Surabaya, PON Remaja I -  Tim tuan rumah Jawa Timur akhirnya membuktikan keperkasaanya di hari terakhir perlombaan Cabang Olahraga (Cabor) Atletik Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I  yang digelar di Lapangan Oentoeng Poedjadi FIK Unesa Surabaya, Jawa Timur. Dengan tambahan dua medali emas dari nomor estafet 4 x 100 meter putra dan putri, tuan rumah berhasil mengoleksi delapan medali emas, tujuh perak dan 3 perunggu. Jawa Timur menyisihkan tim Sumatera Barat di peringkat kedua yang terus menempel ketat perlombaan atletik dimulai. Sumbar mendulang 6 emas, 7 perak, dan 4 perunggu. Disusul tim DKI Jakarta 5 emas, 4 perak dan 5 perunggu.

Pada hari terakhir lomba, kembali terjadi pemecahan rekor nasional remaja. Kali ini, atlet Papua Barat Silzer Y Numberi memberi kejutan dengan memecahkan rekor nasional remaja nomor 400 meter  dengan catatan waktu 49.12. Silzer memecahkan rekornas milik atlet NTB Arif Rahman yang sudah bertahan selama 4 tahun yaitu 49,25 detik. Selain Silzer, rekornas 400 meter tersebut juga dilakukan atlet Jawa Timur Ifan Anugrah Setiawan dengan 49,18 detik yang menduduki peringkat kedua.

Sehari sebelumnya atlet Riau Denny Putra Yohan juga memecahkan rekornas Lontar Martil dengan jarak lemparan sejauh 53,55 Meter atau lebih jauh dari rekornas sebelumnya yang dipegang atlet DKI Jakarta Kresno Setyo dengan lemparan 52,72 M. Selain itu, pemecahan rekornas juga dilakukan atlet Jawa Timur Tengku Tegar dari nomor Lompat Tinggi Galah putra dengan lompatan setinggi 4,35 M atau lebih baik dari rekornas sebelumnya yang dipegang Eko wicaksono setinggi 4,20 Meter.  
 
Usai pertandingan, Ketua Bidang Organisasi PB PASI letjen (purn) Zacky Anwar Makarim memberikan apresiasi atas banyaknya pemecahan rekornas di ajang PON Kali ini. Menurut Zacky, pemecahan rekornas yang dilakukan beberapa atlet dari berbagai daerah dan distribusi medali yang hampir merata didapat semua daerah yang ikut serta menunjukan mulai meratanya prestasi atletik daerah, Ini, menurut Zacky,  juga menunjukan bahwa program pembinaan mulai berjalan di daerah. "Tapi, kita belum boleh puas atas hasil ini, Pembinaan ini harus terus ditingkatkan agar kita bis aterus menghasilkan atlet-atlet muda yang bis abersaing di pentas internasional," ujar Zacky.  (HF)         

 

Peringkat daerah Peraih medali Atletik PON Remaja 2014

No

Propinsi

Emas

Perak

Perunggu

1

Jawa Timur

8

7

3

2

Sumbar

6

7

4

3

DKI Jakarta

5

4

5

4

DI Yogjakarta

3

-

3

5

Jawa tengah

3

-

3

6

Jawa Barat

2

2

2

7

Riau

2

2

1

8

Bali

1

3

1

9

NTT

1

2

3

10

Bangka Belitung

1

2

2

11

Aceh

1

2

1

12

NTB

1

2

1

13

Lampung

1

1

2

13

Papua

1

1

-

14

Papua Barat

1

-

1

15

Bengkulu

1

-

-

16

Sumatera Selatan

-

2

2

17

Maluku

-

1

1

18

Sumut

-

1

-

19

Sulawesi Selatan

-

-

1

20

Kalimantan Barat

-

-

1

 

 

 

dari Kiri : Zubair, Priadi, Enny Martodihardjo, Bob Hasan dan Tarmudianto  (Dok PASI : Ardy)

Surabaya, PON Remaja I - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan memberi penghargaan khusus kepada empat orang pelatih yang dinilai berjasa menghasilkan bibit-bibit muda atlet dari daerah masing-masing. Pemberian penghargaan yang dilakukan di sela-sela pelaksanaan PON Remaja I di Stadion Atletik Unesa, Surabaya ini diberikan kepada pelatih asal Sumatera Barat Priadi Kaliman, Pelatih DKI Jakarta yang juga seorang pelatih Nasional Enny Martodihardjo, Pelatih asal Bima, Nusa Tenggara Barat Zubair dan pelatih asal Jawa Timur Tarmudianto.

