Berita menggembirakan datang dari Kejuaraan dunia Atletik remaja IAAF 2013 di Donetsk, Ukraina. Atlet nasional putri Indonesia Ulfi Silpiana berhasil memecahkan rekor nasional nomor 200 meter putri. Atlet asal Jawa Barat ini memperbaiki catatan rekornas sebelumnya dari 25,29 detik menjadi 25,09 detik. Ulfi merupakan satu diantara tiga atlet Indonesia lainnya yang lolos ke kejuaraan dunia remaja yang ke-8 kali diselenggarakan IAAF ini. Dua atlet nasional lainnya yaitu pelempar cakram putri Tresna Puspita Ayu dan sprinter muda Sudirman hadi. Ketiganya bergabung bersama lebih dari 1700 atlet muda lainnya dari 165 negara untuk mengikuti kompetisi yang berlangsung di Stadion Olimpic, Donetsk, Ukraina. Kejuaraan yang berlangsung sejak rabu (10/7) ini akan berakhir pada Minggu (14/7).          


Sabtu siang lalu (29/6), jadi hari  yang menyenangkan bagi sejumlah atlet dan pelatih PB PASI. Hari itu, pengurus PB PASI menyerahkan bonus kepada 14 atlet dan 11 orang pelatih berprestasi dengan total bonus uang Rp 2
milyar. Rentang prestasi yang dihitung sejak 2012 hingga Juni 2013. Diantara 11 pelatih yang sukses mengantarkan anak asuhnya memperoleh juara adalah Agustinus Ngamel dan Fifit Yeti Wulandari yang memperoleh bonus paling banyak. Masing-masing memperoleh Rp 100 juta. Sementara untuk atlet junior dan remaja yang paling banyak mendapatkan bonus yaitu Sudirman Hadi dan Tresna Puspita Gusti Ayu dengan total bonus Rp 200 juta
masing-masing.

Sudirman Hadi berhasil lolos limit kejuaraan untuk dua nomor yaitu nomor 100m dan 200m. Sementara Tresna Puspita Gusti Ayu selain lolos limit kejuaraan lempar cakram juga pecah rekor
nasional untuk lontar martil. Rekor terbaru Tresna untuk lempar cakram diperolehnya dengan rekor 44,20m. Sementara untuk lontar martil tembus rekor  pada 51,20 m.
"Bonus diberikan secara cash kepada para atlet dan pelatih melalui rekening masing-masing," Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI menjelaskan. Pemberian bonus tersebut dilakukan tiap tahun oleh
PB PASI bagi pelatih dan atlet yang berhasil menorehkan prestasi di ajang nasional hingga dunia.

Pemberian bonus juga diharapkan semakin memacu prestasi para atlet dan pelatih."Agar pelatih yang belum dapat bonus dapat terpacu melatih anak asuhnya," imbuh Bob Hasan.
Tresna pun saat ditanya mengenai bonus yang didapatnya mengaku senang. Sambil tersipu, gadis kelahiran Kuningan, 1 Agustus 1996 ini mengatakan,"Uangnya buat asuransi pendidikan."
Fifit sebagai pelatih Tresna sejak 2010 berharap anak asuhnya dapat terus mengukir prestasi dan mempertahankan disiplin. "Ya semoga nanti sampai senior masih terus disiplin," pungkasnya.

FW

Nama Pelatih :
1. Kikin Ruhudin
2. Agustinus Ngamel
3. Fifit Yeti Wulandari
4. Sri Koestini
5. Syarif Kusna Wiria
6. Ibrahim Fabanyo
7. Sujito
8. Mukono
9. Agus Supriyo
10. Yurita Aryani Arsyad & Rose Herlinda Inggriana
11. Siga Wino Wole

