisa dapat medali perak. Tapi saya yakin kami bisa melebihi target itu dengan meraih medali emas," tandas Agus yang merupakan pelatih lari estafet Indonesia. (sumber: Bolanews.com)

 

Artis dan model cantik Olga Lydia langsung berkicau di twitternya, seusai menginjak garis finish pada lomba Mandiri Jakarta Marathon 2013, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, ahad lalu. Olga ikut berlari di nomor Half Marathon dengan rute sepanjang 21 km. “Nyampe…yey kurang dari 3 jam.” Perempuan berwajah oriental ini masuk finish dengan catatan waktu 2 jam 58 menit 4 detik. 

Meski catatan waktunya menempatkan Olga di urutan 786 dari dari 1066 peserta Half Marathon namun artis yang kerap tampil di layar kaca sebagai host acara olahraga ini, tetap merasa senang sudah ikut memeriahkan even Marathon pertama di Indonesia ini. Ia sempat mentwiitpics foto medali yang diraihnya dan lokasi lintasan yang sempat dilaluinya.

Tak hanya Olga Lydia, antusiasme atas kehadiran Mandiri Jakarta Marathon 2013 juga menjalar di kalangan artis dan selebritas lainnya. Setidaknya, ada penyanyi Rio Febrian dan konsultan keuangan Ligwina Hananto yang ikut ambil bagian dalam lomba yang berlangsung dengan rute menyusuri sejumlah jalan protokol di Jakarta dan kawasan wisata seperti Kota Tua Jakarta, serta tempat-tempat bersejarah lainnya.

Komunitas para pecinta olahraga lari, Indorunners yang ikut meramaikan lomba Jakarta Marathon, menyebut lomba kali ini sangat mengagumkan. “This Morning, Jakarta just held its first city Marathon. It was Awesome”.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu yang ikut melepas para pelari berharap  Mandiri Jakarta Marathon bisa mengangkat citra Jakarta sebagai kota berkelas dunia sekaligus destinasi pariwisata olahraga.

"Kami berharap Jakarta Marathon bisa seperti New York Marathon, Paris Marathon, dan Berlin Marathon yang sudah dikenal dunia," ujar Menteri Marie Elka yang hadir didampingi wakil Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif Sapta Nirwandar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan, dan Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin.

Sebanyak 10 ribu peserta dari 50 negara mengikuti Jakarta Marathon kali ini. Dari seluruh peserta, 1.096 peserta memilih kategori full marathon dan 1.600 peserta masuk kategori half marathon. Sedangkan  3.396 peserta mengikuti kategori 10 kilometer dan 3.654 peserta memilih kategori 5 kilometer. Selain itu, ada kategori maratoonz atau children sprint yang diikuti lebih dari 250 peserta anak-anak.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, mengatakan ajang Jakarta Marathon akan kembali diadakan tahun 2014 mendatang dengan rute yang sama. Rute Mandiri Jakarta Marathon terdiri dari full marathon 42,195 km, half marathon 21 km, 10 km, 5km, dan Maratoonz (Marathon untuk anak-anak) 1,3 km telah mendapat sertifikasi dari International Association of Athletics Federations dengan nilai grade A.

Para pelari internasional yang ikut berkompetisi dalam Jakarta Marathon 2013 juga memuji trek lari yang mereka lalui selama lomba. Para pelari itu mengatakan jalan yang mereka lalui cukup mulus dan bebas hambatan. Menurut pelari Kenya, Muindi Onismus yang menjadi juara dua lomba half marathon 21 kilometer mengatakan trek lari di Jakarta termasuk bagus. "Tidak ada gangguan selama kami berlari, saya merasa aman," ujar Onismus.

Menurut Sapta, kegiatan Jakarta Maraton membawa dampak positif bagi pariwisata Indonesia yaitu selain mampu menyedot 10 ribu hingga 50 ribu peserta seperti di ajang maraton  di New York dan Paris. Juga, mendatangkan turis mancanegara yang ingin menyaksikan ajang marathon tersebut. Menurut data di Pemda DKI Jakarta, tingkat hunian hotel selama berlangsungnya Jakarta Marathon meningkat menjadi hampir 95 % atau lebih tinggi dari tingkat hunian di akhir pekan pada umumnya.

Pemda DKI sendiri berharap agar ajang Jakarta Marathon bisa diselenggarakan lagi tahun 2014 mendatang. Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan  melakukan evcaluasi atas penyelenggaraan yang ada. "Kalau hasilnya (hasil evaluasi) baik, nanti kami gelar lagi tahun depan. Tentunya, penyelenggaraannya akan lebih besar dan lebih meriah lagi, sehingga peserta maupun pengunjungnya juga lebih banyak lagi," ujar Jokowi.

