PB PASI

PB PASI

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Wednesday, 26 April 2017 13:45

10 Rekornas Pecah di kejurnas U-18 dan U-20

Tim estafet Jawa Timur saat menjadi juara estafet 4 x 400M (dok PB PASI) 

 

Tim Jawa Timur akhirnya kembali menguasai podium Juara Umum kejurnas U-18 dan U-20 yang berlangsung di stadion Atletik, Rawamangun Jakarta Timur. Tim yang sebagian diisi atlet-atlet binaan pelatnas PB PASI ini berhasil meraih 15 medali emas, 13 perak dan 9 perunggu. Sementara juara tahun lalu, tim Jawa Tengah hanya menempati posisi ketiga dengan perolehan  10 medali emas, 14 perak dan 14 perunggu,  di bawah tim tuan rumah DKI Jakarta yang menempati urutan kedua dengan perolehan medali 11 emas, 10 perak dan 8 perunggu.   

 

Namun yang membanggakan, dalam kejurnas kali ini terjadi pemecahan rekor nasional oleh atlet-atlet yunior dan remaja. Setidaknya ada 10 rekor nasional baru yang berhasil dipecahkan sepanjang 4 hari penyelenggaraan.

 

Diantaranya atlet yang sangat bersinar di ajang kejurnas ini yaitu atlet asal Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar. Atlet remaja asal Bogor, Jawa Barat ini memecahkan dua rekornas sekaligus yaitu di nomor  110 meter gawang dan 400 m gawang putra.  

 

Selain Halomoan, pemecahan rekornas juga terjadi di nomor lontar martil putra oleh atlet pelatnas lainnya  Deny  Putra Yohanes. Atlet asal Riau ini memecahkan rekor atas namanya sendiri dengan mencatat lemparan sejauh 56,83 m dari sebelumnya 55.20m  (Lihat daftar Pemecahan Rekornas) .

 

Peringkat 10 Besar Kejurnas U-18 dan U-20

No        Daerah               emas perak perunggu Total

  1. Jawa Timur 15;      13;       9;         37
  2. DKI Jakarta 11;      10;       8;         29
  3. Jawa Tengah 10;      14;      14;       38
  4. Jawa Barat    9;      12;       9;         30
  5. Sumatera Barat 8;      5;         7;         20
  6. Riau    3;      5;        2;         10
  7. BaBel    3;      2;        4;        9
  8. Maluku    3;      1;         3;         7
  9. Sulsel    3;      1;         2;         6
  10. Banten   2;      2;         2;         6

Daftar pemecahan rekornas pada Kejurnas U-18 dan U-20

1

Deny  Putra Yohanes

Yunior

Riau

Lontar Martil

56.83m

2

Teuku Tegar Abadi

Yunior

Jawa Timur

Lompat Tinggi Galah

4.95m

3

Tria Suryati Ningsih

Yunior

D.I. Yogyakarta

3000m St. Chase

11:31.81

4

Fauma defril Jumra

Yunior

Sumbar

Dasa Lomba

5948

5

Nabeela Ariantika

Remaja

Lampung

Sapta Lomba

4051

6

Safrina Ayu Melina

Remaja

Jawa Timur

100m Gawang

14.34

7

Halomoan Edwin Binsar

Remaja

Jawa Barat

110 Gawang

13.78

8

Nani Dwi P

Remaja

Jawa Tengah

2000m St. Chase

7:24.89

9

Halomoan Edwin Binsar

Remaja

Jawa Barat

400m Gawang

51.85

10

Risqian Michael

Remaja

DKI Jakarta

Lempar Cakram

49.95


 

 

Tim Estafet dengan new national record (dok PB PASI) 

 

Keberhasilan tim Indonesia di pentas Asian Grandprix 2017 (AGP 2017) menambah kepercayaan diri PB PASI menatap ajang SEA Games 2017. Sepanjang 3 seri AGP 2017 yang berlangsung di China dan Taiwan itu, tim Indonesia yang terdiri dari 5 atlet, berhasil mendulang  3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Dalam kejuaraan yang berlangsung dari 23 April hingga 30 April  tersebut, tim Indonesia hanya turun di  tiga nomor perlombaan yaitu estafet 4x 100 M putra, Sprint 100 M putra dan tolak peluru putri. Perolehan 3 medali emas diraih tim estafet yang terdiri dari Fadlin Ahmad, Iswandi Abdullah, Eko Rimbawan, dan Yaspi Boby.