Dalam kesempatan itu, Bob Hasan mengatakan para pelatih dan juga atlet adalah aset penting untuk meraih prestasi. “Pelatih dan atlet adalah aset, ini harus dijaga, makanya kita semua harus memberikan perhatian khusus,” ujar Bob Hasan.

Menurut Zubair, penghargaan ini menjadi sesuatu yang sangat mengejutkan. Pria asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini sangat mengapresiasi apa yang diberikan PB PASI. Pelatih yang telah menghasilkan banyak atlet nasional seperti Fadlin, Nurul Imaniar, Iswandi dan  M Ridwan ini berharap, penghargaan ini bisa memotivasi pelatih lain untuk terus menghasilkan atlet-atlet baru nasional.

wakil ketua bid BINPRES PB PASI Nanang Kusuma sedang memberikan pelatihan

 

Surabaya, Di sela-sela penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional Remaja I di Surabaya, Jawa Timur,  Panitia pelaksana cabang atletik menyelenggarakan Coaching Clinic bagi para pelatih atletik, di Ruang Java, hotel Graha Residence, Surabaya, kamis (11/12) lalu . Pelatihan yang berlangsung selama hampir 4 jam itu diisi oleh beberapa pemateri yang merupakan para pelatih dan pembina atletik Nasional.

Diantaranya, bapak Ria Lumintuarso dari Regional Development Centre IAAF Jakarta, Enny Martodihardjo, DR Boedi Darma Sidi, Paulus Lay dan wakil ketua bidang pembinaan dan prestasi PB PASI yang baru Nanang Kusuma. Dalam pemaparan di hadapan lebih dari 40 peserta tersebut, Ria mengemukakan tentang pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dalam proses pengembangan prestasi atlet.

Implementasi tersebut bisa dilakukan, menurut Ria, dari hal-hal yang sederhana seperti penggunaan head set player yang digunakan atlet saat latihan untuk mengatur  pace latihan hingga penggunaan simulator hall untuk memungkinkan atlet merasakan suasana pertandingan.  “ilmu dan teknologi merupakan performance factor yang penting untuk mencapai prestasi sprint,” ujar Ria.

Sementara itu, Paulus Lay dan Nanang Kusuma mengemukakan mengenai proses perkembangan prestasi atlet yang ada saat ini. Baik dari sisi peningkatan prestasi maupun proses tahapan pembinaan atlet yang dimulai dari usia 7 tahun dengan gerakan dasar, hingga usia 28 tahun merupakan puncak pembinaan prestasi.   

 

Iswandi (Kanan) Saat meraih medali emas di Asian beach Games 2014 (dok :ABG2014)

 

Jakarta, 7 Desember 2014

Kejuaraan Olahraga Mahasiswa se-ASEAN 2014 akan resmi digelar 9 Desember 2014 mendatang. Kejuaraan yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan hingga 21 Desember 2014 itu diikuti 11 negara dan mempertandingkan 20 cabang olahraga. 

Tim atletik Indonesia sendiri terdiri dari 40 Atlet dan 6 Pelatih di bawah manajer Tim Agustinus Ngamel, yaitu 24 atlet putra dan 16 atlet putri dan lima pelatih. Kegiatan ini dibawah pengelolaan Direktorat Pendidikan Tinggi (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Ikut dalam tim atletik beberapa atlet nasional, junior dan senior,  yang dipersiapkan untuk menghadapi SAE Games ke XXVIII 2015 mendatang di Singapura.