Dalam penilaiannya, Jokowi menganggap penyelenggaraan Jakarta Marathon 2013 sudah berjalan baik. Oleh karena itu, Jokowi mengaku optimistis kegiatan yang sama dapat digelar kembali tahun depan. "Kalau ada kekurangan, pasti kami perbaiki. Tapi saya yakin kami pasti bisa menggelar event ini lagi tahun depan dengan lebih baik," tutur Jokowi.

Pada Mandiri Jakarta Marathon 2013 kali ini, nomor Marathon pria dimenangkan atlet Kenya William Chebor dengan catatan waktu 2 jam, 14 menit, dan 30 detik. Atlet Kenya lainnya Stephen Tum dan Chelimo Kipkemoi menduduki peringkat kedua dan ketiga. Sementara di nomor Marathon putri, atlet Ethiopia Mulu Seyfu, meraih juara pertama dengan catatan waktu 2:42:57. Peringkat kedua dan ketiga diraih pelari dua Kenya; Diana Sigei dan Mercy Jelimo.

Di daftar pemenang tersebut, tidak tercantum nama-nama atlet nasional. Menurut Sekretaris jenderal PB PASI Tigor Tanjung, PB PASI terpaksa mengandangkan para atlet jarak jauh dan jarak menengahnya seperti Triyaningsih, dan Agus Prayogo di pemusatan latihan nasional (pelatnas) pengalengan, bandung, Jawa Barat. "Jarak (waktu) dengan SEA Games terlalu dekat," kata Tigor Tanjung. SEA Games ke-27 akan berlangsung di Myanmar pada pertengahan Desember 2013 mendatang. Para atlet nasional harus berkonsentrasi untuk mempertahankan gelar Juara Umum di ajang multieven antar negara ASEAN tersebut. 

 

Maria Albertina Matulessy sudah tak muda lagi. Usianya 83 tahun. Hampir seluruh rambut perempuan berdarah Maluku ini memutih. Tubuhnya pun sedikit bungkuk jika berjalan. Tapi, soal semangat, atlet veteran asal DKI Jakarta ini tak mau kalah dari atlet-atlet muda. Itu dibuktikannya di Kejuaraan Dunia Atletik Master (WMAC) ke-20 di Brasil, Senin lalu. Maria menjadi juara nomor lompat jauh putri kelompok usia 80 tahun. Maria berhasil melompat sejauh 1,66 meter, melampaui lompatan lawan-lawannya dari sejumlah negara.

 

“Setelah sekian kali kami ikut serta, baru kali ini kami berhasil meraih medali emas,” kata Tono Amboro, Ketua Umum Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI), yang membawahkan para atlet veteran seperti Maria. Selama ini, kiprah atlet-atlet veteran Indonesia masih bertarung di level regional. Beberapa kali, mereka menjadi juara di tingkat Asia dan Asia Tenggara.

 

WMAC merupakan kejuaraan yang pesertanya adalah atlet-atlet lawas yang berusia minimal 35 tahun. Kejuaraan yang berlangsung di kota Porto Alerge, Brasil, ini diikuti ratusan atlet dari seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Peru, dan Afrika Selatan. dalam berbagai kategori usia. Kejuaraan ini berlangsung setiap dua tahun sekali sejak 1975. Sebelum di Brasil, Kejuaraan Dunia Atletik Master digelar di Sacramento, California.

 

Selain Maria, atlet Indonesia yang berhasil meraih medali adalah Micky Gurmiresmi. Atlet berusia 76 tahun ini meraih medali perunggu di nomor 5.000 meter jalan cepat kelompok umur 75 tahun. Micky menyisihkan atlet asal Australia Margaret Beaumont dan atlet Bolivia Esther Cabrera. Posisi pertama dan kedua diraih atlet Ukraina, Lidiya Sukochova dan Ana Maria Ortiz, asal Mexico. 

 

Dalam kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 16-27 Oktober ini Indonesia mengirim delapan atlet termasuk tim managernya Merari Nainggolan. Selain Merarri, Maria dan Micky, atlet Indonesia lainnya adalah Muchsin Doewes, Maria Rorek, Ockben Saur Sinaga, dan Maridi, serta Niniel Koesni Rahajeng.

 

Melanjutkan kiprah Bank Mandiri pada dunia Atletik Indonesia, Minggu, 6 Oktober 2013, Bank terbesar di Indonesia ini kembali memberikan dana hibah kepada atlet atletik berprestasi  sebesar Rp 2 Milyar. Dana hibah dalam bentuk dana pensiun kepada para atlet penerima medali di SEA GAMES XXVII Myanmar tersebut,  diserahkan oleh wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi kepada ketua umum PB PASI Bob Hasan seusai acara lari Mandiri Run 10 K dan 5k di Senayan City, Jakarta. 

