Asupan makanan sebelum dan setelah olahraga adalah bagian penting untuk memperoleh nutrisi maksimal. Selain aktivitas fisik, makanan berpengaruh bila ingin menurunkan berat badan atau memiliki tubuh ideal.

Makanan kaya protein akan mendukung kekuatan selama olahraga. Sedangkan kombinasi makanan protein dengan indeks gula rendah dan protein akan menjadi sumber tenaga saat melakukan latihan intens.

Agar memastikan tubuh bisa menyerap dan menggunakan makanan dengan baik, sebaiknya perhatikan waktu konsumsinya. Karbohidrat memiliki waktu metabolisme cepat, sekitar 30 menit, sedangkan protein bisa mencapai dua jam. 

Mengutip Body and Soul, ada lima menu sederhana kaya protein yang dapat dinikmati sebelum dan sesudah olahraga.

Dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK, mengaku mempunyai trik khusus untuk selalu sehat. Ahli gizi ini menuturkan ada lima cara yang bisa digunakan banyak orang agar terhindar dari penyakit.

"Untuk hidup sehat itu gampang. Ada caranya. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya ada motivasi atau tidak. Yaitu makan, berfikir, lingkungan, olahraga, serta aktifitas, itu kuncinya," jelasnya di Jakarta, Selasa, (30/4).

Banyak atlet yang berusaha untuk menurunkan berat badan mereka agar dapat memiliki bentuk tubuh yang lebih baik atau bahkan membuat mereka lebih cepat dan tangkas menghadapi kompetisi yang akan diikuti, Menggabungkan makanan yang benar dan jumlah latihan yang tepat akan membuat anda mampu mengurangi berat badan dengan sangat cepat dan membuat anda menjadi atlet yang lebih baik serta efektif. Beberapa cabang olahraga seperti gulat dan tinju memiliki peraturan kelas berat yang memaksa setiap atlet untuk memiliki berat badan di bawah kelas tersebut.

Anda harus dengan tepat mementukan program diet yang bisa menurunkan berat badan anda secara sehat. Program diet yang meminta anda untuk melewati waktu makan dan membuat anda lapar sepanjang hari hanya akan menurunkan kesehatan anda dan membuat performa anda memburuk di hari pertandingan.

Menjaga imunitas tubuh penting bagi atlet karena biasanya atlet rentan terhadap penyakit seperti flu, batuk, tertama infeksi pada saluran pernafasan. Turunnya tingkat imunitas ini bisa saja disebabkan turunnya kondisi badan setelah berlatih berat. Faktor penting pertama yang perlu diperhatikan adalah kecukupan massa “recovery” setelah latihan berat atau setelah session berakhir pada suatu perioda tertentu. Faktor penting kedua adalah diet makanan secara umum serta keperluan nutrisi tertentu untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Khusus selama latihan berat kadar karbohidrat harus cukup dalam membentuk glycogen otot, dimana kekurangan glycogen juga berarti turunnya imunitas tubuh. Andrew Hamilton menemukan cara mudah untuk memecahkan kedua masalah diatas dengan sederhana.

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…