Tim Atletik Indonesia terdiri dari

Putra: 1) Iswandi/Sprint; 2) Fadlin/Sprint; 3) Yudi Dwi Nugroho/Sprint; 4) M. Rozikin/ Sprint; 5) Sapwaturrahman/Sprint;  6) Edy Ariansyah/ 400M; 7) Arif Rahman/400M; 8) Denny Hadiwijaya /400M;9) andrian/400MGw; 10) M. Hafis/800M; 11 Ridwan/1500M; 12) Ferdi Irianto/3000M Stp.Chase; 13) Nurshodiq/5000M-10.000M; 14) Rio Maholtra/110MGw; 15) Eko Wicaksono/Lompat Tinggi Galah; 16) Guntur Ibrahim/Lompat Tinggi; 17) Noval/ Lompat Jauh; 18) Frans De Boer/Lontarmartil-L.Cakram; 19) Ardiansyah Apandy/Lontar Martil-L. Cakram; 20) Abdul Hafiz/Lempar Lembing; 21) Koko Hadi W/ Lompat Tinggi Galah; 22) Nanang Fahmi/Tolak Peluru; 23) Narta Hani Sugara/Lempar Cakram; 24) Hardadi Sihombing/Lempar Cakram

Putri: 1) Serafi A. Unani/Sprinnt; 2) Niafatul Aini/Sprint; 3) Trisetyo Utami/Sprint; 4) Irene Alisyahbana/ Sprint; 5)  Lusiana Satriani/Sprint; 6) Sri Maya sari/400M; 7) Lismawati Ilang/800-1500M; 8) Anjasari Dewi/400M; 9)  Emilia Nova/Sapta Lomba; 10) Ken A. Taya/100MGw; 11) Afriana Paijo/5000M; 12) Nadia Anggraini/Lompat Tinnggi; 13) Eki F. Ekawati/Tolak Peluru; 14) Dewi A.A. Kurniyanti/Tripple Jump; 15) Tresna PG Ayu/ Lontar Martil-Cakram; 16) maria N Londa/Lompat Jauh.


 

Boedi Darma/Bid. Hub.Lu PB PASI

 

 

Press Release

Jakarta, 5 Desember 2014.

Untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga atletik, banyak cara dilakukan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Salah satunya yaitu dengan menjalin kerjasama dengan cabang olahraga lainnya. Pada hari Jumat, 5 Desember 2014 lalu, sekretaris Jenderal PB PASI  Tigor Tanjung mengadakan pertemuan dengan Sekretaris jenederal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Joko Driyono di Hotel Mulia, Jakarta. Pertemuan yang merupakan tindaklanjut atas pertemuan sebelumnya dengan Ketua PB PASI Bob Hasan ini, membicarakan kemungkinan kerjasama simbiosis mutalisme antara sepakbola dengan Atletik. "Kami ingin meningkatkan minat penonton sepakbola, yang sebagian besar anak muda, terhadap olahraga atletik,"ujar Tigor Tanjung.

Dalam rancangan kerjasama yang akan ditindaklanjuti dengan sebuah MOU tersebut, PB PASI dimungkinkan menggelar pertandingan atletik di lintasan saat jeda pertandingan sepakbola. Pada saat waktu jeda istirahat pemain 15 menit. setidaknya ada 10 menit waktu jeda yang bisa digunakan untuk perlombaan atletik seperti lomba lari estafet 8 x50 meter, 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter. Harapannya, selama masa jeda, para penonton sepakbola tidak merasa bosan menunggu dan tetap bisa menikmati aroma kompetisi. 

Sementara itu, PB PASI yang memiliki banyak stok pelatih fisik siap menyediakan pelatih fisik bagi klub sepakbola maupun PSSI untuk meningkatkan kemampuan berlari dan VO2 Max para atlet sepakbola. "PSSI menyambut baik usulan kerjasama ini," ujar Joko Driyono. Joko berharap kerjasama ini bisa segera dimulai di musim kompetisi 2015 yang akan dimulai Februari 2015 mendatang.  

