Sekjen PB PASI Tigor Tanjung dan Anatoly Chernobay saat Menandatangani Perpanjangan Kontrak

 

 

Jakarta, 23 Juli 2014

PB PASI akhirnya memperpanjang kontrak pelatih lompat galah asal  Rusia Anatoly Chernobay. "Kontraknya diperpanjang hingga tahun 2016," kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung. Perpanjangan kontrak hingga dua tahun ke depan itu, menurut Tigor, setelah PB PASI melakukan evaluasi terhadap kinerja Anatoly yang didatangkan PB PASI sejak akhir 2012 lalu itu.

Menurutnya, Anatoly dianggap berhasil meningkatkan performa atlet lompat galah nasional. Salah satu atlet yang dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang di bawah bimbingan Anatoly yaitu atlet remaja Jelita Nara Idea. Pemegang rekornas lompat galah remaja ini, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Youth Olympic Games 2014 di Nanjing, China, 16-28 Agustus 2014 mendatang.   

Saat kualifikasi Zona Asia di Bangkok, beberapa waktu lalu,  Jelita berhasil meraih medali perunggu dengan lompatan setinggi, 3,50 meter. Juara pertama diraih atlet asal Tiongkok Chaoqun Li dengan lompatan setinggi  3,90 M. Sementara juara kedua diraih atlet Taiwan Yi Ju Shen dengan lompatan setinggi 3,80 M. Catatan lompatan terbaik atlet asal DKI Jakarta ini sendiri yaitu 3,80 Meter.

 

Jelita Nara Idea

 

Dewi Fortuna tampaknya sedang memayungi Jelita Nara Idea. Meski hanya menempati posisi ketiga nomor lompat galah putri  saat mengikuti babak kualifikasi Zona Asia Youth Olympic Games (YOG) 2014, di Bangkok, Thailand, akhir Mei 2014 lalu, gadis asal Jakarta ini, akhirnya dinyatakan berhak untuk ikut dalam Youth Olympic Games 2014 di Nanjing, China, 16-28 Agustus 2014 mendatang. “Kabar baik, itu baru datang beberapa hari lalu,” ujar Tigor M. Tanjung, Sekjen PB PASI.  

Saat kualifikasi di Bangkok, Jelita meraih medali perunggu dengan lompatan setinggi, 3,50 meter. Juara pertama diraih atlet asal Tiongkok Chaoqun Li dengan lompatan setinggi  3,90 M. Sementara juara kedua diraih atlet Taiwan Yi Ju Shen dengan lompatan setinggi 3,80 M. Menurut Tigor Tanjung, untuk bisa masuk YOG sebenarnya, dibutuhkan lompatan setinggi 3,60 Meter.  Oleh sebab itu praktis, hanya atlet Tiongkok dan Taiwan yang lolos ke YOG di Nanjing, Tiongkok.

Namun, belakangan diketahui bahwa salah satu satu dari kedua atlet tersebut ada yang mengundurkan diri sehingga kuota bagi Asia di nomor lompat galah putri, tersisa satu. “Makanya, Jelita bisa masuk, dan sekarang mulai latihan intensif dan menjadi satu-satunya atlet atletik yang ikut YOG nanti,” kata Tigor Tanjung.

PB PASI pun berharap Jelita bisa memberikan prestasi terbaiknya di arena YOG yang merupakan ajang olimpiade remaja kedua setelah sebelumnya berlangsung di Singapura pada 2010 lalu.

 

 

 Alvin Tehupeiory saat melompati gawang di jelang finish (Foto: Dok PASI/Rian Alisjahbana)

 

Impian Alvin Tehupeiory untuk berdiri di atas podium akhirnya bisa terwujud juga. Di hari terakhir kejuaraan Atletik Yunior 2014 di Taipei, Taiwan, atlet yunior putri Indonesia asal Maluku ini berhasil mempersembahkan satu medali perunggu dari nomor 400 M gawang putri. “Rasanya senang banget, karena dari kemarin memang ingin berdiri di podium juara,” kata Alvin.

