Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja tahun ini untuk pertama kalinya akan mempertandingkan nomor lari 1000 meter untuk atlet kategori remaja. PB PASI memutuskan memasukkan nomor baru ini untuk beberapa alasan. Pertama, nomor ini adalah salah satu nomor yang dilombakan di dalam Olimpiade Remaja (Youth Olympic Games) yang baru pertama kali dilaksanakan tahun lalu di Singapura. Dengan demikian, atlet Indonesia diharapakan terbiasa dengan nomor ini dan dapat lolos kualifikasi Olimpiade Remaja yang akan datang. Alasan kedua adalah agar PB PASI bisa menjaring pelari-pelari usia muda yang nantinya dikembangkan dalam nomor-nomor jarak menengah dan jauh.

Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja kembali digelar oleh PB. PASI sebagai bagian dari kalender kegiatan kompetisi tahun 2011. Sebanyak 30 provinsi telah memastikan keikutsertaannya dalam kejuaraan kali ini sehingga jumlah atlet yang akan hadir di Stadion Madya pada saat berlangsungnya kejuaraan yaitu tanggal 7-9 April 2011 adalah 550 atlet. Mereka akan berlaga dalam 70 nomor pertandingan.

Untuk mensukseskan penyelenggaraan kejuaraan nasional ini, PB. PASI telah menggaet mitra pendukung yaitu perusahaan jamu nasional terkemuka, PT. Sido Muncul yang berpusat di Semarang. Bagi Sido Muncul, ini bukan keterlibatan mereka yang pertama kali karena sebelumnya perusahaan ini juga telah beberapa kali mendukung kegiatan PB. PASI. Dukungan yang diberikan adalah berupa penyediaan dana sponsorship yang dapat dipakai untuk hadiah bea siswa bagi para atlet pemenang.

Bank Mandiri memberikan bantuan senilai Rp2 miliar untuk mendukung peningkatan prestasi atlet atletik Indonesia di ajang SEA Games XXVI. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini kepada Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bob Hasan di Stadion Madya Senayan Jakarta, Rabu (23/3).

Dukungan ini juga sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahanman Menteri BUMN dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor MOU-01/MBU/2010 dan nomor 0076/Menpora/03/2010 tentang dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pembinaan olahraga nasional.

Tanggal 3 September 2010 yang lalu Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) genap berusia 60 tahun. Didirikan di Jakarta enam dasa warsa yang lalu, PB. PASI termasuk induk organisasi tertua di Indonesia yang menaungi cabang olahraga terkuno di dunia dan disebut juga sebagai ibu dari semua cabang olahraga. Sepanjang rentang usia yang panjang ini, sepanjang itu jualah PASI telah berbakti bagi nusa dan bangsa sebagai pembela nama baik negara Indonesia di kancah olahraga internasional.

Silang pendapat tentang AD/ART KOI pasal narapidana masih saja terjadi. Hal ini terjadi karena ketentuan dalam AD/ART KOI itu menyangkut seorang pengurus olahraga yang sangat disegani dan dihormati di Indonesia yaitu Ketua Umum PB. PASI, Bob Hasan.

Sekali pun demikian, Bob Hasan tetap tenang dan santai menanggapi "penutupan pintu" baginya untuk menjadi Ketua Umum induk organisasi cabang olahraga "ibu semua cabang olahraga" pada masa mendatang. Sikap atau reaksi Bob Hasan yang tidak emosional ini telah beberapa kali dimuat dalam beberapa media cetak yang beredar di Jakarta beberapa minggu terakhir ini.

Dalam cabang olahraga atletik, Papua adalah daerah potensial penyuplai atlet handal Indonesia. Dulu, hingga pertengahan 90-an propinsi paling timur Indonesia ini adalah gudang atlet pelempar yang mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Namun, belakangan ini prestasi besar itu agak meredup. Tidak terdengar lagi atlet sehebat Frans Mahuse, Freddy Mahuse, Julius Uwe, Timotius Ndiken dan lain-lain. Melihat kenyataan ini, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PA

SI) telah mendapat dukungan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mengangkat kembali prestasi Papua itu.

Langkah awal yang diambil adalah mendatangkan Lars Riedel dari Jerman, juara dunia lempar cakram lima kali dan peraih medali emas Olimpiade 1996 di Atlanta, AS. Sejak awal Februari lalu, Lars Riedel berada di Timika membagikan ilmunya kepada 40 pelatih dan beberapa atlet dari 6 Kabupaten dan Kota propinsi Papua dan beberapa kabupaten propinsi Papua Barat. Penataran yang akan berlangsung hingga tanggal 8 Februari ini seluruhnya difasilitasi oleh PTFI mulai dari kedatangan Lars Riedel, kehadiran pelatih-pelatih lokal, akomodasi, sampai pada sarana dan prasarana pelatihan

Page 11 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…