HF

Bob Hasan memberi Tembakan Start lomba SCHMI 2014 (dok SCHMI)

 

Tangerang, 23 November 2014 – Ketua Umum PB PASI Bob Hasan ikut membuka pelaksanaan Lomba Standard Chartered Half-Marathon Indonesia (SCHMI) 2014 yang digelar di Green Office Park, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, hari minggu lalu. Lebih dari 3.300 peserta dari dalam dan luar negeri berpartisipasi pada kompetisi yang memasuki penyelenggaraan kelima sejak diadakan pertama kali pada tahun 2009. Kehadiran Bob Hasan yang ditemani sejumlah pengurus PB PASI diantaranya sekjen PB PASI Tigor M Tanjung dan wakil Sekjen PB PASI Tuti Merdiko merupakan bagian dari dukungan PB PASI atas penyelenggaraan lomba yang diorganisir oleh Jakarta Free Spirit ini.

Seperti diketahui, mulai tahun ini, SCHMI secara resmi mendapatkan sertifikasi dari PB PASI sebagai salah satu lomba lari jalan raya yang masuk dalam kalender resmi PB PASI. "Dengan sertifikasi dari PB PASI ini, maka level lomba ini otomatis menjadi naik dan catatan waktu pemenang lomba ini, bisa masuk rekornas jika berhasil memecahkan rekornas yang ada," ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung. Selain SCHMI, lomba lari jalan raya lainnya yang masuk kalender resmi dan mendapat sertifikasi PB PASI yaitu, Mandiri Jakarta Marathon, Mandiri 10 K, Borobudur 10K dan BII Bali Marathon.

CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Shee Tse Koon mengatakan, “Kami sangat senang SCHMI tahun ini berjalan dengan baik, semua peserta mencapai finish. Kami berterima kasih kepada para peserta atas keikutsertaanya, yang secara langsung mendukung program Seeing is Believing. Jakarta Free Spirit yang membantu dalam mengorganisir kegiatan ini, dukungan PB PASI sebagai bagian dari peningkatan kualitas SCHMI sebagai kompetisi nasional dan akan menjadikan SCHMI pada agenda kalendar kompetisi di Indonesia.”

Dengan mengangkat tema Run For a Reason, seluruh uang pendaftaran peserta akan disumbangkan melalui organisasi IAPB (International for Preventable Blindness) untuk mendanai sejumlah program penanganan isu kebutaan yang dapat dihindari di Indonesia. Program termasuk antara lain; pemeriksaan dan distribusi kacamata bagi pelajar serta guru SD dan SMP, pengadaan klinik kesehatan mata bagi penderita diabetes dan klinik kesehatan mata bagi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Sementara untuk pemenang pertama pelari asal Indonesia dari 21K SCHMI, Sain Alim dari kategori Pria 21K dan Odelita Naibahu dari kategori Wanita 21K, secara otomatis akan mewakili Indonesia pada Standard Chartered Full Marathon di Singapore, pada 7 Desember 2014.

 

 

 

Tim Estafet putri 4 x 60 M raih perunggu Asian Beach Games 2014  (dok: phuketthailand2014.com)

 

Meskipun baru kali pertama tampil di arena Asian Beach Games IV, atletik Indonesia  mampu menyumbang 3 medali bagi tim Merah Putih. Ketiga medali didapat dari Iswandi yang berhasil meraih emas dari nomor lari 60 meter putra, perak disumbangkan tim cross country putri dan perunggu disumbangkan oleh tim estafet putri dari nomor 4 x 60 meter. Dalam Lomba yang dilangsungkan di kawasan Naiyang Beach, Kamis (20/11), Iswandi membuat waktu terbaik 7 ,10 detik.