 

Gadis kelahiran Ambon, 5 April 1995 yang berlari di lintasan 3 ini, sempat bersaing dengan pelari Jepang Akiko Ito di 50 M terakhir. Namun setelah melompati gawang terakhir, Alvin tertinggal dari Akiko dan justru bisa disusul oleh pelari asal Sri Lanka Kawashalya Madushani yang akhirnya menduduki posisi kedua.

 

Akiko menjadi pelari tercepat dengan waktu 58,80 detik. Sementara Kawshalya dan Alvin mencatat waktu 62,31 dan 62,39 detik. Alvin mengakui saat di 50 meter terakhir, ia tak mampu menambah kecepatannya lagi.“Sudah dipush tapi,,,gak bisa lagi (lari kencang),” tambah Alvin.   

 

Dengan tambahan medali dari Alvin, maka tim atletik Indonesia berhasil mengoleksi dua medali perunggu, setelah sebelumnya atlet Nadia Anggraini mengemasnya dari nomor lompat tinggi di hari kedua lomba. Dengan perolehan tersebut, Indonesia menduduki posisi keduapuluh dari 35 negara peserta. Posisi pertama klasemen kejuaraan atletik yunior Asia 2014 diraih tim China dengan 12 medali emas, 10 Perak dan 2 Perunggu. Urutan kedua dan ketiga diduduki tim Jepang dan Qatar.

 

Meski demikian, Tim atletik Indonesia merasa cukup bersyukur, karena 4 rekor nasional yunior berhasil dipecahkan. “Hasil ini menunjukan anak-anak (atlet) mulai mengalami peningkatan (prestasi),” ujar Boedi Darma, Manajer tim Indonesia yang juga ketua bidang Pembinaan dan Prestasi PB PASI. 

Selain Nadia Anggraini dari nomor lompat tinggi, rekornas juga berhasil dipecahkan oleh atlet Tresna Puspita di nomor lontar martil dengan lemparan sejauh 45,97 M (rekornas lama 45,86M) , Abdul Hafis di nomor lempar lembing dengan lemparan sejauh 62,30 M (Rekornas lama 62,29M) dan tim estafet putri Indonesia yang terdiri atas Irene Alisjahbana, Eka Cahaya Ningrum, Emilia Nova dan Alvin Tehupeoiry di nomor estafet 4 x 100 M dengan waktu 46,80 detik (Rekornas lama 46,99 detik) .

 

Daftar Peringkat Kejuaraan Atletik Yunior Asia 2014

            Negara            emas   perak   perunggu

  1. China  12        10        2
  2. Jepang 11        5          5
  3. Qatar   6          2          1
  4. Taiwan 4         3          8
  5. India    2          5          5

.

.

.

20. Indonesia -      -           2

 

Tresna saat memecahkan rekornas (foto: Dok PASI/Rian Alisjahbana)

 

Pada hari ketiga keikutsertaan tim atletik yunior Indonesia di ajang “2014 Asian Junior Championships’ di Taiwan, diwarnai  dengan satu lagi pemecahan rekor nasional. Atlet lontar martil putri, Tresna Puspita berhasil memecahkan rekornas yunior dengan lontaran sejauh 45,97 M atau lebih baik dari rekor lama sejauh 45,86 M. “Alhamdulillah, saya lebih fokus sehingga bisa melempar cukup jauh,” ujar Tresna yang ditemui seusai lomba.

Meski tak berhasil meraih medali, Tresna mengaku cukup senang karena bisa memecahkan rekornas. Ia Berharap, dapat melakukan lontaran lebih baik lagi di masa depan. Di Nomor lontar martil putri dimenangkan atlet tuan rumah Hsiu Wen Hung, dengan lontaran sejauh 56,81 M. Sedangkan posisi kedua dan ketiga diraih atlet asal Thailand Panwat Gimsrang (54,66 M) dan atlet Kazakhstan Diana Nussupbekova (53,81M).

