Atlet Hendro saat melewati atlet SIngapura dan Myanmar

Atlet Nasional Hendro membuka perbendaharaan medali emas Indonesia dari Atletik di SEA Games 2015 Singapora. Hendro yang kerap disapa oleh teman-temanya sebagai Endro Kim Lung meraih medali dari nomor 20 km Jalan cepat.  Dalam perlombaan yang berlangsung di East Coast Park, Singapura, Sabtu, 6 Juni 2015. Hendro berhasil menyisihkan pejalan cepat Vietnam Nguyen Than Ngung  yang awalnya diprediksi bakal unggul karena memiliki personal best time lebih baik dari Hendro. Nguyen memiliki waktu terbaik 1;26;53 sebelumnya. Sementara Hendro 1;27;57 detik.

Namun, di lintasan East Coast Park yang terletak di tepi pantai tersebut, Hendro berhasil membuktikan sebaliknya. Hendro masuk finish pertama dengan catatan waktu 1; 34;38. Sementara, Nguyen Than Ngung malah tersisih cukup jauh dan berada di posisi keempat dengan waktu 1;52;12 atau berbeda 17 menit 49 detik. Posisi kedua ditempati kompatriot Nguyen Than Ngung, Vo Xuan Vinh  dengan catatan waktu  1;38;38. Medali perunggu diraih atlet jalan cepat malaysia, Harun M dengan catatan waktu 1;40;57 detik.

Menurut Manajer Tim atletik Indonesia Paulus Lay, keberhasilan Hendro sebenarnya sudah diprediksi oleh PB PASI. Paulus yang juga menjabat sebagai ketua bidang pembinaan dan prestasi ini mengatakan, sebagian besar lawan Hendro di SEA Games kali ini, memiliki kemampuan di bawah Hendro. “Hanya saja, yang tadi sempat dikhawatirkan kondisi panas, karena lokasinya persis di tepi pantai,” ujar Paulus.

Namun, berkat usaha keras Hendro akhirnya berhasil masuk finish di urutan pertama dan meninggalkan cukup jauh lawan-lawannya. Namun, catatan waktu Hendro belum melampaui rekornas yang pernah dibuat Hendro sendiri pada kejuaraan di Nanjing, China pada 4 Mei 2014 dengan catatan waktu 1;29 menit, 24 detik.

Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan Hendro. Tigor, berharap, atlet-atlet atletik lain akan ikut menyumbang medali emas kembali bagi Indonesia. “Semoga, atlet-atlet kembali mempersembahkan medali emas,” ujar Tigor Tanjung.  

Besok pagi, pelari asal Sumatera Barat Hamdan Sayuti akan bertanding di nomor Marathon putra dan diharapkan dapat menambah perbendaharaan medali bagi Indonesia. semoga.

Atlet-atlet Jarak jauh andalan Indonesia sehabis latihan di Taman Rafless, Singapura

Pembukaan SEA Games ke-28 di Singapura berlangsung meriah. Diiringi pesta kembang api dan permainan tata lampu yang indah, pesta olahraga negara-negara ASEAN resmi dibuka oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Sebelas negara Asean ikut serta. Hadir pada acara pembukaan tersebut sejumlah pemimpin negara ASEAN seperti Raja Brunei Darussalam Sultan Hasanal Bolkiah, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri yang ditemani putrinya Menteri Koordinator bidang pembangunan Manusia  Indonesia Puan Maharani dan sejumlah pejabat negara Asean lainnya.  

 

Sejumlah perlombaan sebenarnya sudah memulai babak kualifikasi sejak akhir mei lalu. Sebut saja, sepak bola dan renang indah. Sementara, Atlet-atlet Atletik baru akan berlaga pada hari sabtu, tanggal 6 Juni 2015.  Tak kurang dari 346 atlet yang terdiri dari 191 atlet putra dan 151 atlet putri ikut serta dalam event kali ini.   Tim atletik merah putih yang dikomandani ketua bidang pembinaan dan prestasi Paulus Lay, mengirim 23 atlet terbaik. Atlet jalan cepat Indonesia Hendro  akan menjalani laga perdana di nomor 20 km jalan cepat, pada pukul 16.00 sore waktu singapura (atau pukul 15.00 waktu Jakarta).