Medali perak dan perunggu diraih perlari tuan rumah Thailand Ruttanapon Sowan dengan waktu 7,20 detik dan Jirapong Meenapra 7,28 detik. Pelatih atletik pantai Eni Nuraini mengatakan keikutsertaan cabang ini di ABG kali ini merupakan yang pertama kalinya. “Untuk lari pantai ini sangat berbeda dengan lari di lintasan biasa, dan hasil ini merupakan sebuah prestasi cukup luar biasa,”ujar ibu Enny Sumartoyo.

Sukses Iswandi tidak diikuti pelari putri yang turun juga di nomor final 60 meter putri, Serafi Unani yang harus puas menempati peringkat keempat dengan catatan waktu 8,31 detik. Emas direbut pelari tuan rumah Khanrutai Pakdee 8,06 detik, perak Tassapon Wannakit 8,13 detik dan perunggu Viktoriya Zyabkina dari Kazakhstan 8,16 detik.

Namun Serafi bersama tiga atlet cross country putri berhasil meraih perunggu Estafet 4 x 60 meter.  Tim Cross country putri yang diisi Aprilia Kartina, Lismawati Ilang dan Triyani Pamungkas sebelumnya berhasil meraih medali perak nomor cross country. Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia sendiri pada perhelatan Asian Beach Games yang ke-4 ini mengirim sembilan atlet yaitu  Nursodiq (Jawa Barat), Atjong Tio (Jawa Timur), Hendro (Jawa Barat), Bilal Bilano (DKI Jakarta), Aprilia Kartina (Sumatera Barat), Tri Yani Pamungkas (DKI Jakarta), Lismawati Ilang (Sulawesi Selatan), dan Serafi Anelis Unani (Jawa Timur).

 

 

Kontingen Atletik Indonesia yang dipimpin ibu Enny Martodihardjo (Duduk tengah) sesaat sebelum berangkat ke Thailand (dok PB PASI)

 

Jakarta, 17 November 2014 –

Menyusul diikutsertakannya cabang olahraga Atletik dalam ajang Asian Beach Games ke-4 (ABG ke-4) di Phuket, Thailand, tim atletik Indonesia yang dipimpin head coach PB PASI ibu Enny Nuraini Martodihardjo, hari ini, diberangkatkan menuju Phuket, Thailand. Tim yang beranggotakan 9 atlet dan 2 official itu, akan mulai bertanding pada 19 November hingga 22 November 2014. ABG ke-4 telah dibuka secara resmi sejak 14 November 2014 hingga penutupan nanti pada 23 November 2014.

Dalam keikutsertaannya yang pertama kali ini, Tim Atletik Indonesia menurunkan sprinter asal Nusa Tenggara Barat Iswandi, Nursodiq (Jawa Barat), Atjong Tio (Jawa Timur), Hendro (Jawa Barat), Bilal Bilano (DKI JAKARTA), Aprilia Kartina (Sumatera Barat), Tri Yani Pamungkas (DKI Jakarta), Lismawati Ilang (Sulawesi Selatan) dan Serafi Anelis Unani (Jawa Timur). Asian Beach Games Phuket, Thailand, menjadi ajang pertama kalinya Cabang olahraga Atletik dipertandingkan. Kejuaraan multieven tingkat Asia yang diselenggarakan ‘Olympic Council of Asia” ini memasukan atletik setelah mendapat masukan dari Asosiasi Atletik Asia (AAA). Harapannya, atletik bisa menjadi olahraga permainan sebagaimana cabang olahraga permainan pantai lainnya.

Dalam ABG ke-4 kali ini, terdapat 7 nomor lomba yang dipertandingkan di cabang atletik yaitu, sprint 60 meter, tolak peluru, Lompat jauh, Lompat Tinggi, cross country individual, dan 60 meter campuran. Head coach yang juga manajer tim atletik Indonesia Enny Nuraini Martodihardjo mengungkapkan bahwa para atlet nantinya akan turun di nomor individual sprint dan cross country. Para atlet yang berasal dari atlet-atlet yang selama ini telah bernaung di bawah pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI akan bersaing dengan atlet dari 45 negara peserta ABG ke-14. Menurut Enny, sejak dua bulan lalu, para atlet yang ditunjuk untuk mengikuti ABG ke -4 telah digembleng secara khusus. Bahkan, mereka sempat berlatih di kawasan Pantai Ancol, untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pantai tempat pertandingan nanti. “(tapi) kami hanya berlatih dua kali, karena ternyata lokasi pertandingan ABG ke-4 di Pantai Naiyang, kawasan Phuket, bukan di atas pasirnya, tapi di atas tanah yang dipadatkan, jadi seperti berlari di lintasan gravel saja,” ujar Enny.