Satu lagi rekornas terpecahkan di nomor estafet 4x100 putri.  Rekornas yang sudah bertahan selama  20 tahun dipecahkan atlet  Alvin Tehupeiory , Irene Alisjahbana , Eka Cahaya ,dan  Emilia Nova . Rekor lama 46.99 detik menjadi  46.80 detik. Meski begitu, tim estafet putri Indonesia gagal meraih medali, karena menduduki urutan 5 secara keseluruhan.

Kegagalan meraih medali juga dialami atlet yunior Indonesia lainnya yang bertanding hari ini. Pelari gawang putri Emilia Nova hanya bisa masuk finish di urutan keempat di nomor 100 meter gawang dengan catatan waktu 14,27 detik.Begitu pula, atlet lompat tinggi putra, Guntur Ibrahim hanya berhasil menduduki peringkat ketujuh dari 10 atlet, setelah melompat setinggi 2,00 meter. Juara pertama diraih atlet China Jia Xu Bai yang berhasil melompat setinggi 2.10 Meter. “Untuk melompat 2,03 agak berat, gak tahu kenapa, kena (palang) terus,” ujar Guntur.

Pertandingan di hari ketiga diwarnai dengan dua insiden mengharukan yang dialami dua atlet Indonesia. Sprinter Indonesia Fuad Ramadhan yang berlari di nomor 200 Meter, terpaksa menempuh sebagian lintasan lomba sambil berjalan tertatih-tatih akibat mengalami cedera pinggang. Ia terpaksa digotong ke rumah sakit setelah memasuki garis finish. Hal yang hampir sama terjadi pada sprinter Arasy Akbar Witarsa yang sempat terjatuh akibat tersangkut gawang di 20 meter pertama nomor 110 gawang. Ia memaksakan diri untuk berjalan hingga garis finish meski harus berjalan tertatih tatih dengan luka gores di tangan dan kakinya.    

 

Nadia Anggraini saat Memecahkan Rekornas Lompat Tinggi Yunior

 

Hari kedua ‘16th Asian Junior Championships’ jadi hari bersejarah bagi atlet Pelatnas Nadia Anggraini. Pelompat Tinggi putri Asal DKI Jakarta ini berhasil memecahkan rekornas yunior lompat tinggi atas namanya sendiri. Nadia yang menggunakan nomor dada 147 berhasil mencatat lompatan setinggi 1,72 meter. Lompatannya ini lebih baik, 0,01 meter dari Rekornas sebelumnya, 1,71 Meter.  “Senang banget bisa pecahkan rekornas,” ujar Nadia.

 

Kebahagiaan gadis manis kelahiran 19 Juli 1995 ini bertambah setelah tahu bahwa dirinya juga berhasil meraih medali perunggu. Nadia menyisihkan pelompat asal Malaysia Sean Yi Yap, yang sama-sama berhasil melompat setinggi 1,72 meter.  Namun, Nadia lebih baik dalam kesempatan lompatan, karena mencapai 1,72 dalam satu kesempatan lompat. Sementara Sean berhasil melewati tiang lompat di kesempatan ketiga.

 

Medali emas Lompat Tinggi diraih pelompat China Lin Wang dengan lompatan 1,88 Meter. Sementara medali perak diraih pelompat tuan rumah Taiwan Ching Ching Lee dengan 1,75M. SekJen PB PASI Tigor M Tanjung yang ikut hadir menyaksikan pertandingan di Stadion Atletik Municipal, Taipei, Taiwan, merasa bersyukur atas hasil yang diraih Nadia. “Nadia membawa angin segar di dunia atletik Indonesia karena sudah lama nomor lompat tinggi putri mati suri,” ujar Tigor Tanjung, yang juga menjabat sebagai Vice Presiden Asosiasi Atletik Asia.

