Project Officer Bob Hasan Half Marathon Tatit Priemadi (Paling Kanan) , bersama Ketua bidang Pemasaran PB PASI Chorida dan Sekjen PB PASI Tigor m. Tanjung

Penyelenggaraan lomba lari Bob Hasan Half Marathon (BHHM) yang akan berlangsung di Jakarta, dipastikan akan diundur dari jadwal semula. Panitia Penyelenggara BHHM yang terdiri dari Interact dan Mediatama terpaksa mengundurkan acara lomba lari tersebut setelah mendapat masukan dari perwakilan sejumlah komunitas, pada acara urun rembug Komunitas Lari, di Stadion madya Senayan, rabu lalu (24/2). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah anggota komunitas lari dari berbagai komunitas seperti Lelarian Sana Sini, JakB Runners, Bintaro Trojan Road Runners, Senayan Runners, memberi masukan terkait mepetnya waktu pelaksanaan BHHM dengan jadwal lomba lari lainnya yang telah diumumkan sejak jauh hari. 

Rapat PB PASI dipimpin Sekjen PB PASI Tigor M. Tanjung

PB PASI akhirnya memutuskan untuk membagi pemusatan latihan nasional (pelatnas) PB PASI yang selama ini berlangsung di Stadion madya Senayan Jakarta ke dua lokasi berbeda. "Pelatnas Senior rencananya akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong , sementara pelatnas Yunior dan remaja akan diselenggarakan di Stadion Atletik DKI Jakarta di Rawamangun, Jakarta Timur," ujar Tigor Tanjung, sekjen PB PASI seusai memimpin rapat bulanan PB PASI di Stadion Madya Senayan, Jakarta. 

 
M Fadlin (Paling Kanan) saat memecahkan rekornas Estafet di ajang Singapore Open 2015 (Dok PB PASI)
 
Jakarta, Indonesia
 
Sprinter Indonesia asal NTB M. Fadlin berhasil membuktikan ketajamannya saat berlari di nomor 60 meter Putra Kejuaraan Atletik Indoor Asia di Doha, Qatar, sore tadi (19/2).  Fadlin yang berlari di heat ketiga putaran penyisihan berhasil masuk garis finish di urutan ketiga dan lolos ke putaran semifinal yang akan berlangsung besok (20/2).

Ketua umum PB PASI Bob Hasan didampingi Ketua Bid Organisasi Zacky Anwar Makarim dan Sekjen  TIgor M. Tanjung

Jakarta, 8 Januari 2016

Sebagaimana di awal-awal tahun sebelumnya, Ketua Umum PB PASI Bob Hasan memberikan pengarahan awal tahun kepada seluruh Atlet dan Pelatih Pelatnas Atletik di Stadion madya Senayan Jakarta. Di depan puluhan atlet baik atlet remaja dan yunior, maupun Atlet-atlet yang terpilih dalam program Prima Pratama, Prima Muda dan Prima Utama, Bob Hasan menegaskan sikap PB PASI yang akan  menerapkan disiplin lebih keras kepada seluruh atlet dan pelatih atletik dalam persiapan menghadapi even-even internasional. “Kedisiplinan penting untuk bisa menjadikan atlet bisa berprestasi lebih baik dan terhindar dari cedera,” ujar Bob Hasan.

(dari Kiri ke Kanan: Beben, Tuti Merdiko, Charles, Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim, Hendri, Didik, Paulus Lay)

 

Kesiapan Papua menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX pada Tahun 2020 tampaknya tak bisa disangsikan lagi. Berbagai persiapan menuju ajang pesta olahraga multieven terbesar di Indonesia itu, terus digiatkan oleh pemerintah daerah Papua dan kalangan swasta di Papua. Pembangunan sarana dan prasarana venue dan infrastruktur pendukung terus digalakan.  "Pada PON ke-20, ada hasrat kami untuk gemilang prestasi emas, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, sukses administrasi dan sukses prestasi," ujar Gubernur Papua Lukas Enembe.

