Press Release:

Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah pesta olahraga terbesar tingkat nasional.  Ajang kompetisi multi –event empat tahunan ini kerap dijadikan sebagai wahana bagi daerah untuk menampilkan atlet-atlet terbaiknya untuk berkompetisi dengan atlet dari daerah lain dan ajang evaluasi pembinaan olahraga atletik di daerah masing-masing.

Namun, kualitas pertandingan dan prestasi yang dicapai dalam beberapa PON belakangan ini cenderung stagnan, jika tak ingin disebut, terjadi penurunan signifikan. Hal ini disebabkan antara lain oleh lambatnya proses regenerasi sehingga banyak atlet yang telah melewati masa puncaknya, masih ikut bertanding dengan harapan bisa meraih medali yang akan meningkatkan prestise daerahnya. Sementara, atlet-atlet muda, lapis berikutnya tidak diikutsertakan.

Motivasi daerah yang hanya sekadar untuk meraup medali sebanyak-banyaknya, juga mendorong terjadinya perpindahan atlet antar daerah dengan iming-iming dan latar belakang yang beragam yang kerap menimbulkan perselisihan antar daerah. Padahal, setiap Propinsi, diharapkan untuk bekerja keras membina atlet-atlet daerahnya masing-masing.

Atas dasar itulah, maka Pengurus Besar Persatuan ATletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan untuk menetapkan batasan usia atlet untuk terjun dalam PON. “PB PASI menetapkan batasan usia 18 tahun hingga 24 tahun yang boleh ikut pertandingan Atletik di PON,” ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.

Batasan tersebut, lanjut Bob Hasan, mulai diberlakukan pada penyelenggaraan PON XIX/2016 di Jawa Barat.  Menurut Bob Hasan, kini sudah diselenggarakan beberapa even yang mengkhususkan bagi atlet berusia muda, seperti kejuaraan Youth Asian Games, dan Youth Olympic games. Di dalam Negeri sendiri, akan digelar PON Remaja yang akan berlangsung di Jawa Timur, November 2014 mendatang.

PB PASI berharap, dengan adanya pembatasan usia ini, semua daerah akan giat mencari bibit dan membina atlet-atlet muda sejak usia 13-14 tahun sehingga punya cukup waktu untuk berlaga di PON dan bis aterus berprestasi, selepas PON. Selain itu, “Kita berharap, tidak ada lagi daerah berseleisih karena atlet andalannya, pindah ke daerah lain,” tegas Bob Hasan

 

Berikut nama-nama Atlet yang terpilih untuk mengikuti Pelatnas Yunior dan Remaja PB PASI 2014. 

No Nama ATlet     Tanggal Lahir  Event    Asal Daerah
1 Andrea Pramudiatama  7 April 1999 Sprint DKI Jakarta
2 Permadi 10 mei 1999 Lompat Galah DKI Jakarta
3 Frederick S. Siregar 1997 Lompat Galah DKI Jakarta
4 Bayu Kertanegara 15 Des 1997 Sprint DKI Jakarta
5 Muhadir M 30 Mei 1997 Sprint NTB
6 Hardiansyah 23 Des 1997 Lompat galah Jawa Barat
7 Tio Pratomo 25 Sept 1996 Lompat Galah Jawa Barat
8 Agung Dwi Laksono 26 Mar 1998 Lompat Galah Jawa Barat
9 Idan fauzan Richan 11 Jan 2000 Lompat galah Jawa Barat
10 Febiola Frans Parera 18-8-1999 Sprint Jawa Tengah
11 Wira Aulia Hadi 28 Okt 1999 sprint Jawa Barat
12 Nurhasanah 30 Apr 1997 Sprint NTB
13 Dede Nuraida 21 AGt 1996 Lompat Galah Jawa Barat
14 Katrina Indri Lahu 30-6-1997 sprint DKI Jakarta
15 Neneng Risma  17 juni 1997 Lompat galah Jawa Barat
16 Safinaz mahuse 02-11-1999 Lompat galah Jawa Barat
17 Nanda Riski 09 Jan 1999 Sprint DKI Jakarta
18 Jeni Nuraini 22-8-2000 Sprint DKI Jakarta
19 Dinda Wahyuni 1996 Lompat Galah DKI Jakarta

 

 

 

 

 

 