 

Nadia memang cukup fenomenal sejak berhasil memecahkan rekornas yunior lompat tinggi pertama di kejurnas yunior dan remaja 2013 di stadion Madya Senayan, Jakarta. Saat itu, sulung dari dua bersaudara putri Endang Munawar yang merupakan seorang security sebuah perusahaan dan Ropida, ini memecahkan rekornas yang telah bertahan selama 24 tahun milik atlet Nini Patriona.

 

Medali perunggu yang disumbangkan Nadia, menjadi medali pertama tim atletik Indonesia di ajang ayang diikuti  lebih dari 650 atlet dari 35 Negara se-Asia ini. Pada pertandingan lain, atlet tolak peluru putra Indonesia Narta Hanny Sugara gagal meraih medali. Pemegang rekornas Yunior lempar cakram ini, hanya menduduki posisi kedelapan dari 9 atlet yang turun ke lapangan. Ia berhasil menolak peluru sejauh 14,83 meter. Juara pertama dan kedua diraih atlet Iran Shahin Mehrdelan dan Shahin Jafari dengan tolakan sejauh 18,85 dan 18,64 M. Sementara peraih perunggu Atlet asal India Shakti Solanki (17,09m) .

 

Kegagalan Narta mendulang medali juga diikuti atlet Indonesia lainnya asal Sumatera Barat M Hafis. Atlet kelahiran 2 Januari 1995 yang turun di nomor 1500 meter putra masuk garis finish ketujuh dari 10 atlet. Hafis mencatat waktu 4;03,98 .

 

Harapan tambahan medali masih terbuka luang dari beberapa nomor yang baru akan memasuki babak final, hari Sabtu dan Minggu besok yaitu dari nomor gawang 100 meter putri dan 110 meter putra, serta nomor lempar cakram, dan estafet 4 x 100.    

 

Taipei, 12 Juni 2014.

Setelah berjuang mati-matian di babak Kualifikasi nomor 100 meter putri Kejuaraan Yunior Asia 2014, sprinter putri Indonesia Irene Alisjahbana terpaksa harus mengakui keunggulan lawan-lawannya di babak semifinal, Kamis Sore waktu setempat, (12/6). “Sejak start, mereka (lawan-lawannya) sudah melesat duluan, saya sempat mengejar di paruh kedua lintasan, tapi gak bisa terkejar lagi,” ujar Irene. 

 

Atlet asal DKI Jakarta ini hanya bisa masuk finish di urutan ketujuh dari delapan pelari. Ia mencatatkan waktu 12,33 detik. Catatan waktunya ini, jauh di bawah personal best time nya, yang pernah diukir di ajang kejurnas yunior dan remaja yaitu 12,09 detik. Urutan pertama diduduki pelari China Qi-Qi Yuan dengan catatan waktu 11,80 detik dan otomatis mengantarkanya masuk final, bersama dua pelari urutan teratas lainnya yaitu pelari Singapura Shanti V Pereira (11,95) dan pelari Kazakhstan Rima Kashafutdinova (11,99). Pertandingan final akan berlangsung besok,(13/6).

 

Sementara itu Kompatriot Irene, pelari asal Jawa Timur Eka Cahya Ningrum yang juga turun di nomor 100 meter putri, telah lebih dulu gagal di babak kualifikasi. Kegagalan di nomor 100 Meter putri ini, tak menyurutkan semangat Irene untuk memberikan yang terbaik bagi tim atletik Indonesia. Irene  bertekad akan tetap berjuang di nomor 200 meter dan estafet 4 x 100 meter, Jumat (14/6) mendatang.