Salah satu sarana yang proses pembangunannya hampir rampung yaitu stadion Atletik Mimika yang terletak di kabupaten Timika, Papua.  Saat ditinjau oleh tim dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) yang terdiri dari, ketua bidang organisasi PB PASI Mayjen (purn) Zacky Anwar makarim, Ketua Bidang pembinaan Prestasi Paulus Lay, wakil Sekretaris Umum PB PASI Tuti Merdiko dan wakil ketua bidang Pemasaran PB PASI Hendri Firzani, di Timika, Papua, Senin, 30 November 2015 lalu,  Stadion yang berdiri di atas lahan seluas 12,5 hektar ini telah memasuki tahap penyelesaian. "Ini sebuah pekerjaan yang luar biasa, dan semoga bisa dimanfaatkan oleh (Atletik) Papua, ke depannya," ujar Mayjen Purn Zacky Anwar Makarim.  

Menurut Charles Sihotang, Field Manager PT Parama, konsultan yang mengawasi pembangunan Stadion tersebut , saat ini kondisi seluruh kompleks Mimika Sports Stadium sudah mencapai tahap 90,17 persen. Targetnya, "pada akhir atau Januari 2016, sudah bisa diresmikan," 

Selain stadion Atletik, di kawasna tersebut juga dibangun stadion indoor berkapasitas 1300 orang yang bisa digunakan untuk cabang olahraga bulutangkis, basket dan bela diri. Selain itu, terdapat pula pemukiman atlet, yang bentuknya mirip Honai, atau rumah tradisional warga Papua. Kompleks Mimika Sport Center ini sendiri dibangun atas inisitaif dan bantuan dari PT Freeport Indonesia dan rencannya akan dihibahkan kepada Pemda Papua.  

 

 

Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI  2015 resmi dibuka oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, Sabtu, 28/11/2015.  Kegiatan yang diikuti oleh 32 KONI daerah dan 58 Pengurus Pusat organisasi olahraga seluruh Indonesia ini berlangsung di Hotel Aston, Papua. PB PASI sendiri mengirimkan ketua bidang organisasi PB PASI Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim, ketua bidang pembinaan Paulus Lay, wakil Sekretaris umum Sri Hastuti Merdiko sebagai perserta Musornas, dan wakil Bidang humas dan pemasaran Hendri Firzani sebagai Peninjau dalam Musornas kali ini. Dalam sambutannya, Gubenrur Papua Lukas Enembe, berharap agar Musornas yang agenda utamanya yaitu pemilihan Ketua KONI yang baru ini, dapat membawa hasil berupa kemajuan dalam prestasi olahraga di Indonesia. Lukas juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan KONI yang telah menunjuk Papua sebagai tuan rumah Musornas sekaligus Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional tahun 2020 mendatang. "Saya berharap, Musornas ini bisa menghasilkan sesuatu yang baik bagi kemajuan Olahraga nasional, khususnya Papua sebagai tuan rumah PON," ujar Lukas Enembe. 

Pada agenda pertama Musornas, ketua umum KONI Tono Suratman memberikan laporan pertanggungjawaban kegiatan KONI tahun 2011 - 2015. Meski ada beberapa catatan perbaikan yang diberikan oleh beberapa KONIda dan Pengurus Olahraga, Laporan tersebut yang diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta Musornas.  Tono yang menjadi kandidat satu-satunya untuk kembali menjadi ketua Umum KONI masa bakti 2015 -2019 juga mendapat dukungan untuk melanjutkan kepemimpinananya di KONI. Sebagaimana tema Musornas yaitu "Satukan tekad meningkatkan Prestasi Menuju Asian Games 2018" ketua umum Koni Tono Suratman, mengatakan, "Jika dipercaya kembali, saya akan melanjutkan program-program yang ada, untuk meraih prestasi terbaik di Asian Games 2018,"

Musornas kali ini

Delegasi IAAF saat tiba di Home Of Indonesia Athletics, Stadion Madya Senayan Jakarta

Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan lomba dalam setiap even kejuaraan Atletik di Asia, Federasi Atletik Dunia (IAAF) kembali mengadakan Pelatihan bagi para petugas lomba atau ITO (International Technical Officer) Asia di Jakarta, Jumat dan Sabtu (13/11 – 14/11) ini. Pelatihan yang diikuti 22 ITO dari beberapa negara Asia ini, termasuk dari Indonesia, mengambil tempat di hotel Atlet Century, jalan Pintu I Senayan, Jakarta.
 