Selain mengirim Atlet ke Kejuaraan Asian Indoor di Hangzhou, China, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) juga akan mengirim dua atlet muda ke kejuaraan Asian Cross Country di Fukuoka, Jepang, 22 Februari 2014 mendatang. Kejuaraan yang bakal menjadi ajang ujian bagi pelari jarak jauh ini bakal diikuti atlet asal Jawa Tengah Beni Santoso dan Atlet Sumatera Barat Aprilia Kartina. Beni dan Aprilia merupakan peraih medali emas di kejuaraan  Atletik SEA Youth di vietnam tahun 2013 lalu. Roni meraih emas di nomor lari 5000 meter, sementara Aprilia meraih emas 1500 m. Kedua pelari jarak menengah -jauh ini akan berangkat ke Fukuoka pada 18 Februari 2014 nanti, dan  didampingi wakil ketua bidang pembinaan Paulus Lay.   

Peraih dua medali emas SEA GAMES ke-27 Myanmar, Maria Nathalia Londa bakal kembali berlaga di ajang Internasional. Kali ini, atlet nasional asal Bali ini dikirim Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk bertanding di kejuaraan Atletik Asian Indoor ke-6 yang akan berlangsung di Hangzhou, China, 15 dan 16 Februari 2014 mendatang. Atlet spesialisasi Lompat jauh dan jangkit ini berangkat bersama tiga atlet muda lainnya yaitu atlet asal Sumatera Selatan Rio Maholtra, Noval (Sulawesi tengah) dan Lismawati Ilang (Sulawesi Selatan). Keempat atlet tersebut bakal ditemani pelatih nasional Kikin Ruhuddin dan akan berangkat pada 13 februari 2014 mendatang.  

 

Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dan hasil penilaian para pelatih nasional maka, bidang pembinaan dan Prestasi  PB PASI mengucapkan selamat kepada para Atlet yang berhasil lolos seleksi test lapangan pada 13 januari 2014 yang lalu.

Para ATlet yang terpilih yaitu :

 

Nomor Lapangan

Putri: 1. Fabiola F (Jateng), 2. Wira Aulia (Jabar), 3. Nanda Riski (Dki), 4. Jeni Nuraini (DKI) , 5 Branda Lolis (Jatim),

Putra : 1. Mahadir (NTB),  2. Andreas (Dki)  dan 3. Dwi Saiful (Jatim).

Nomor Lompat Galah: 1. Epik (DKI), Permadi (DKI),Agung Dwilaksana (Sukabumi-Jabar),Herdiansyah (Bogor-JABAR),Tio pratama (Bandung-Jabar),Idan fauzan (bogor). Putri : Neneng risma (cianjur),Dede nuraida (cirebon), Safinas mahuze (Sukabumi-jabar),

(Hasil ini belum Final  masih menunggu hasil tes kesehatan dan Psikologi)

 


Witri berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish, Senin sore lalu. Meski tanpa lawan satupun di sampingnya, gadis 16 tahun asal Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, itu mampu melibas lintasan sejauh 60 meter hanya dalam hitungan belasan detik saja. Tak terlihat rasa lelah di wajahnya. "Jika diasah lebih baik, mereka (Witri dan teman-teman atlet lainnya) bisa menjadi atlet andalan Indonesia di masa depan," ujar Supriati, pelatih Witri dan sejumlah atlet asal Sumbawa besar, NTB.  

Witri adalah satu dari 100 atlet muda yang dipanggil PB PASI untuk mengikuti test seleksi  masuk Pelatnas Remaja, PB PASI 2014. Seleksi yang berlangsung sehari penuh itu berlangsung di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Selain dari Nusa Tenggara Barat, atlet muda yang ikut seleksi lainnya berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Menurut Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, para atlet tersebut merupakan hasil pemantauan dan pencarian tim pencari bakat yang diterjunkan PB PASI ke berbagai daerah. Mereka dipilih dari ratusan atlet muda yang mengikuti berbagai lomba baik kejuaraan tingkat daerah, hingga ke sekolah-sekolah dan klub atletik. Selain kelima daerah tersebut, PB PASI akan menerjunkan kembali tim pencari bakat ke beberapa daerah lainnya, seperti Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan. "Kita berharap, akan ada stok atlet muda nasional dari hasil seleksi ini, sebagaimana harapan ketua umum PB PASI Bob Hasan,' tambah Tigor Tanjung.