Tim besutan pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo ini menciptakan hattrick dengan memborong ketiga medali emas dari seluruh seri yang berlangsung di China dan  Taiwan tersebut. Sementara 1 medali perak dan dua perunggu masing-masing diraih Yaspi Boby dari nomor 100 m putra  dan Eki Febri dari nomor tolak peluru putri.  

 

Tak hanya medali, tim Indonesia juga sukses memboyong dua rekor nasional (rekornas) baru.Tim estafet, mampu memecahkan rekornas estafet 4x100M dari semula 39,28 detik  yang dibuat saat di kejuaraan Singapore open 2016 menjadi 39,13 detik. “Semula kami kurang yakin dengan formasi baru tim estafet putra setelah kecelakaan yang menimpa Rozikin(atlet pelatnas PB PASI). Tapi, hasil dalam Asian Grand Prix 2017 ini menjadi bekal bagi mereka ke SEA Games di Malaysia," kata pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo.

 

PB PASI pada awalnya memang menyiapkan tim estafet SEA Games yang bermaterikan Iswandi, Fadlin, Yaspi Boby dan Rozikin. Namun, beberapa hari jelang keberangkatan mengikuti try out perdana di AGP 2017, Rozikin mengalami kecelakaan motor di sekitar stadion Pakansari, Cibinong, tempat pelatnas selama ini berlangsung. Ia mengalami patah tulang bahu sehingga butuh operasi dan pemulihan setidaknya enam bulan.  

 

Formasi berubah dengan masuknya Eko Rimbawan yang memang selama ini disiapkan PB PASI menjadi cadangan tim utama. Selain Eko Rimbawan, PB PASI juga menyiapkan sprinter asal Bali  I Dewa Made Mudiyasa yang kini menghuni pelatnas PB PASI.  Hasilnya, tiga medali emas dan dua pemecahan Rekornas. 

 

Menurut Eni Sumartoyo, hasil yang ada merupakan buah dari latihan dan semangat serta tekad atlet dalam menjalankan program sesuai periodisasi yang telah ditentukan pelatih. Ia juga tak menampik bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pengaruh hasil latihan yang diberikan pelatih Amerika Serikat Harry Marra yang belum lama ini datang ke Indonesia. “Mudah-mudahan untuk periodisasi selanjutnya akan lebih baik lagi,” tambah Eni Sumartoyo.

 

Selain estafet, sukses pemecahan rekornas juga dibuat petolak peluru putri asal Jawa Barat Eki Febri Ekawati. Ia berhasil memperbaiki rekornas yang dibuatnya sendiri di ajang PON 2016 lalu yaitu 14,98 meter menjadi 15,54 meter.  “Puji Tuhan,  kita bisa memandang optimis bahwa kita berpeluang  menyumbang medali cukup besar di ajang  SEA Games Kuala Lumpur nanti,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menanggapi hasil yang diperoleh dari AGP 2017.

 

Kejurnas 2015

 

Kejuaraan nasional Atletik (Kejurnas) kembali digelar  Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Bertempat di Stadion Atletik Rawamangun. Kejurnas bertajuk, Kejurnas U-18 (under 18 years old) dan U-20 (under 20 years old) ini, merupakan event tahunan yang diperuntukan bagi atlet-atlet remaja dan yunior dari seluruh Indonesia.

Penamaan  kejurnas kali ini, memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena mengikuti standar yang dilakukan Federasi Atletik internasional (IAAF). “IAAF sudah menggunakan kategori usia pada setiap nama kejuaraannya, dan menjadi acuan setiap negara anggota,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.  