PB PASI dan Regional Development Centre (RDC) IAAF di Jakarta, Menurut Direktur RDC Jakarta Dr Ria Lumintuarso, Msi, ditunjuk IAAF untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelatihan tersebut. “Pelatihan ini langsung dipimpin oleh ITO senior dari IAAF, Imre Matharazi,” ujar Ria Lumintuarso.

 

Selain Imre, hadir pula sejumlah pengurus IAAF dan Asosiasi Atletik Asia (AAA) yang menjadi wakil koordinator pelatihan yaitu Mr Nicholas, Mr Shuggumarran, Mr Shen Chunde, Mr C.K Valson, Mr Wong Tien Choy, dan Mr Yukio Seki. Dari Indonesia, ikut dalam pelatihan tersebut, ketua komisi teknik perlombaan dan perwasitan PB PASI Dwi Prijono.

 

 

Mantan Presiden IAAF Lamine Diack (tengah) saat menghadiri Kongres IAAF di Beijing, AGustus 2015 (Dok Istimewa)

 

Presiden Federasi Asosiasi Atletik Dunia (IAAF) Lamine Diack 1999 – 2015 kini tak bisa leluasa ke luar negeri. Paspor laki-laki berkebangsaan Senegal kini ditahan pihak kepolisian Prancis. Lamine dan sejumlah mantan pejabat IAAF sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian Prancis atas kasus dugaan korupsi dan pencucian uang. Diack sempat ditahan namun kemudian dilepaskan setelah membayar uang jaminan. "Ia membayar uang jaminan sebesar 500 ribu Euro," ujar asisten jaksa penuntut Yves Lourgoilloux .

Lamine Diack diduga menerima uang sebesar 1 juta Euro dari Federasi Atletik Rusia (ARAF) terkait upaya untuk menutupi sejumlah kasus doping yang menimpa para atlet Rusia termasuk salah satu atlet Marathon Rusia. Dikutip dari The Guardian, polisi melakukan penyelidikan sejak Juni 2015 lalu setelah badan Anti Doping Dunia (WADA) mendatangi kantor pusat IAAF di Monaco dan membawa sejumlah dokumen yang diduga merupakan bukti-bukti terkait aktifitas korupsi tersebut. WADA kemudian melaporkan hal tersebut kepada pihak Interpol, yang kemudian melakukan penyelidikan.

Selain memeriksa Lamine Diack, Kepolisian Prancis juga telah menahan Dr Gabriel Dolle, mantan direktur anti doping dan medis IAAF di Nice, Prancis. Pada Desember 2014 lalu, harian The Guardian mengungkap kisah Dolle yang merupakan pejabat senior di bidang anti doping di Atletik yang mengundurkan diri dari IAAF setelah diperiksa oleh komisi etik IAAF. Menurut sebuah sumber kepada Reuters, Polisi telah mendatangi kantor pusat IAAF pada senin lalu, dan memeriksa sejumlah orang dan dokumen. Bahkan, Presiden baru IAAF Sebastian Coe, yang ada di tempat tersebut telah menyatakan kesediaanya secara sukarela untuk diperiksa, namun polisi tidak memeriksanya.

Dugaan Kasus yang menjerat Lamine Diack mencuat setelah salah satu atlet Rusia yang merupakan juara London Marathon dan Chicago Marathon  Liliya Shobukhova mengaku diperas sebesar US $ 450 ribu atau  lebih dari Rp 6 Milyar untuk menutupi skandal Doping yang menimpanya. Liliya membayar uang tersebut kepada pejabat atletik Rusia (ARAF) yang kemudian diduga mengalir ke sejumlah pengurus IAAF.

Uang suap tersebut yang diduga kemudian meloloskan Shubukhova untuk kembali mengikuti kompetisi lari, setelah sebelumnya mendapat hukuman berupa pencopotan gelar juara London marathon dan Chicago Marathon serta pelarangan aktifitas seumur hidup. Pengakuan Liliya sendiri kemudian mengungkap praktek doping yang menimpa sebagian besar atlet Rusia dan mendorong terjadinya perubahan di tubuh ARAF termasuk lengsernya presiden ARAF Valentin Balaknichev.