 

Selain Irene dan Eka Cahaya, kegagalan juga dialami sprinter putra asal Sulawesi tenggara La Ode Sadam Rumra di nomor 400 M putra. La Ode hanya masuk finish di urutan kelima pada putaran kualifikasi ketiga dengan waktu 49,26 detik. Urutan pertama dan kedua diraih atlet Arab Saudi Mazen Alyasen (47,71) dan atlet Thailand Jaturong Chimruang (48,65)

 

Kejuaraan yang berlangsung di Stadion Municipal,Taipei ini dibuka secara resmi Rabu Sore (11/6) oleh Presiden Asosiasi Atletik Asia Jenderal Dahlan Al-Hamad. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 650 atlet dari 35 Negara se-Asia ini akan berlangsung dari tanggal 12 Juni hingga 15 juni 2014. 

 

 

 Press Releases

Taipei, 12 Juni 2014.

Day#1.

 

Berbekal latihan keras dan semangat pantang menyerah, Pagi ini, dua sprinter putri Indonesia akan berlaga pada putaran qualifikasi nomor 100 Meter kejuraaan “16th Asian Junior Athletics Championships” di Taipei, Taiwan. Atlet asal DKI Jakarta Irene Alisjahbana dan atlet Jawa Timur  Eka Cahaya Ninggrum akan bertanding di dua heat yang berbeda. Keduanya menghadapi persaingan cukup ketat dengan atlet-atlet yunior terbaik dari Jepang, China dan India serta beberapa negara Asia lainnya.

 

“Kalau lihat Personal best Time mereka masing-masing, kesempatan untuk masuk final sangat terbuka,” ujar Kikin Ruhidin, pelatih PB PASI yang ikut mendampingi mereka. Di Heat pertama, Irene bakal bersaing dengan atlet India Dutee Chand dan Atlet Jepang Sayako Matsumoto yang memiliki personal best time lebih baik. Dutee Chand pernah mencatat waktu terbaik 11.63 detik. Sementara Sayako 11,82 detik. Irene sendiri memiliki Personal best time di 12.22 detik.

 Irene ketika ditanya tentang peluangnya, mengatakan yakin ia bisa lolos ke final. Gadis kelahiran 4 November 1995 ini pun berharap, bisa meraih medali dalam kejuaraan kali ini.

Kejuaraan yang berlangsung di Stadion Municipal, Taipei ini dibuka secara resmi Rabu Sore (11/6) oleh Presiden Asosiasi Atletik Asia Jenderal Dahlan Al-Hamad. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 650 atlet dari 35 Negara se-Asia ini akan berlangsung dari tanggal 12 Juni hingga 15 juni 2014. Dalam Sambutannya, Jenderal  Dahlan AL HAMAD, mengucapkan selamat kepada tuan rumah Taiwan , yang telah menjadi tuan rumah pertama kali kejuaraan Atletik tingkat Asia. “Ini merupakan kejuaraan yang penting bagi para atlet muda Asia dalam perjalanannya menjadi Juara di masa depan, dan mereka menjadi contoh bagi atlet-atlet muda lainnya,” ujar Jenderal Dahlan ALhamad  

 

Indonesia sendiri mengirim 13 Atlet yunior terbaiknya dalam kejuaraan kali ini. Mereka merupakan atlet atlet muda penghuni pemusatan latihan nasional jangka panjang PB PASI dan hasil dari kejurnas yunior dan remaja 2014 yang berlangsung, medio Mei 2014 lalu di stadion Rawamangun, Jakarta.

 

Menurut Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, keberangkatan para atlet ke Taipei, Taiwan, merupakan bagian dari upaya terus menerus PB PASI untuk meningkatkan prestasi para atlet muda. Mereka sengaja dihadapkan dengan iklim kompetisi di tingkat internasional sehingga terbiasa ketika terjun dalam even multicabang seperti Asian games atau Olimpiade di level Senior nantinya. Dalam even kali ini, para atlet, menurut Tigor, tidak dibebani target khusus untuk menjadi juara atau meraih medali. “Tapi, kita (PB PASI) meminta agar para atlet bisa menunjukan peningkatan dan segera mengejar prestasi tingkat Asia,” ujar Tigor,