Pada kejurnas kali ini, 754 atlet baik putra maupun putri telah menyatakan diri untuk ikut serta. Mereka datang dari 31 provinsi. Hanya tiga provinsi yang tidak bisa hadir yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi barat dan Nusa Tenggara Timur. “Selain karena alasan ketiadaan atlet, mereka (daerah yang tidak ikut) juga beralasan atletnya belum siap karena baru mengikuti ujian nasional,” ujar Dwi Prijono, ketua Panpel Kejurnas.

Even ini sendiri menurut Dwi, akan berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 21 April hingga 24 April 2017.  Kejurnas akan berlangsung seru karena, dari 77 nomor yang diperlombakan baik putra maupun putri,  kemungkinan besar akan banyak terjadi pemecahan rekor nasional. Hal itu mengacu pada laporan hasil latihan para atlet, khususnya para atlet muda yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI.

Selain akan turunya para atlet pelatnas untuk membela daerah masing-masing, dalam kejurnas kali ini, juga akan hadir para atlet muda yang baru saja dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia U-18 yaitu atlet Jawa Timur yang juga pemegang rekornas 400 meter Ifan Anugerah dan atlet lari gawang asal Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar. Keduanya, dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia yang akan berlangsung di Nairobi, Kenya, Juli 2017 mendatang. 

Selain keduanya, yang dinyatakan lolos ke kejuaraan dunia setelah meraih medali emas di ajang kejuaraan remaja Asia tenggara di Filipina, akhir maret lalu, ada pula atlet putri DKI Jakarta Jeanny Nuarini Agreta, yang lolos  ke kejuaran dunia karena memiliki waktu lari 100 m remaja, melampaui batas minimal. “Jadi, event ini bakal menjadi ajang ujicoba bagi ketiga atlet, dan kesempatan atlet-atlet muda daerah mengetes hasil latihannya selama ini dengan menantang para atlet pelatnas,” tambah Dwi.

Dalam kejurnas kali ini, diperebutkan 77 medali emas dari 77 nomor yang diperlombakan, baik putra maupun putri. PB PASI juga akan memberikan bonus kepada para atlet pemecah rekornas periode akhir 2016 hingga jelang kejurnas.  . Penyerahan bonus akan dilakukan langsung oleh ketua umum PB PASI Mohamad Bob Hasan. 

Wednesday, 19 April 2017 01:11

Sukses Prestasi Bertambah Rejeki

EMILIA NOVA (Dok GATRA)

 

Tubuh itu dipenuhi peluh yang mengucur deras akibat terik mentari yang menyengat. Namun hal tersebut tidak mengendurkan semangat Emilia Nova untuk terus melompati gawang demi gawang di lapangan atletik GOR Rawamangun, Jakarta, Senin kemarin. Maklum, latihan kali ini untuk persiapan diri menjelang SEA Games 2017 di Malaysia, Agustus mendatang. “Waktunya tidak lama lagi, jadi harus semakin rajin latihan,” kata Emilia kepada Gatra.

Atlet saptalomba dan lari gawang pelatnas PB PASI ini mengaku  harus melewati tiga sesi latihan dalam sehari. Latihan pagi selama 2-3 jam dan latihan sore dua sesi sekaligus selama empat jam. Wanita kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1995 ini pun memasang target emas untuk SEA Games nanti.

Wanita dengan perawakan langsing dan kaki berjenjang, ini pun bermimpi lebih tinggi lagi. Emilia juga ingin menjuarai Olimpiade 2020 di Tokyo. “Saya ingin menjadi juara SEA Games dan Olimpiade,” kata dara ini berharap dengan wajah semringah.

Ia bercerita, menjadi atlet bukanlah cita-citanya sebenarnya semasa kecil. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Zainur dan Delvia ini justru ingin menjadi polisi. Sosok polisi yang mengenakan seragam, menurutnya, tegap dan berwibawa.