Menteri olahraga Rusia, Vitaly Mutko mengakui adanya persoalan di ARAF. Meski, sejumlah pejabat ARAF telah diganti, namun ada indikasi perbuatan kriminal masih terus berlangsung. “Managemen lama sudah tidak berkerja lagi disana (ARAF). Dan kami memahami bahwa banyak kasus kriminal terjadi, namun semua belum jelas hingga saat ini,” ujar Vitaly. 

 e

Tine Dreier dan Jan Dreier Sedang memberi Pengarahan kepada Pelatih-pelatih Daerah saat Coaching Clinic di Makassar

 

Bagaikan magnet, satu persatu pelatih atletik dari berbagai daerah berebut untuk berfoto berdua dengan Nele Saar. Gadis asal Jerman ini pun tak kuasa untuk menolak. Dengan wajah yang tampak masih lelah, pelatih atletik yang baru berusia 21 tahun ini, tetap berusaha tersenyum selama difoto. Selain Nele, tiga pelatih asal Jerman lainnya; Jan Dreier, Kristine Dreier dan Marcus, juga menjadi sasaran foto bareng atau sekadar selfie. “Buat kita di Daerah, momen ini sangat langka. Kapan lagi, kita bisa diajari atletik oleh pelatih-pelatih Jerman,” ujar Marens Tomasoa, pelatih asal Maluku.

 

Sesi foto bersama menjadi momen penutup dari seluruh rangkaian acara “Coaching Clinic” yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, selasa, 27 Oktober 2015 lalu. Acara pelatihan yang berlangsung di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Selatan ini diikuti oleh 40 orang pelatih muda dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia. Diantaranya dari Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku.

 

Acara Pelatihan bertajuk “Athletics for Young Children ini berlangsung selama lima hari, sejak tanggal 23 Oktober 2015. Sebelum di Makassar, Nele dan rekan-rekannya juga memberikan pelatihan di Solo, Jawa Tengah dari tanggal 19 Oktober hingga 22 oktober 2015. Di Solo, para pelatih atletik yang diikutsertakan berasal dari kawasan barat Indonesia seperti Sumatera, Jawa hingga di Jakarta.

 

Menurut Sekjen Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung, Coaching Clinic ini merupakan bagian dari program kerja sama PB PASI dengan Federasi Atletik Jerman (DLV) dan negara bagian Schleswig Holstein (SHLV) yang sudah terjalin lama. Kegiatan ini, lanjut Tigor Tanjung, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pelatih-pelatih daerah untuk menambah pengetahuan sebanyak-banyaknya dari pelatih asing khususnya dalam bidang pelatihan atletik remaja dan anak-anak.

 

Dipilihnya Solo dan Makassar sebagai tempat penempaan para pelatih daerah, dan bukan Jakarta, menurut Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan, karena dianggap kedua daerah lebih siap dan bisa merepresentasikan kedua kawasan Indonesia yang sama sama memiliki potensi atlet muda. "Dengan memilih kedua tempat di luar Jakarta ini, PB PASI berharap sosialisasi keilmuan ini bisa menjangkau lebih banyak peserta daerah dari provinsi yang lebih banyak pula," ujar Muhamad 'Bob' Hasan.

 

Selama ini, banyak dari pelatih-pelatih daerah yang potensial, tidak bisa berkembang akibat tidak mengikuti perkembangan Science Sports yang selalu didengungkan PB PASI. Mereka mengalami kesulitan dalam mengakses pola dan metode pelatihan kepada anak-anak maupun remaja lewat fasilitas internet. Keterbatasan jaringan menjadi kendala klasik selain mahalnya infrastruktur penunjang.

 

Akibatnya, banyak metode pelatihan, khususnya pelatihan atletik bagi anak anak atau Kids Athletics dan Atletik bagi remaja, yang selama ini dijalankan oleh para pelatih daerah belum sesuai dengan metode pelatihan athletik modern. “Makanya kita datangkan para pelatih Jerman ini langsung,”tegas Mohamad Bob Hasan.

