Tim Atletik Kota Kediri akhirnya keluar sebagai juara umum kejuaran nasional atletik Jatim Open 2014 di lapangan atletik Universitas Negeri Surabaya, Sabtu (26/4) lalu. Tim yang diperkuat atlet senior Edi Jakriya berhasil mengalahkan tim-tim peserta dari berbagai daerah lainnya. Edi yang turun di nomor 110 meter gawang berhasil menyumbang satu medali emas bagi Kota kediri. Selain Edi, medali emas juga disumbangkan atlet lempar cakram nasional Roni Sisco yang mampu melempar sejauh 44,02 Meter dan atlet lempar lembing putri Wiri dania Hidayat serta tim estafet Putri 4 x 100 meter. Penyerahan Piala juara Umum Kejurnas Jatim Open 2014 diserahkan oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.    

Hari kedua kejuaraan nasional Jatim open 2014, atlet-atlet nasional masih terus mendominasi podium juara. Atlet Senior Dedeh erawati kembali membuktikan dominasi di nomor spesialisasinya, 100 meter Gawang dengan meraih medali emas. Selain Dedeh, atlet pelatnas lainnya yang kembali membuktikan ketangguhannya yaitu Tresna Ayu Puspita. atlet asal Kuningan Jawa Barat, ini meraih menyumbang dua medali emas dari dua nomor spesialisasinya.   

 

Kerja keras Maria Natalia Londa  di SEA Games 2013 Myanmar kembali mendapat apresiasi.  Kali ini penghargaan diberikan oleh Pengurus Pusat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam rapat Anggota KONI Pusat di plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), senin malam lalu (10/3). Bersama enam atlet lainnya dari beberapa cabang olahraga, atlet nasional asal Bali peraih dua medali emas SEA Games ini  didapuk menjadi atlet terbaik 2013.

"Kami mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan. Harapan saya, dari penghargaan ini bisa memotivasi serta meningkatkan prestasi olahraga Indonesia," ujar ketua umum KONI Pusat Mayjen (purn) Tono Suratman.  Selain atlet, KONI juga mengapresiasi pelatih, pembina olahraga, lembaga, serta pelopor olahraga yang dinilai memberi kontribusi tertinggi pada olahraga di Indonesia.

Sebagai pembina olahraga terbaik, KONI Pusat memberikan penghargaan kepada  Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini, dinilai telah banyak berjasa memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan olahraga khususnya atletik nasional sehingga mampu berprestasi di pentas-pentas regional dan  internasional.    

 

Press Release:

Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah pesta olahraga terbesar tingkat nasional.  Ajang kompetisi multi –event empat tahunan ini kerap dijadikan sebagai wahana bagi daerah untuk menampilkan atlet-atlet terbaiknya untuk berkompetisi dengan atlet dari daerah lain dan ajang evaluasi pembinaan olahraga atletik di daerah masing-masing.

Namun, kualitas pertandingan dan prestasi yang dicapai dalam beberapa PON belakangan ini cenderung stagnan, jika tak ingin disebut, terjadi penurunan signifikan. Hal ini disebabkan antara lain oleh lambatnya proses regenerasi sehingga banyak atlet yang telah melewati masa puncaknya, masih ikut bertanding dengan harapan bisa meraih medali yang akan meningkatkan prestise daerahnya. Sementara, atlet-atlet muda, lapis berikutnya tidak diikutsertakan.

Motivasi daerah yang hanya sekadar untuk meraup medali sebanyak-banyaknya, juga mendorong terjadinya perpindahan atlet antar daerah dengan iming-iming dan latar belakang yang beragam yang kerap menimbulkan perselisihan antar daerah. Padahal, setiap Propinsi, diharapkan untuk bekerja keras membina atlet-atlet daerahnya masing-masing.

Atas dasar itulah, maka Pengurus Besar Persatuan ATletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan untuk menetapkan batasan usia atlet untuk terjun dalam PON. “PB PASI menetapkan batasan usia 18 tahun hingga 24 tahun yang boleh ikut pertandingan Atletik di PON,” ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.

Batasan tersebut, lanjut Bob Hasan, mulai diberlakukan pada penyelenggaraan PON XIX/2016 di Jawa Barat.  Menurut Bob Hasan, kini sudah diselenggarakan beberapa even yang mengkhususkan bagi atlet berusia muda, seperti kejuaraan Youth Asian Games, dan Youth Olympic games. Di dalam Negeri sendiri, akan digelar PON Remaja yang akan berlangsung di Jawa Timur, November 2014 mendatang.