 

 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi  :

Sekjen PB PASI Tigor Tanjung          HP : 0811133076

 

Daftar Atlet dan Nomor lomba yang akan diikuti

No

Nama

Nomor Lomba

Asal daerah

1

Fuad Ramadhan

200m, 4x100 m

Aceh

2

La Ode Sadam Rumra

400m, 4x100 m

Sulawesi Tenggara

3

M Hafis

1500 m

Sumbar

4

Arasy Akbar Witarsa

110 m gawang, 4 x 100 m

Jawa barat

5

Guntur Ibrahim

Lompat Tinggi

Jawa Barat

6

Narta Hanny Sugara

Tolak peluru, lempar cakram

Jawa Timur

7

Abd Hafiz

Lempar lembing

Sumut

8

Irene Alisjahbana

100 m, 200m, 4x100 m

DKI Jakarta

9

Eka Cahaya Ningrum

100 m, 200m, 4x100 m

Jawa Timur

10.

Emilia Nova

100 m gawang, 4 x 100 m

DKI Jakarta

11

Alvin Tehupeiory

400 m gawang , 4 x100m

Maluku

12.

Tresna Puspita Gusti Ayu

Lontar Martil, Lempar cakram

Jawa Barat

13.

Nadia Anggraini

Lompat Tinggi

DKI Jakarta

 

 

Pelari nasional Agus Prayogo berhasil menjadi juara kategori elite nasional Putra dalam even   Jakarta International 10K 2014. Ia masuk finish dengan catatan waktu 31 menit 8 detik. Dia mengungguli dua pelari nasional lainnya M. Ridwan dan Jauhari Johan.

Menurut Agus, ajang ini dijadikannya sebagai sebagai latihan sebelum tampil di SEA Games 2015.
"Ajang ini menjadi sebuah motivasi dan batu loncatan agar lebih baik di SEA Games 2015. Ini memang bukan bagian target kami. Tapi, ini bagian dari latihan menuju SEA Games 2015," ucap Agus.

Di kategori elite putri nasional, Rini Budiarti menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 35 menit 1 detik. Posisi kedua ditempati Yulianingsih, sedangkan Mei Paulo menempati posisi ketiga."Perasaan saya sangat senang karena saat ini di program ada tes 10K dan diminta waktu sekian yang ternyata sesuai dengan target yang diminta," tutur Rini.

Silas Kipruto yang tahun lalu memenangi kategori elite putra internasional berhasil mempertahankan gelarnya. Pelari Kenya itu menyentuh garis finis dalam waktu 28 menit 52 detik.
Kategori elite putri internasional juga jadi milik pelari Kenya. Esther Chemtai Ndema menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 32 menit 28 detik.

 

Hasil Jakarta Internasional 10K:

Elite putra internasional:
1. Silas Kipruto, Kenya (28 menit 52 detik)
2. Titus Kwemoi Masai, Kenya (29 menit 1 detik)
3. Charles Wachramaina, Kenya (29 menit 12 detik)

Elite putri internasional:
1. Esther Chemtai Ndema, Kenya (32 menit 28 detik)
2. Sharon Jemutai Cherop, Kenya (32 menit 41 detik)
3. Violah Jepchumba, Kenya (32 menit 41 detik)

Putra Nasional:
1. Agus Prayogo (31 menit 8 detik)
2. M. Ridwan (31 menit 53 detik)
3. Jauhari Johan (32 menit 10 detik)

Putri Nasional:
1. Rini Budiarti (35 menit 1 detik)
2. Yulianingsih (37 menit 14 detik)
3. Meri Pauo (37 menit 44 detik)

T

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali mengirim atlet-atletnya untuk berlaga di kejuaraan Internasional. Selasa, 10 Juni 2014 mendatang, rencananya rombongan atletik yang terdiri dari 8 atlet putra, 6 atlet putri dan 9 official tim akan berangkat ke kejuaraan “16th Asian Junior Athletics Championships di Taipei, Taiwan”.