 

Dalam pelatihan, banyak hal-hal baru yang ditunjukan oleh kwartet pelatih Jerman ini. Diantaranya, melakukan latihan dasar-dasar gerak (seperti berjalan, lari, lempar, dan lompat) yang dikombinasikan dengan permainan dan kerjasama tim serta kemauan. “Yang terpenting, dalam Kids Athletics adalah bahwa Athletics itu haruslah menyenangkan, dan bergembira. Tidak boleh ada kekerasan, dan lainnya,” ujar Jan Dreier, ketua tim pelatih asal Jerman.

 

Ia yakin, jika kids athletics yang merupakan pondasi dalam proses regenerasi atlet bisa berjalan baik, maka potensi-potensi dan bakat-bakat atlet yang ada di Indonesia bisa terasah dan muncul lebih banyak lagi. Para pelatih daerah yang kebanyakan adalah para guru olahraga ini, menurut Jan, diharapkan bisa membawa pengetahuan dan pengalaman yang didapat untuk diterapkan di daerah masing-masing. “Keingintahuan dan motivasi mereka (Para pelatih daerah) cukup tinggi,” kata Jan Dreier.

 

Ketua Pengprov PASI Sulawesi Selatan (Sulsel) Haris Yasin Limpo menyambut baik inisiatif PB PASI menyelenggarakan pelatihan di Makassar. Adik kandung Gubernur Sulsel Syahril Yasin Limpo, ini bahkan berharap coaching clinic semacam ini dapat terus diselenggarakan PB PASI, dan Pengprov PASI siap menjadi tuan rumah pelatihan. “Kami berharap, dengan diadakanya pelatihan disini, akan banyak lahir pelatih-pelatih atletik berbakat yang bisa menghasilkan lebih banyak lagi atlet-atlet atletik bagi Sulsel khususnya.”

 

Asmara Bara  saat memimpin di nomor lomba Marathon Nasional Putra (Dok PB PASI/Eva A)

 

 

 

Full Marathon Elite Runner Men :

1.    Geoffrey Kiprotich Birgen (2 Jam 17 Menit 38 detik)

2.    Joshat Kiptanui Too Chobel (2 Jam 18 Menit 22 Detik)

3.    Luka Chelimo Kipkemoi (2 Jam 19 Menit 54 Detik)

 

Full Marathon Elite Runner women


1. Shankutie  (2.43:29)
2. Mercy Jilemo Too  (2.43:45)
3. Margareth Njuguna  (2.48:09)

Full Marathon Nasional Men


1. Asmara Bara  (2.32:00)
2. Agus Prayogo (2.33:02)
3. Saiin Alim    (2.34:00)

 

Full Marathon Nasional Women

1. Triyaningsih (3.05;24)

2. Olivia Sadi  (3.06;45)

3. Erni Ultaningsih (3.17;14)

 

Half Marathon Men :

1.    John Lorono Loria  (1.05;55)

2.    Stanley Kipkoech Kirul (1.07;16)

3.    Wairuri Anthony Kahuthu (1.07;47)

 

Half Marathon Women :


1. Peninah Jepkocech Kigen (01.22;54)
2. Sheryl Gruber (01.39;19)
3. Haidi Makinen (01.40;34)

Nomor 10 K Men

1.    Jauhari Johan (31 menit 40 detik)

2.    M Ridwan  (32 menit 11 detik )

3.    Rafi Dwitama Yusuf (41 menit 49 detik)

 

Nomor 10 K Women

 

1.    Rini Budiarti (37 Menit 30 detik)

2.    Nyai Prima Agitha (38 Menit 19 detik)

3.    Novita Andriyani (38 Menit 27 Detik)

 

Nomor 5 K Men

1.    Abdul Haris (16 menit 55 detik )

2.    Muhammad Amirullah (16 Menit 56 detik)

3.    Khamid Shoiman (17 Menit 02 Detik)

 

Nomor 5 K Women

1.    Yanita Sari (18 Menit 50 detik)

2.    Rieke Febrianti (18 Menit 51 Detik)

3.    Ambar Winarsih (20 menit 26 detik)

 

Full Marathon Master Men

1. Roberth Salusu (2.49:53)
2. Joko Pitoyo (2.57:20)
3. Holil  (3.07;27)

Full Marathon master Women:

1.    Supriyati Sutono (3.16;32 Detik)

2.    Rumini Sudrami  (3.22;04)

3.    Raquel Pirera      (3.29;10)

 

Page 2 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…