PB PASI berharap, dengan adanya pembatasan usia ini, semua daerah akan giat mencari bibit dan membina atlet-atlet muda sejak usia 13-14 tahun sehingga punya cukup waktu untuk berlaga di PON dan bis aterus berprestasi, selepas PON. Selain itu, “Kita berharap, tidak ada lagi daerah berseleisih karena atlet andalannya, pindah ke daerah lain,” tegas Bob Hasan

 

Berikut nama-nama Atlet yang terpilih untuk mengikuti Pelatnas Yunior dan Remaja PB PASI 2014. 

No Nama ATlet     Tanggal Lahir  Event    Asal Daerah
1 Andrea Pramudiatama  7 April 1999 Sprint DKI Jakarta
2 Permadi 10 mei 1999 Lompat Galah DKI Jakarta
3 Frederick S. Siregar 1997 Lompat Galah DKI Jakarta
4 Bayu Kertanegara 15 Des 1997 Sprint DKI Jakarta
5 Muhadir M 30 Mei 1997 Sprint NTB
6 Hardiansyah 23 Des 1997 Lompat galah Jawa Barat
7 Tio Pratomo 25 Sept 1996 Lompat Galah Jawa Barat
8 Agung Dwi Laksono 26 Mar 1998 Lompat Galah Jawa Barat
9 Idan fauzan Richan 11 Jan 2000 Lompat galah Jawa Barat
10 Febiola Frans Parera 18-8-1999 Sprint Jawa Tengah
11 Wira Aulia Hadi 28 Okt 1999 sprint Jawa Barat
12 Nurhasanah 30 Apr 1997 Sprint NTB
13 Dede Nuraida 21 AGt 1996 Lompat Galah Jawa Barat
14 Katrina Indri Lahu 30-6-1997 sprint DKI Jakarta
15 Neneng Risma  17 juni 1997 Lompat galah Jawa Barat
16 Safinaz mahuse 02-11-1999 Lompat galah Jawa Barat
17 Nanda Riski 09 Jan 1999 Sprint DKI Jakarta
18 Jeni Nuraini 22-8-2000 Sprint DKI Jakarta
19 Dinda Wahyuni 1996 Lompat Galah DKI Jakarta

 

 

 

 

 

 

Selain mengirim Atlet ke Kejuaraan Asian Indoor di Hangzhou, China, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) juga akan mengirim dua atlet muda ke kejuaraan Asian Cross Country di Fukuoka, Jepang, 22 Februari 2014 mendatang. Kejuaraan yang bakal menjadi ajang ujian bagi pelari jarak jauh ini bakal diikuti atlet asal Jawa Tengah Beni Santoso dan Atlet Sumatera Barat Aprilia Kartina. Beni dan Aprilia merupakan peraih medali emas di kejuaraan  Atletik SEA Youth di vietnam tahun 2013 lalu. Roni meraih emas di nomor lari 5000 meter, sementara Aprilia meraih emas 1500 m. Kedua pelari jarak menengah -jauh ini akan berangkat ke Fukuoka pada 18 Februari 2014 nanti, dan  didampingi wakil ketua bidang pembinaan Paulus Lay.   

Peraih dua medali emas SEA GAMES ke-27 Myanmar, Maria Nathalia Londa bakal kembali berlaga di ajang Internasional. Kali ini, atlet nasional asal Bali ini dikirim Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk bertanding di kejuaraan Atletik Asian Indoor ke-6 yang akan berlangsung di Hangzhou, China, 15 dan 16 Februari 2014 mendatang. Atlet spesialisasi Lompat jauh dan jangkit ini berangkat bersama tiga atlet muda lainnya yaitu atlet asal Sumatera Selatan Rio Maholtra, Noval (Sulawesi tengah) dan Lismawati Ilang (Sulawesi Selatan). Keempat atlet tersebut bakal ditemani pelatih nasional Kikin Ruhuddin dan akan berangkat pada 13 februari 2014 mendatang.  

 

Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dan hasil penilaian para pelatih nasional maka, bidang pembinaan dan Prestasi  PB PASI mengucapkan selamat kepada para Atlet yang berhasil lolos seleksi test lapangan pada 13 januari 2014 yang lalu.

Para ATlet yang terpilih yaitu :

 

Nomor Lapangan

Putri: 1. Fabiola F (Jateng), 2. Wira Aulia (Jabar), 3. Nanda Riski (Dki), 4. Jeni Nuraini (DKI) , 5 Branda Lolis (Jatim),

Putra : 1. Mahadir (NTB),  2. Andreas (Dki)  dan 3. Dwi Saiful (Jatim).