 

Sementara Pelari marathon Hamdan Sayuti akan berlaga di hari kedua pada hari minggu pukul 06 pagi waktu singapura. Menurut, Hendro, persiapan fisik dan mental terus dilakukan untuk mencapai hasil maksimal yang diharapkannya. “Saya kana berusaha mempersembahkan terbaik,” kata Hendro ketika ditemui di sela-sela latihan di are ataman rafles, di depan hotel Swissotel yang menjadi lokasi penginapan hampir semua kontingen atlet.  

 

Bob Hasan Menerima Penghargaan dari Presiden AAA Dahlan (Dok PB PASI/Tigor Tanjung)

 

Dedikasi ketua Umum PB PASI yang juga Honorary President AAA Bob Hasan terhadap dunia atletik tak bisa diragukan lagi. Berbagai penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri telah diberikan kepada pria 84 tahun yang telah mengabdikan  hampir seumur hidupnya bagi perkembangan dunia atletik nasional maupun internasional ini. 

Pada hari ini, 2 Juni 2015, Menteri Perindustrian dan perdagangan RI di masa presiden Soeharto ini, kembali diberi penghargaan oleh Asosiasi Atletik Asia  (AAA). Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden AAA Dahlan Al-Hamad di sela-sela pelaksanaan Kongres AAA dan Kejuaraan Atletik Asia di Wuhan, China tersebut, diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Bob Hasan yg dinilai telah berhasil menggalang kesatuan dan kekuatan atletik Asia sehingga diperhitungkan dalam kancah atletik global. 

CEO DLV Frank Hendel (tiga dari Kiri) dan Ketua Umum PB PASI Bob Hasan (Dok PB PASI)

 

Upaya untuk mendorong dilakukannya pembaruan dalam tubuh Federasi Atletik Internasional (IAAF) terus digulirkan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menjelang pelaksanaan kongres IAAF, di Beijing, China, Agustus 2015 mendatang. Tak terkecuali saat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Bob Hasan bertemu dengan kompatriotnya dari Jerman CEO DLV Frank Hensel di markas DLV di Darmstadt, Jerman, Selasa, 19 Mei 2015 lalu.   

 DLV merupakan organisasi yang memayungi olahraga Atletik di Jerman. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Bob Hasan ditemani Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung. Sementara Frank Hensel, ditemani Direktur keuangan DLV Norbert Brenner dan David Deister.

 Menurut Tigor Tanjung, DLV sepakat atas ide PB PASI untuk melakukan perubahan dalam sistem pelayanan IAAF. Sistem pelayanan IAAF selama ini berlaku dianggap masih kurang mengakomodir kepentingan negara-negara Asia.  Baik PB PASI maupun DLV, lanjut Tigor Tanjung, juga menyepakati untuk saling mendukung terhadap pencalonan kandidat masing masing dalam pemilihan pengurus IAAF.

 Rencananya, PB PASI yang didukung sejumlah negara Asia, akan menggulirkan usulan pencalonan Sekjen PB PASI Tigor Tanjung sebagai council Member IAAF. Sementara DLV bakal mencalonkan Clemens Prokop sebagai presiden IAAF. “Melalui kerjasama saling mendukung dalam pemungutan suara, diharapkan keduanya dapat terpilih,” ujar Tigor Tanjung.

 Kerjasama lain yang disepakati dalam pertemuan tersebut, menurut Tigor Tanjung, yaitu menyangkut upaya pengiriman kembali beberapa atlet yunior dan senior Indonesia untuk berlatih di Jerman seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Selama ini, DLV telah membantu memfasilitasi pengiriman pelatih-pelatih nasional maupun daerah untuk berlatih di Jerman.