Nama Atlet Pecah Rekornas Remaja & Yunior serta Lolos Limit Kejuaraan Dunia Remaja 2013:
1. Ken Ayuthaya Purnama    : Rekornas Remaja nomor 100m hurdle
2. Sudirman Hadi                  : Lolos Limit Kejuaraan Dunia 100m dan 200m
3. Ulfa Silpiana                      : Rekornas Remaja 200m dan Lolos Limit Kejuaraan Dunia
4. Alvin Tehupeiory               : Rekornas Yunior 400m hurdle
5. Tresna Puspita Gusti Ayu : Rekornas Remaja dan Lolos Limit Kejuaraan Dunia Lempar Cakram
6. Regu Estafet Jatim           : Rekornas Remaja 4x200m
7. Ragil Wahyu                     : Rekornas Remaja Jalan Cepat
8. Fitria Abjan                       : Rekornas Remaja Lempar Lembing
9. Eka Cahaya                      : Rekornas Remaja 200m
10. Roni Sisko                       : Rekornas Remaja Tolak Peluru
11. Beni Santoso                   : Rekornas Remaja 1500m & 3000m
12. Frans de Boer                 : Rekornas Remaja Lontar Martil
13. Nadia Anggraini              : Rekornas Remaja Lompat Tinggi
14. Noval                              : Rekornas Yunior Lompat Jauh

Kota Pune di India bagian Selatan, tampaknya akan menjadi kota bersejarah bagi komunitas atletik Asia. Betapa tidak, dari kota yang berjarak ribuan kilometer dari Jakarta itu, reformasi di tubuh Asosiasi Atletik Asia (AAA) mulai digulirkan. Pune yang menjadi tuan rumah Kongres ke-20 AAA, menjadi saksi terpilihnya Jendral Dahlan Al-Hamad dari Qatar menjadi Presiden AAA, menggantikan jagoan tuan rumah Suresh Kalmadi, yang sudah memimpin sejak tahun 2000. “Saya optimis, dengan kepemimpinan Jenderal Dahlan sebagai Presiden AAA, Atletik Asia akan mengalami perubahan signifikan,” kata ketua Umum PB PASI Bob Hasan, yang juga presiden kehormatan AAA.

Apalagi, lanjut Bob Hasan, Dahlan bakal didampingi oleh Tigor M. Tanjung, yang terpilih kembali untuk masa jabatan kedua kalinya sebagai wakil Presiden AAA hingga tahun 2015. Tigor menyisihkan 10 kandidat lainnya yang mencalonkan diri dalam kongres yang diikuti 45 negara anggota AAA tersebut.  Tigor Tanjung, yang kini menjabat sebagai sekretaris umum PB PASI, menurut Bob Hasan, akan membawa ide-ide segar dalam pembinaan atletik di Asia sehingga bisa menyaingi kekuatan atletik benua-benua lain. "Sebagai benua yang memiliki penduduk terbanyak dan ekonomi yang lebih baik, seharusnya Asia tidak kalah dari Afrika," tambah Bob Hasan.

Suasana di Hotel Holiday Inn, Pune, tempat pemilihan berlangsung, memang cukup panas dan menegangkan. Suresh Kalmadi yang sudah menjabat sebagai presiden AAA sejak tahun 2000 dan menjadi anggota parlemen India dari Pune, ternyata mencalonkan diri kembali, dan  masih mendapat dukungan cukup besar dari sejumlah negara peserta kongres.  Padahal, Suresh saat ini sedang dibelit kasus hukum di India. Pria berusia 69 tahun ini sempat dipenjara karena keterlibatannya dalam dugaan korupsi pada penyelenggaraan Commonwealth Games tahun 2010 di India, yang proses pengadilannya masih berjalan. Suresh kalah dua suara, 18-20, dari Jenderal Dahlan. Dari 45 negara peserta konggres, 7 suara dianggap rusak.    


Delegasi Indonesia sendiri terang-terangan mendukung terjadinya reformasi di tubuh AAA dengan mengusung Dahlan Al-Hamad, untuk menggantikan Suresh. Suresh dianggap sudah tidak efektif menjalankan roda organisasi karena sibuk dengan kasus hukum yang membelitnya. Namun, dukungan secara terbuka ini ternyata berdampak kepada pencalonan kembali Tigor Tanjung sebagai wakil presiden AAA untuk kedua kalinya. Negara-negara pendukung Suresh sempat menarik dukungan mereka terhadap Tigor Tanjung.