Berkaca dari hasil SEA Games 2013 yang lalu, Bob Hasan memang menaruh harapan besar agar bagian pembinaan PB PASI segera mencari para atlet muda berbakat sebanyak-banyaknya untuk dijadikan stok atlet nasional di kemudian hari. "Kalau perlu 1000 atlet muda, kita bina sekaligus setiap tahunnya," tegas Bob Hasan.  

Para atlet muda yang ikut seleksi kali ini, paling muda berusia 8 tahun atau masih duduk di bangku Sekolah dasar yaitu Neneng Risma, dari Cianjur, Jawa Barat, dan tertua berusia 17 tahun. Mereka mengikuti serangkaian tes yang terdiri dari lari koordinasi ABC, standing long jump, strengh endurance, push up, hingga lari 60 meter.

Dari setiap tes tersebut, masing-masing akan mendapat poin yang akan diakumulasi untuk menentukan peringkat terbaik para peserta tes. Peraih poin terbanyak akan direkrut untuk masuk pelatihan nasional di Jakarta. 

Pelari gawang 100 meter putri Indonesia Dedeh Erawati menjadi pahlawan bagi atletik Indonesia setelah menyumbang satu medali emas pada SEA Games XXVII di Myanmar yang berakhir senin lalu. Pada lomba yang berlangsung Kamis (19/12), Dedeh masuk finis pertama mengalahkan pelari Thailand dan Malaysia yang masing-masing merebut medali perak dan perunggu.

Dengan tambahan satu emas dari Dedeh, berarti atletik mencapai target 6 medali emas yang dijanjikan sebelum bertolak ke Myanmar. Sebelumnya atletik sudah meraih medali emas dari nomor 20,000 meter jalan cepat putra, lompat jauh putri, lompat jangkit putri, lari 3000 meter halang rintang, dan lari 10.000 meter.

Medali emas dari lari gawang 100 meter putri memang sudah diperkirakan bakal direbut Dedeh, lantaran Dedeh adalah pelari tercepat Asia Tenggara di nomor spesialisasinya itu. catatan waktu yang dibuat Dedeh yaitu 13.53 detik, atau masih jauh di bawah rekornas yang dipegangnya yaitu 13,18 detik.

Musuh bebuyutannya, Wallapa Punsoongneun dari Thailand, harus puas di posisi kedua dengan waktu 13.71 detik. Medali perunggu diraih pelari Malaysia, Raja Nursheena Raja Azhar (13.84 detik).Namun terlepas dari itu semua, hasil SEA Games kali ini bagi atletik sudah cukup memuaskan karena sesuai dengan target yang dipasang sebelumnya.

Bersama ketua Bidang organisasi PB PASI  Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim, Ketua Umum PB PASI Bob Hasan berangkat ke Semarang, Jawa tengah, Sabtu dini hari lalu.  Sebelumnya telah berangkat pula, pelatih Enny Sumartoyo dan pelatih asal Rusia Anatoly Chernobay.

Di Semarang, kebetulan sedang diadakan lomba lari antar pelajar dan Mahasiswa tingkat Jawa tengah yang diadakan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Fajar Mas Murni Athletic Club. Menurut ketua panitia lomba, Dr Rumini,  kejuaraan ini untuk mencari bibit-bibit atlet yang handal khususnya di Jawa Tengah.  Selain lomba lari sprint 60 meter dan 8 x 50 meter untuk tingkat Sekolah Dasar, juga dilombakan nomor 100 meter, estafet 4x 100, dan beberapa nomor lainnya.

“Total ada 520 peserta dari berbagai daerah yang ikut serta,” ujar Rukmini.  Meski sempat diwarnai hujan gerimis, lomba tetap berlangsung semarak. Para atlet termasuk siswa SD, bersemangat untuk mengikuti lomba hingga usai.

Ketua Umum PB PASI Bob Hasan dan Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim didampingi rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman, M.Hum.meninjau lomba tersebut.

Beberapa atlet yang tampak menonjol pun dicatat oleh tim talent scouting dari PB PASI. Bob Hasan menyambut baik diselenggarakannya kejurda tersebut. Menurut Presiden kehormatan Federasi Atletik Asia ini, Jawa Tengah  merupakan salah satu lumbung atlet atletik nasional. Selain Suryo Agung, ad apula Trianingsih, Agus Prayogo dan beberapa atlet nasional lainnya yang berasal dari Jawa tengah.

 

Suasana ruang pertemuan PB PASI di selasar utama Stadion Madya Senayan Jakarta, langsung hening, ketika Bob Hasan mulai berbicara. Jumat malam, pekan lalu, Ketua Umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) itu berbicara  sedikit ‘keras’ ketika menyinggung prestasi cabang atletik di arena SEA Games XXVII, yang baru berakhir senin lalu.