Dari 19 atlet yang ditunjuk pertama kali oleh PB PASI, akhirnya hanya sembilan orang yang diberangkatkan ke Thailand. Beberapa nama atlet senior yang sempat masuk dalam daftar, seperti Maria Natalia Londa dan Rini Budiarti, terpaksa tidak diberangkatkan. Maria, yang tadinya diandalkan bisa meraih medali emas di ABG ke-4 ini, dicoret karena kondisinya yang belum pulih paska cedera setelah meraih medali emas Asian Games Incheon, Korea selatan beberapa waktu lalu. Begitu pula kondisi Rini Budiarti yang masih mengalami kelelahan setelah ikut di Asian Games dan Jakarta Marathon, 26 Oktober 2014 lalu. Menurut Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, para atlet yang dikirim ke ABG Ke-4 di Thailand, belum dibebani target untuk menjadi juara. “Ini pertamakali atletik dilombakan, jadi mereka (atlet Indonesia) Cuma dibebani target untuk meraih hasil terbaik,’ujar Tigor Tanjung.

 

Rasa penasaran Jeany Nuraini sejak setahun lalu terbayar sudah. Gadis asal Jakarta 22 Agustus 2000 ini kini menatapkan target barunya,” Saya ingin memecahkan rekornas remaja 60 meter.”   Jeany menjadi juara nomor 60 meter remaja kejuaraan nasional “Mandiri Bob Hasan Sprint 2014”, minggu, 9 November 2014.

Setahun lalu, atlet yang kini bergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI ini hanya bisa menyaksikan podium juara dari bangku supporter. Jeany gagal di final setelah dikalahkan sejumlah atlet dari Jawa timur dan Jawa Barat. ”Alhamdulilah, setelah setahun di Pelatnas (pemusatan Latihan nasional PB PASI), saya akhirnya bisa merasakan podium juara,” ujar Jeany. Ia mencatat waktu tercepat 7,70 detik. Peringkat kedua dan ketiga diduduki atlet Sumatera Barat Dwina Ade Yulia dan atlet Jatim Dea Salsabila.

 Selain Jeany, atlet Pelatnas PB PASI  lainnya yang merasakan  podium juara yaitu atlet asal Jawa Timur, Burhan Wardhani.   Cowok kelahiran Nganjuk, 1 Februari 1998 ini menyisihkan rekan sedaerahnya ogsa Agfreansa yang menduduki peringkat kedua dan Bakti Lidi Muktar (sumatera Barat) di peringkat ketiga. Burhan mencatat waktu terbaik 6,86 detik. “Ini (Mandiri Bob Hasan Sprint) jadi (tempat) pemecahan rekor waktu terbaik saya juga,”kata Burhan. Sebelumnya, pria yang sudah bergabung di pelatnas PB PASI sejak April 2014 ini pernah mencatat waktu terbaik 6,90 detik.

Burhan mengakui bahwa hasil yang didapatnya kali ini, merupakan pengaruh dari program pelatihan yang dilakukan di Pelatnas. “Saya juga ikut, tahun kemarin, tapi gak berhasil menang,” ujar Burhan. Menurutnya, ia berlatih sangat keras untuk menjadi juara di ajang Mandiri Bob Hasan Sprint kali ini. Ia pun yakin, gelar juaranya kali ini, menjadi modal untuk bisa memecahkan rekornasr remaja 60 meter. 