Beruntung, berkat strategi dan taktik yang matang, Tigor akhirnya berhasil terpilih kembali. "Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Bob Hasan karena dialah yang terus mendukung saya dan mengajarkan strategi serta taktik yang jitu untuk menang dalam pemilihan yang penuh intrik dan intimidasi ini," kata Tigor Tanjung melalui sambungan telepon internasional dari Pune, India.
HF

Peluh nyaris membasahi seluruh tubuhnya sesaat setelah ia menghentikan larinya. Napasnya masih terengah-engah. Sambil mengelap keringatnya, ia menepi ke pinggir lintasan, dan berjalan menuju ke garis finish. Di sana, Nurul Imaniar, disambut rekan-rekannya sesama pelari estafet- Irene Alisjahbana, Niafatul Aini dan Emilia Nova.  

Hari itu, sabtu pekan lalu, dewi fortuna rupanya belum berpihak pada Nurul. Peraih medali emas  estafet 4 x 100 m putri SEA Games ini gagal mengulang hasil terbaik yang pernah diraihnya di Palembang.  Dalam kejuaraan atletik remaja se Asia tenggara (SEA Youth Athletics Championships) di Vietnam, jumat hingga sabtu pekan lalu,  Nurul dan teman-temannya  yang turun di nomor estafet 4 x 100 m putri U-21, hanya menduduki posisi kedua di bawah tim putri tuan rumah Vietnam yang menjadi juara. “Secara pribadi, tentu saya sangat kecewa,” ujar Nurul.


Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali mengirim atlet-atletnya untuk berlaga di kejuaraan Internasional. Setelah mengirim 16 orang atlet ke kejuaraan Taiwan open, akhir Mei lalu dan Seri kejuaraan Asian Grandprix 2013 yang berlangsung di tiga kota, Bangkok (Thailand), Chonburi (Thailand) dan Colombo (Srilanka), awal Mei lalu. Kali ini, PB PASI  mengirim 30 orang atlet mudanya untuk berlaga di kejuaraan Atletik Remaja Se-Asia Tenggara di Ho Chi Minh City, Vietnam, tanggal 6 - 8 Juni 2013 besok.  

 

Lomba lari 5 K dan 10 K kembali digelar Bank Mandiri di Jakarta, 26 Mei 2013 lalu. Mengambil Start dan finish di mall Senayan city, lomba lari yang menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender PB PASI ini diikuti lebih dari 2000 peserta.

Keberhasilan kembali diraih Tim Atletik Indonesia di ajang internasional. Kali ini, sejumlah atlet menuai sukses di seri kejuaraan Asian Grandprix 2013. Yang berlangsung di tiga kota Bangkok (Thailand), Chonburi (Thailand) dan Colombo (Srilanka).

Pada seri kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 5 Mei hingga 12 Mei 2013 lalu itu, atlet senior Dedeh Erawati berhasil mendulang dua medali perak dari nomor  100 gawang putri.  “Dengan sepenuh hati saya mengucapkan banyak terimakasih atas doa dan supportnya,” kata Dedeh.

Para atlet atletik Indonesia kembali berlaga di ajang bergengsi  Asian Grand Prix 2013 di Thailand dan Srilanka, 5 – 12 Mei 2013 mendatang. Para atlet tersebut diantaranya,  adalah pelari gawang  Dedeh Erawati,  Sprinter putri Serafi Unalis dan Tri Setyo Utami,   sprinter putra Fadlin dan pelari jarak jauh Agus Prayogo.  Total ada sebelas atlet yang berangkat bersama sejumlah pelatih dan official.   

Nomor Lari Ssteeple chase di kejurnas yunior dan remaja 2013

Persaingan antara Tim Jawa Barat dan Jawa Timur dalam merebut gelar juara umum akhirnya berakhir sudah. Pada hari terakhir, kejurnas Atletik Yunior dan remaja 2013, tim Jawa Timur akhirnya menggeser posisi Jawa Barat yang sepanjang pelaksanaan Kejurnas terus mendominasi. Jatim meraih 14 medali emas, 11 Perak, dan 11 Perunggu. sementara Jawa barat di bawahnya, dengan 13 medali emas, 13 Perak, dan 3 Perunggu.

Pada hari terakhir Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja 2013 yang digelar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (6/4), hingga menjelang sore ini sudah terjadi dua rekor. Para pencetak rekor itu adalah Ragil Wahyu di jalan cepat 3.000 meter remaja putra, dan Fitria Abujan yang memecahkan rekor lempar lembing remaja putri.

Page 10 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…