 “PB PASI mengharapkan DLV bisa memfasilitasi pelatihan khususnya bagi atlet nomor lempar. Tapi, tidak menutup kemungkinan atlet di nomor lain,” tegas  Tigor Tanjung. PB PASI sendiri secara resmi telah mengundang pelatih Jerman untuk memberikan coaching Clinic selama 1 hingga 2 minggu. Termasuk, membawa atlet terbaiknya, sebagaimana dilakukan di awal tahun 2015 lalu. Saat itu PB PASI mengundang dua pelatih nasional Jerman Michael Deyhle dan Dieter Kollark untuk memberikan coaching clinic terhadap pelatih dan atlet nomor lempar selama dua minggu.

 Dalam kesempatan pertemuan itu, DLV juga memberikan buku-buku panduan latihan atletik bagi anak-anak kepada PB PASI yang diterima langsung Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.   

 

 

Bob Hasan dan Presiden IAAF Lamine Diack (dok PB PASI)

 

Tiga bulan menjelang pemilihan pemegang tampuk pimpinan Asosiasi Atletik Internasional ( IAAF), suasana persaingan di antara dua kandidat Presiden IAAF yaitu Sergey Bubka dari Ukraina dan Sebastian Coe dari Inggris, terasa semakin memanas. Kedua legenda atletik ini, melontarkan gagasan-gagasan untuk melakukan perubahan di dalam manajemen IAAF apabila terpilih menjadi Presiden. Dengan cara masing-masing mereka melakukan pendekatan pada masing-masing negara anggota IAAF untuk meyakinkan bahwa mereka adalah calon yang pantas dipilih. Manuver keduanya terekam di saat berlangsungnya Seri Diamond League, di Doha, Qatar, 15 Mei 2015 lalu. 

Ketua umum PB PASI Bob Hasan, yang hadir pada kesempatan tersebut membenarkan manuver kedua kandidat tersebut. Bob Hasan yang hadir bersama Sekretaris Umum PB PASI Tigor Tanjung yang juga Wakil Presiden Asosiasi Atletik Asia (AAA) ini, mengatakan bahwa, usulan perubahan di tubuh IAAF sebenarnya telah disampaikannya pada saat bertemu kedua kandidat presiden IAAF itu saat berlangsungnya Council Meeting AAA di Jakarta, Maret 2015 lalu.  "IAAF harus mengubah diri apabila atletik tetap diinginkan menjadi cabang olahraga terpandang di dunia," ujar Bob Hasan melalui sambungan telepon internasional dari Doha (15/5).

Kedua kandidat menemui Bob Hasan untuk meminta masukannya terkait dunia atletik. sebagaimana diketahui, Bob Hasan merupakan tokoh atletik dunia yang telah malang melintang puluhan tahun di dunia atletik dunia. ia bahkan, sempat menjadi Presiden Atletik Asia (AAA) selama dua periode (1991-2000) hingga kini menjadi honorary Life Presiden AAA. 

(TT/Doha,Qatar)

 

Pada jamuan makan malam sehari sebelum berlangsungnya Diamond League, Presiden IAAF Lamine Diack memberikan sambutan yang sarat dengan kata-kata perpisahan. Ia sempat mengenang saat-saat bekerja sama dengan Bob Hasan semasa Ketua Umum PB PASI ini menjadi council member IAAF periode 1991-1999. Diamond League yang diselenggarakan di Doha ini membuka 14 seri rangkaian Diamond League tahun 2015.

 

 

Burhan Wardhani  saat memasuki garis finish pada 1st Asian Youth Athletics Championship 2015 di Doha, Qatar (Dok: AthleticAsia.org)

 

Doha, Qatar, 12 Mei 2015

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet-atlet atletik nasional Indonesia di pentas internasional. Kali ini, prestasi itu diperoleh atlet atlet remaja Indonesia di ajang ‘1st Asian Youth Athletics Championships” di Doha, Qatar. Dalam kejuaraan yang berlangsung sejak tanggal 8 Mei hingga 11 Mei 2015 tersebut, tim Atletik Indonesia  berhasil mengoleksi 1 medali perak dan 4 medali perunggu. “Kita bersyukur, para atlet pelapis di level remaja ini, sudah bisa bersaing dengan atlet-atlet Asia lainnya,” ujar Tigor M Tanjung, Sekjen PB PASI.