Nomor Lompat Galah: 1. Epik (DKI), Permadi (DKI),Agung Dwilaksana (Sukabumi-Jabar),Herdiansyah (Bogor-JABAR),Tio pratama (Bandung-Jabar),Idan fauzan (bogor). Putri : Neneng risma (cianjur),Dede nuraida (cirebon), Safinas mahuze (Sukabumi-jabar),

(Hasil ini belum Final  masih menunggu hasil tes kesehatan dan Psikologi)

 


Witri berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish, Senin sore lalu. Meski tanpa lawan satupun di sampingnya, gadis 16 tahun asal Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, itu mampu melibas lintasan sejauh 60 meter hanya dalam hitungan belasan detik saja. Tak terlihat rasa lelah di wajahnya. "Jika diasah lebih baik, mereka (Witri dan teman-teman atlet lainnya) bisa menjadi atlet andalan Indonesia di masa depan," ujar Supriati, pelatih Witri dan sejumlah atlet asal Sumbawa besar, NTB.  

Witri adalah satu dari 100 atlet muda yang dipanggil PB PASI untuk mengikuti test seleksi  masuk Pelatnas Remaja, PB PASI 2014. Seleksi yang berlangsung sehari penuh itu berlangsung di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Selain dari Nusa Tenggara Barat, atlet muda yang ikut seleksi lainnya berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Menurut Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, para atlet tersebut merupakan hasil pemantauan dan pencarian tim pencari bakat yang diterjunkan PB PASI ke berbagai daerah. Mereka dipilih dari ratusan atlet muda yang mengikuti berbagai lomba baik kejuaraan tingkat daerah, hingga ke sekolah-sekolah dan klub atletik. Selain kelima daerah tersebut, PB PASI akan menerjunkan kembali tim pencari bakat ke beberapa daerah lainnya, seperti Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan. "Kita berharap, akan ada stok atlet muda nasional dari hasil seleksi ini, sebagaimana harapan ketua umum PB PASI Bob Hasan,' tambah Tigor Tanjung.

Berkaca dari hasil SEA Games 2013 yang lalu, Bob Hasan memang menaruh harapan besar agar bagian pembinaan PB PASI segera mencari para atlet muda berbakat sebanyak-banyaknya untuk dijadikan stok atlet nasional di kemudian hari. "Kalau perlu 1000 atlet muda, kita bina sekaligus setiap tahunnya," tegas Bob Hasan.  

Para atlet muda yang ikut seleksi kali ini, paling muda berusia 8 tahun atau masih duduk di bangku Sekolah dasar yaitu Neneng Risma, dari Cianjur, Jawa Barat, dan tertua berusia 17 tahun. Mereka mengikuti serangkaian tes yang terdiri dari lari koordinasi ABC, standing long jump, strengh endurance, push up, hingga lari 60 meter.

Dari setiap tes tersebut, masing-masing akan mendapat poin yang akan diakumulasi untuk menentukan peringkat terbaik para peserta tes. Peraih poin terbanyak akan direkrut untuk masuk pelatihan nasional di Jakarta. 

Pelari gawang 100 meter putri Indonesia Dedeh Erawati menjadi pahlawan bagi atletik Indonesia setelah menyumbang satu medali emas pada SEA Games XXVII di Myanmar yang berakhir senin lalu. Pada lomba yang berlangsung Kamis (19/12), Dedeh masuk finis pertama mengalahkan pelari Thailand dan Malaysia yang masing-masing merebut medali perak dan perunggu.

Dengan tambahan satu emas dari Dedeh, berarti atletik mencapai target 6 medali emas yang dijanjikan sebelum bertolak ke Myanmar. Sebelumnya atletik sudah meraih medali emas dari nomor 20,000 meter jalan cepat putra, lompat jauh putri, lompat jangkit putri, lari 3000 meter halang rintang, dan lari 10.000 meter.

Medali emas dari lari gawang 100 meter putri memang sudah diperkirakan bakal direbut Dedeh, lantaran Dedeh adalah pelari tercepat Asia Tenggara di nomor spesialisasinya itu. catatan waktu yang dibuat Dedeh yaitu 13.53 detik, atau masih jauh di bawah rekornas yang dipegangnya yaitu 13,18 detik.

Musuh bebuyutannya, Wallapa Punsoongneun dari Thailand, harus puas di posisi kedua dengan waktu 13.71 detik. Medali perunggu diraih pelari Malaysia, Raja Nursheena Raja Azhar (13.84 detik).Namun terlepas dari itu semua, hasil SEA Games kali ini bagi atletik sudah cukup memuaskan karena sesuai dengan target yang dipasang sebelumnya.

Page 8 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…