Meski begitu, Emilia sejak kecil juga menyukai olahraga. Ia kerap mengikuti lomba atletik di sekolahnya. Bahkan, sejak kelas 4 SD,  ia telah banyak memenangkan berbagai kejuaraan. Hingga kelas 3 SMP pada 2010, Emilia membuktikan dirinya sebagai yang terbaik se-DKI. Emilia pun mengakui, di balik itu semua, ada sosok Ayahnya, Zainur yang senantiasa menemani Emilia dalam setiap latihan dan pertandingan.

Prestasinya itu yang lantas membawa dirinya masuk radar para pembina atletik di PB PASI. Emil --panggilan akrab Emilia-- kemudian diundang untuk masuk dalam pelatnas PB PASI, dan berlatih di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Ketua Umum PB PASI, Mohamad Bob Hasan, sendiri yang turun tangan 'melamar' Emil. Pertemuan sempat diadakan antara Bob Hasan dan Zainur dan Emilia. Tak segan-segan, Bob Hasan langsung menawarkan Zainur untuk membantu mengurus Emil hingga bisa menjadi atlet nasional. “Biar anakmu saya yang mengurus,” kata Emilia meniru Bob Hasan ketika itu.

Sejak itu, kehidupan Emil berubah drastis. Ia makin disiplin dalam latihan. PB PASI juga tak lepas tangan terhadap pendidikan Emil. "Selain menyediakan tempat tinggal, uang saku, kebutuhan sehari-hari, bahkan pelatih dan semua kebutuhan Emil, PB PASI sediakan. Dan, seperti buat atlet-atlet pelatnas lainnya, PB PASI juga menyekolahkan dia dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi," ujar ketua Umum PB PASI, Bob Hasan.

Dari situ, Emilia terus berlatih, hingga akhirnya namanya kian bersinar ketika sukses menyabet tiga emas di PON Jawa Barat 2016. Emil berhasil menjadi juara di nomor lari 100 meter gawang, saptalomba, dan estafet 4x100 meter. Menariknya, atlet asal kontingen DKI Jakarta ini mencatatkan diri sebagai pemecah rekor nasional 100 meter gawang, dengan catatan waktu 13.35 detik menggeser rekornas milik seniornya, Dedeh Erawati, 13,36 detik.

Tak hanya itu, Emil juga berhasil memecahkan rekor nasional untuk saptalomba, yang sebelumnya ini dipegang oleh Rumini sejak 1993. Emilia mencatatkan angka 5.382 poin, lebih tinggi ketimbang Rumini yang hanya 5.204 poin.

Atas hasil dari raihan medali emas itu Emil mendapatkan bonus dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 800 juta. Meski masih berusia muda, Emilia sudah berpikir akan investasi. Ia termotivasi oleh nasihat Ketua Umum PB PASI, Mohamad Hasan, yang selalu mengingatkan para atlet untuk menabung demi masa depan. Bahkan, PB PASI kerap memberikan bonus kepada atlet berprestasi dalam bentuk tabungan yang hanya bisa dicairkan ketika pensiun sebagai atlet. Kebijakan itu dilatarbelakangi pengalaman melihat sejumlah mantan atlet yang justru hidup susah saat pensiun. “Emilia enggak mau kayak gitu. Apalagi Emil tulang punggung, Emil enggak mau lihat mama dan adik susah,” katanya.

 

==========

 

Nama: Emilia Nova

Asal : DKI Jakarta

Tinggi : 173 cm

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 20 Agustus 1995

 

Prestasi :

 

Juara 100 meter gawang di Asian University Games 2014 di Palembang dan Singapura 2016

Juara nomor 100 meter lari gawang U-21 Vietnam 2013

Runner-up Saptalomba Asean University Games 2014

Juara 4 x 100 meter Hong Kong Open 2016

Runner-up 4 x 100 meter Vietnam Open 2016

Runer-up 100 meter lari gawang Singapura Open 2015

Juara 100 meter gawang ANQ Track and Field Championship, Townsville, Australia

 

Peraih emas PON Jawa Barat 2016 untuk kategori saptalomba, gawang 100 m dan estafet 4 x 100 m.

Rekor nasional saptalomba dan gawang 100 m

Rekor PON Gawang 100 m dan saptalomba

 

 

 

Page 1 of 125
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…