 

Medali perak diraih atlet putri asal Jawa timur Devi Ayu Febriana di nomor lompat galah putri dengan lompatan setinggi 3,40 meter. Di nomor ini, peringkat satu diraih atlet asal Kazhakstan Anna Danilovskaya dengan lompatan setinggi 3,70 meter. Sementara medali perunggu diraih atlet asal tuan rumah Qatar yaitu Fatima Othman Al Absi dengan lompatan setinggi 2 meter.

 

Raihan 4 medali perunggu Indonesia sendiri didapat diantaranya dari Burhan Wardhani yang turun di nomor Sprint 100 meter. Burhan mencatat waktu terbaik 10,81 detik atau kalah dari sprinter Taiwan Yu Sen Shen (10,48) dan sprinter China Tang Yao (10,60) yang menduduki peringkat pertama dan kedua. Selain Burhan, perunggu juga diraih sprinter muda asal Jawa Timur Ogsa Agfreansa di nomor 200 M, Spirnter Irwan Suadi (110 M gawang) dan pelompat galah Teuku Tegar Abadi.    

 

Indonesia yang mengirimkan hanya mengirimkan 13 atlet remaja yang terdiri dari 8 atlet putra dan 5 atlet putri berhasil menduduki peringkat 17 dari 24 negara yang ikut serta dengan 1 perak dan 4 perunggu. China bertengger di peringkat pertama dengan perolehan 16 medali emas, 11 perak, 5 perunggu. Peringkat kedua diduduki Taiwan dengan 4 emas, dan 1 perunggu. Sementara peringkat ketiga diraih Kazakhstan dengan 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

 

 Pada ajang yang baru pertama kali diselenggarakan ini, para atlet yang dikomandani pelatih nasional Alex Retraubun ini ikut di sembilan nomor pertandingan yaitu Lari 100 m, 200 m, 400 m, 110 M gawang, 400 M gawang, 1500 M, 2000 M steeplechase, lontar martil, dan lompat galah. Rencananya, rombongan atlet Indonesia ini akan kembali hari Rabu, 13 Mei 2015 pukul 14.30 siang.    

Dok PB PASI

 

Setelah memecahkan rekornas estafet Putra, di ajang Singapore Open awal April 2015 lalu,  Iswandi dan kawan-kawan kembali berupaya mempertajam catatan waktunya dengan mengikuti ajang lomba Taiwan Open, 13-17 Mei 2015.

“Tampil dalam lomba lari estafet di Taiwan sangat penting artinya bagi atlet Pelatnas, khususnya di nomor sprint 100 m. Melalui kerjasama yang apik, kesepuluh pelari masing-masing 5 putra dan 5 putri diharapkan memperbaiki rekor yang dimiliki selama melakukan latihan di Pelatnas SEA Games,”ujar ketua bidang pembinaan PB PASI Yohanes Paulus Lay.

Paulus melanjutkan, selain ketajaman atlet, ajang Taiwan Open juga diperlukan untuk mengasah ketajaman feeling pelatih. Pelatih, menurut Paulus, dituntut untuk memiliki kepekaan untuk menentukan tim yang akan diturunkan jelang lomba.

Taiwan Open dipilih karena para peserta lomba berasal dari negara-negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang dan China,  yang nota bene memiliki kualitas, sama atau lebih baik dari Indonesia.

 

 

Tim Sumatera Barat hingga hari ketiga masih meimpin perolehan medali emas kejuaraan nasional atletik Pra Remaja dan Remaja 2015 di stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur. Tim Jawa Tengah dan Jawa Timur  menyusul di peringkat kedua dan ketiga. hari ini, yang merupakan hari terakhir perlombaan masih ada 17 medali emas yang akan diperebutkan, sehingga masih memberi peluang kepada tim-tim lain untuk mengejar dan meraih juara Umum.