Apalagi, ia sempat mendapat pengarahan dari sprinter nasional era 80an, Purnomo Yudhi dan Mardi Lestari yang merupakan dua legenda hidup sprinter Indonesia. Purnomo pernah menjadi  memegang rekor nasional sprint 100 meter dan menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil menembus babak semifinal olimpiade Los Angeles 1984. Sementara Mardi Lestari adalah penerus Purnomo yang berhasil menembus olimpiade Seoul 1988 dan memegang rekor Asia 100 M putra dengan waktu 10, 20 detik. “Saya menjadi termotivasi, dan akan terus berlatih keras untuk memecahkan rekor nasional,” tekad Burhan.

Tekad Burhan dan (juga) Jeany,  tentu sangat didukung PB PASI. Ketua Umum PB PASI Bob Hasan yakin, bahwa para sprinter mud anasional yang kini digembleng di Pelatnas PB PASI dapat menyamai rekor para seniornya, dan bahkan melewati rekornas yang saat ini dipegang Suryo Agung dengan 10,17 detik. “Suryo itu kan kurang 17/100 detik saja, sudah bisa lari 10.00 detik, atau tinggal kurang dari selangkah lagi. Jadi, saya yakin, atlet-atlet Indonesia bisa lari 10 detik,” ujar Bob Hasan, saat ditanya wartawan seusai Kejurnas.

Hadir dalam penutupan kejurnas Mandiri Bob Hasan Sprint 2014 itu, perwakilan Bank mandiri yang merupakan sponsor utama Kejurnas yaitu Senior VP Corporate Secretary  Bank Mandiri Ramon Armando dan senior VP PT Freeport Indonesia Bill Rigel.

HF

ki-ka: Sekjen PB PASI Tanjung, Menpora Imam Nahrawi, Ketua Umum PB PASI Bob Hasan dan wakil Sekjen PBPASI Tuti Merdiko (Foto: Dok PB PASI)

 

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi  ternyata memilih Stadion Madya Senayan sebagai tempat blusukan perdananya.  Kamis pagi, (30/10) didampingi para deputi kementerian pemuda dan olahraga, Politisi PKB ini menyambangi   Home Base pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Atletik Indonesia.  Imam disambut ketua umum PB PASI Bob Hasan, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, dan wakil Sekjen PB PASI Tuti Merdiko. 

Dalam kesempatan tersebut, Imam mendapat penjelasan mengenai berbagai fasilitas yang ada di stadion Madya Senayan. Dari mulai lintasan, fasilitas lapangan hingga asrama bagi para atlet muda yang tergabung dalam pelatnas jangka panjang PB PASI. Pria asal bangkalan, Madura ini  terlihat sangat bersemangat dan antusias saat berbincang dengan para atlet yang menghuni pelatnas.

Ketua umum PB PASI Bob Hasan sempat mengemukakan harapan agar pemerintah mendorong agar pendidikan jasmani yang diberikan kepada siswa sekolah dasar dan menengah adalah atletik. "Atletik sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak dan menjadi dasar untuk cabang olahraga lain,”ujar Bob Hasan.

Ia mengambil contoh beberapa  atlet yang tinggal di pelatnas yang rata rata memiliki postur tinggi.   "untuk bisa bersaing dengan atlet luar, kita butuh atlet-atlet yang tinggi. Di sini anak usia 13-14 tahun tingginya ada yang sudah mencapai 170 sentimeter," kata Bob Hasan.

Pada bagian lain, Bob Hasan berharap kepada Menpora agar menyatukan dua induk organisasi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Kedua organisasi yang mengklaim memayungi pembinaan olahraga ini, cukup membingungkan insan olahraga. Menurut Bob Hasan, sebagai orang yang pernah berpengalaman duduk di IOC, keberadaan KOI seharusnya hanya seperti  IOC di Indonesia, sehingga tak perlu ikut campur dalam urusan pembinaan. “Jadi, Lebih baik satu saja, yaitu KONI, semantara KOI dibubarkan saja," tegas Bob Hasan.  

Page 5 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…