PB PASI

PB PASI

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Sunday, 01 May 2016 12:57

Tresna Puspita dan Pindahan Asrama

(Dok PB PASI)

Raut wajah Tresna Puspita Gusti Ayu, tak menunjukan kelelahan sama sekali. Senin lalu, atlet Pelatnas PB PASI ini, tetap menjalankan latihan seperti biasanya. "Alhamdulillah, latihan seperti biasa mas, gak berubah," ujar Tresna saat ditemui di Stadion Madya Senayan, Jakarta.

Padahal, dalam beberapa hari ini, pemegang rekornas lempar cakram putri remaja ini dan seluruh atlet pelatnas PB PASI sedang sibuk mengemasi barang-barangnya di stadion madya Senayan Jakarta. Jika tak ada aral melintang akhir pekan depan, Tresna dan teman-temannya sudah harus pindah ke Stadion Rawamangun, Jakarta Timur dan Stadion Pakansari Cibinong, Bogor.

Atlet yang pernah mewakili Indonesia di kejuaraan Dunia Atletik Remaja IAAF, di Donetsk, Ukraina, ini harus 'tergusur' karena stadion Madya Senayan akan segera dipugar. Stadion yang kerap disebut "Home Of Athletics" Indonesia ini, akan direnovasi untuk menyambut pesta olahraga Asia, Asian Games 2018. Stadion madya akan menjadi lapangan latihan bagi para atlet Asia peserta Asian Games. Sementara. Perlombaan akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menurut atlet kelahiran Kuningan, jawa Barat 1, Agustus 1996 ini, persiapan untuk pindah tempat pelatihan, sudah dilakukan. Hampir semua barang dan perlengkapan kebutuhan sehari-harinya sudah dibungkus rapi. Hanya, pakaian latihan dan sejumlah beberapa helai pakaian harian yang masih tersisa. "Kapan disuruh pindah, langsung berangkat," tambah pemegang rekornas lempar cakram yunior ini sambil tertawa.



Keberhasilan tim estafet Putra 4 x 100 M memecahkan rekornas di ajang Singapore Open 2016 mendapat sambutan hangat dari masyarakat pecinta Atletik Nasional. Namun, bagi Ketua umum PB PASI, Bob Hasan, keberhasilan tersebut belum apa-apa. Tim Atletik belum dapat mewakili Indonesia di ajang Olimpiade 2016.

Menurut Bob Hasan, tiket Olimpiade Rio de Janeiro sudah diraih 8 tim estafet yang menduduki posisi 8 besar di ajang kejuaraan dunia estafet Bahamas (IAAF BTC Bahamas World Relays), Mei 2015 lalu. Diantara adalah Amerika Serikat lewat kuartet sprinternya Mike Rodgers, Justin Gatlin, Tyson Gay, dan Ryan Bailey. Lalu, Jamaika yang diperkuat pemegang rekor dunia 100 M Usain Bolt. Mereka rata-rata mencatat waktu di bawah 38 detik.

Sunday, 01 May 2016 10:50

Rekornas Saja Belum Cukup

Tim estafet Putra saat di Singapore Open (PBPASI/Eni Sumartoyo)

Kebahagiaan menyelimuti seluruh anggota tim atletik Indonesia di Singapore Sport Hub Stadium, Singapura, akhir pekan lalu. Tim yang dimanajeri Pelatih Kikin Ruhuddin ini berhasil mempertahankan dominasi Atletik Indonesia di kejuaraan Atletik Singapura Open 2016. “Alhamdulillah, anak-anak (Atlet) bisa dapat sembilan medali emas dan 3 pemecahan rekornas,” ujar Kikin.

Turun dengan kekuatan penuh, Indonesia yang diwakili sejumlah atlet senior termasuk peraih medali emas Asian Games Maria Nathalia Londa, sukses mendulang 9 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu. Catatan hasil ini, nyaris sama dengan hasil yang dicapai pada Singapore Open 2015 yang lalu.

Monday, 04 April 2016 07:41

400 M MEN

Page 4 of 124
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…