 

Perolehan medali hingga hari ketiga, jumat, 3 April 2015

No Daerah           Emas Perak Perunggu Total
1 Sumatera Barat    8      2         4          14
2 Jawa Tengah       7      9         8          24
3 Jawa Timur          6      8         3          17
4 DKI Jakarta          6      6         9          21
5 Jawa Barat           5      8         4          17
6 Lampung             3      2         0           5
7 D.I Jogyakarta       2     1         1           4
8 Kep. Bangka B       2     1         0           3
9 Maluku                 2      0        1           3
10 Sumatera Sel       0      1        1           2

 

stadion Si Jalak Harupat

 

 

Setelah sempat tertunda akibat penundaan jadwal Liga Super Indonesia 2015 (LSI) Februari 205 lalu. Perlombaan lari sprint perdana di sela-sela jeda waktu pertandingan sepakbola LSI 2015, bakal segera terwujud. Kepastian tersebut didapat setelah Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bertemu dengan juara ISL 2014 Persib Bandung dan pihak dinas Pemuda olahraga dan pariwisata (dispopar) kabupaten Bandung, di Soreang, kamis, 2 April 2015.

Dalam pertemuan yang dihadiri Direktur Persib Risha Widjaya, Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Persib Budhi Brahmana,  kepala Dispopar H Ahmad Djohara dan ketua Tim lomba Sprint ISL PB PASI Hendri Firzani disepakati untuk mengadakan hanya dua nomor lomba sprint pada laga “kick off’ ISL 2015 di stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung.  Dua nomor tersebut yaitu lomba lari 100 meter dan 200 meter putra putri. Rencananya untuk perlombaan perdana ini, PB PASI akan menurunkan atlet-atlet remaja asal provinsi Jawa barat sebagai bagian dari uji coba menuju PON 2016 di Bandung.

Penyelenggaraan lomba sprint di jeda waktu istirahat pada pertandingan sepakbola ISL ini merupakan pelaksanaan dari kesepakatan antara PB PASI dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kesepakatan tersebut, dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung dan Sekjen PSSI Joko Driyono yang disaksikan oleh Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan dan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, awal Februari 2015 lalu.  

Dalam nota kesepahaman tersebut, disepakati bahwa PSSI akan memfasilitasi PB PASI menyelenggarakan perlombaan atletik untuk beberapa nomor perlombaan sprint yaitu 60 M, 100 m, 200 M dan estafet 4 x 100 m serta 4 x 400 Meter di ajang ISL 2015. Penyelenggaraan lomba akan dilakukan di sejumlah stadion sepakbola penyelenggara ISL 2015 yang memiliki track atletik sesuai standar. “Kerjasama ini merupakan sebuah langkah maju, untuk mengembangkan minat anak muda pada olahraga atletik khususnya di kalangan pecinta sepakbola nasional,” ujar Bob Hasan, ketua PB PASI beberapa waktu lalu.

Sebagai timbal balik kerjasama ini, pihak PB PASI juga akan menyediakan tenaga kepelatihan /instruktur bidang atletik bagi pengembangan dan pelatihan atlet-atlet maupun pelatih Sepakbola.

Wita Witarsa dan Rini Budiarti bersama Maria Londa, Dedeh Erawati dan Pageh saat tiba di tanah air dari Asian Games 2014 (Dok PB PASI)

 

Jakarta, 26 Maret 2015, Tim Atletik Merah Putih kembali diberangkatkan ke ajang internasional. Kali ini, Atlet Senior Rini Budiarti (5000m) dari DKI Jakarta dan Hamdan Sayuti (10000m) dari Sumatera Barat yang ditemani pelatih Witarsa Wita akan berlaga di IAAF World Cross Country Championships 2015 di kota Guiyang, China pada 28 Maret 2015. Kedua atlet yang kerap menjadi jawara di ajang lomba lari jarak jauh ini, akan bersaing dengan 400 atlet dari 51 negara di arena lomba yang berada di kawasan pegunungan, 30 km dari pusat kota Guiyang.

Page 4 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…