 

Dalam kejuaraan yang akan berlangsung di Stadion Municipal, Taipei, tanggal 12 hingga 15 Juni 2014 tersebut, para atlet Indonesia bakal bersaing  dengan 464 atlet lainnya dari  tiga puluh empat negara se-Asia. Keempatbelas atlet yang berasal dari berbagai daerah tersebut merupakan atlet-atlet muda penghuni pemusatan latihan nasional jangka panjang PB PASI dan hasil dari kejurnas yunior dan remaja 2014 yang berlangsung, medio Mei 2014 lalu di stadion Rawamangun, Jakarta.

 

Menurut Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, keberangkatan para atlet ke Taipei, Taiwan, merupakan bagian dari upaya terus menerus PB PASI untuk meningkatkan prestasi para atlet muda. Mereka sengaja dihadapkan dengan iklim kompetisi di tingkat internasional sehingga terbiasa ketika terjun dalam even multicabang seperti Asian games atau Olimpiade. Dalam even kali ini, para atlet, menurut Tigor, tidak dibebani target khusus untuk menjadi juara atau meraih medali. “Tapi, kita (PB PASI) meminta agar para atlet bisa menunjukan peningkatan dan segera mengejar prestasi tingkat Asia,” ujar Tigor,

 

Sejumlah atlet muda nasional yang ikut diantaranya pelempar cakram Tresna Puspita Gusti Ayu dan  sprinter Sudirman Hadi. Selain keduanya, ada pula pemegang rekornas lempar cakram yunior Narta Hanny Sugara dan peraih emas Kejurnas yuniordan remaja 2014, Irine Alisjahbana.

 

 

 

CK Valson (duduk kedua dari kanan) diapit Sekjen PB PASI Tigor Tanjung dan ibu Ria (RDC Jakarta)

 

Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan lomba dan kejuaraan atletik di Indonesia, Regional Development Centre IAAF di Jakarta mengadakan seminar  Manajemen Kompetisi,  2 hingga 6 juni 2014, di Stadion madya Senayan Jakarta. Selain diikuti PB PASI dan beberapa penyelenggara kompetisi Atletik, hadir pula wakil dari beberapa daerah.

Seminar ini menghadirkan langsung technical official IAAF, CK Valson. Pria asal Mahe, India ini berpengalaman puluhan tahun sebagai pelaksana kejuaraan atletik yang diselenggarakan IAAF. Ia juga penerima penghargaan  ‘Pin Veteran’ IAAF atas dedikasi dan komitmennya pada atletik.  

Selain seminar kompetisi manajemen yang diselenggarakan RDC, stadion Madya juga bakal menjadi tuan rumah pelaksanaan penataran level I IAAF. Penataran yang akan dilangsungkan selama sepuluh hari sejak 18 hingga 27 Juni 2014 itu dibuka bagi pelatih muda dari daerah yang hendak meningkatkan pengetahuannya dan keterampilannya. PB PASI selaku penyelenggara penataran, hanya memberikan kesempatan kepada 24 pelatih yang mendapat rekomendasi dari pengprov PASI masing-masing untuk ikut dalam penataran tersebut. Pendaftaran penataran dibuka hingga tanggal 12 Juni 2014.

Menurut Panitia Penataran, Sri Purwidyati, para pelatih yang berminat harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan yaitu berusia 18 tahun hingga 40 tahun, aktif membina atlet, minimal lulusan SMU/sederajat, dan membawa surat tugas atau rekomendasi dari Pengprov PASI daerah masing-masing. Para peserta, menurut Sri, akan diinapkan di stadion madya selama penyelenggaraan penataran. Untuk keterangan lebih lanjut, bisa ditanyakan kepada Panitia di nomor telepon (021) 5731681.

 

Page 7 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…