Di hadapan para atlet yang baru kembali dari Myanmar dan puluhan atlet muda lainnya, penghuni Pelatnas PB PASI, Ia menyinggung raihan emas tim atletik Indonesia.  “Masak, emas kita disumbang oleh ‘nenek-nenek’, “ ujar Bob Hasan setengah bergurau.  

Cabang Atletik berhasil menyumbang enam medali emas bagi kontingen Indonesia. Jumlah ini sebenarnya sudah mencapai target yang ditetapkan.  Keenam medali tersebut disumbangkan oleh  Trianingsih lewat nomor 10.000 meter,  Hendro (20.000 m Jalan cepat), Maria Nathalia Londa (lompat jangkit dan lompat jauh), Rini Budiarti (3000m haling rintang) dan Dedeh Erawati (100 M  gawang).  Nah, raihan Rini Budiarti dan Dedeh ini lah yang disinggung Bob Hasan.

Baik Dedeh maupun Rini merupakan atlet senior dan pemegang rekor nasional (rekornas) di nomor masing-masing. Dedeh kini  telah berusia 34 tahun, sedangkan  Rini , pada Januari nanti akan genap berusia 31 tahun. Bob Hasan menyoroti para sprinter muda  seperti  Sapwaturahman, Fadlin, dan Iswandi serta atlet muda lainnya yang  gagal meraih medali emas. “Para pelatih, harus segera mengevaluasi atas hasil yang ada. Strategi latihan harus dibenahi agar tahu, kapan para atlet mencapai peaknya,” ujar Bob Hasan.  

Meski belum puas atas hasil yang dicapai para patriot atletik Indonesia, Bob Hasan tetap menghargai kerja keras para pelatih dan atlet. Ia meminta seluruh pengurus PASI termasuk para pelatih untuk bekerja lebih keras lagi, untuk membina para atlet atletik termasuk terus berusaha  mencari bibit muda atletik. “Kita harus punya stok yang banyak, kalau bisa, kita punya stok 1000 atlet muda dari seluruh Indonesia, supaya menjadi  Suryo Agung-Suryo Agung baru di masa depan,” ujar Bob Hasan.  


Pengalengan, Jawa Barat (18/11): Ketua Umum PB PASI Bob Hasan, ketua bidang organisasi PB PASI Letjen (purn) Zacky Anwar Makarim dan dan Sekjen PB PASI Tigor Tanjung meninjau Pemusatan Latihan Nasional Atletik nomor jarak jauh dan menengah di Pengalengan, Jawa Barat, senin, 18 november 2013.

Di lokasi pelatnas yang terletak di kawasan perkebunan teh, milik PTPN VIII tersebut, Ketua Umum PB PASI  Bob Hasan memberikan sejumlah wejangan kepada para atlet dan pelatih, yang akanan diterjunkan di ajang SEA Games, desember 2013 mendatang di Myanmar. Bob Hasan meminta para atlet untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin,  baik kondisi fisik, maupun mental. Mereka diminta menjaga kondisi tubuhnya, termasuk waktu tidur, dan buang air, harus teratur.

Pelatnas nomor jarak jauh diisi oleh 7 atlet nomor marathon, jalan cepat, triplechease, 5000 meter dan 10ribu meter. Diantara para atlet tersebut yaitu atlet peraih medali emas SEA Games sebelumnya, Tryaningsih dan AGus Prayogo. Mereka dipimpin ketua tim pelatih Picauli.

PB PASI menargetkan untuk mendulang medali emas sebanyak yang didapat pada SEA Games 2011 di Palembang. Selain harapan medali diraih Agus Prayogo

dan Tryaningsih, menurut Picauli, peluang medali emas juga bisa diperoleh Rini Budiarti (3000 steplachease), dan Yahuza serta Nicolaus (Marathon)

Menurut Picauli, para atlet digeber dengan pola latihan sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore, dengan intensitas latihan, lima hari seminggu. kondisi para atlet, menurut Picauli, dipastikan sudah siap untuk melakukan yang terbaik di SEA Games mendatang. Meski para pesaing makin banyak dan makin berkualitas, yaitu dari malaysia, Thailand, Vietnam, namun, Picauli yakin, anak-anaknya bisa berbuat lebih baik.

Page 8 of 11
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…