Dalam acara penyerahan tersebut hadir jajaran direksi Bank mandiri dan sejumlah atlet nasional yang akan berlaga di ajang SEA Games XXVII mendatang. Dalam sambutannya,  Wakil Direktur Utama Bank mandiri Riswinandi mengatakan, hibah ini merupakan bentuk dukungan Bank Mandiri yang berkelanjutan pada cabang olah raga atletik untuk meraih prestasi tertinggi. Atletik dinilai sebagai cabang olahraga yang berpotensi menjadi penyumbang  medali terbanyak bagi kontingen Indonesia seperti pada SEA Games 2011 lalu. 

Sebelumnya, Bank Mandiri telah memberikan hibah Rp2 miliar untuk mandukung persiapan dan pembinaan atlet atletik yang  berlaga di SEA Games XXVI di Palembang, tahun 2011 lalu. “Melalui donasi ini, kami juga ingin memberikan kepastian masa depan kepada para atlet yang telah berprestasi,” ujar Riswinandi.  

 

Laiknya sebuah pesta, penutupan Islamic Solidarity Games (ISG) ketiga di Palembang, Sumatera Selatan, berlangsung meriah. Pesta kembang api dan permainan lampu warna warni menghiasi langit Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, yang menjadi tempat penutupan ajang kompetisi antarnegara anggota Organisasi Konferensi Islam (OIC) tersebut. Tari-tarian khas Sumatera Selatan kembali menjadi menu hiburan bagi sekitar 5.000 penonton dan ratusan atlet peserta ISG.

 

Semaraknya pesta penutupan ISG 2013 tampaknya mewakili kebahagiaan tim tuan rumah. Untuk kali pertama, tim Indonesia berhasil menduduki posisi teratas dari 39 negara peserta ICG. Indonesia mendulang 36 medali emas, 35  perak, dan 34 perunggu. Tim Iran dan Mesir masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. "Hasil ini adalah tolak ukur Indonesia untuk SEA Games. Karena di sini 90% atlet dari pelatnas dan bisa menjadi peluang kita di SEA Games nanti," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.

 

Pada event pertama ICG di Arab Saudi, delapan tahun lalu, Indonesia hanya mencapai peringkat ke-18 dari 55 negara peserta. Saat itu, Indonesia meraih satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Meski tak menurunkan kekuatan penuh pada event kali ini, Atlet Atletik Indonesia berhasil meraih dua medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. Kedua medali emas didapat dari nomor lempar lembing atas nama Eka Febri Ekawati, dan pelari Dedeh Erawati, yang turun di nomor spesialisnya, 100 meter lari gawang.

 

Menurut Dedeh, ajang ICG memang dijadikannya sebagai ajang try out untuk menuju SEA Games Myanmar 2013. Pemegang rekornas lari 100 meter gawang ini, semula berusaha memecahkan rekor nasionalnya, 13.18 detik, yang dibuatnya di Taiwan Open. Namun, di Palembang, ia hanya membukukan 13.54 detik. “Kini, saya berusaha menatap ke depan, karena pesaing saya di SEA Games adalah atlet Vietnam dan Thailand yang sekarang berlatih di Amerika Serikat,” kata Dedeh.

 

Indonesia sebenarnya juga berpeluang menambah medali emas dari nomor jalan cepat 20 kilometer, yang digelar Ahad lalu, lewat Hakmal Lizauda. Sayang, Hakmal masih kalah cepat dari atlet Qatar, Mubarok. Hakmal hanya mencatatkan waktu 1.34,23 detik, atau menduduki peringkat kedua.

 

Palembang, Atlet lempar cakram putri Indonesia, Dwi Ratnawati berhasil mempersembahkan medali Perak bagi Kontingen Indonesia di ajang Islamic Solidarity Games III di Jakabaring, Palembang, Rabu (25/9) hari ini.  Atlet asal Jawa tengah ini berhasil melakukan lemparan sejauh 47,14 meter. "alhamdulillah, meski belum menyamai lemparan terbaik saya, tapi (hasil) ini perlu disyukuri," ujar Dwi Ratnawati, seusai pertandingan.

Lemparan Terbaik Dwi mencapai 59,68 meter. Angin yang cukup kencang, diakuinya cukup mempengaruhi penampilannya. "Ini mirip dengan SEA Games di Filipina, saya sempat empat kali gagal saat melempar," tambah Dwi. Medali emas nomor lempar cakram yang hanya diikuti 3 atlet ini, diraih atlet asal Turki, Elcin Kaya dengan lemparan 53,33 meter. Sementara medali perunggu diraih atlet asal Oman, Raghad Nabil dengan lemparan sejauh 29,64 m.

Page 9 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…