PB PASI

PB PASI

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Monday, 15 August 2016 06:44

Timotius Kembali ke Habitat Lama

 

Nama Timotius Sokai Ndiken mungkin terasa asing bagi atlet-atlet atletik masa kini. Tapi, dua puluh tahun lalu,nama  pria kelahiran Merauke, 21 Juli 1965 ini, berkibar baik di pentas atletik nasional maupun regional. Timotius  adalah adalah Juara lempar lembing putra dan dasalomba di era 1980an hingga 90an. Ia bersaing dengan rekan sedaerahnya, Frans Mahuse. “Kalau Frans, nomor satu, saya nomor duanya, kadang sebaliknya,” ujar Timotius.  

Timotius dan Frank Mahuse merupakan karib sekaligus kompetitor di lapangan. Timotius dan Frans juga sering berbagi medali di pentas internasional.   Ikut di 6 ajang SEA GAMES sejak 1985 hingga tahun 1995, ayah empat anak ini mengoleksi   dua medali emas lempar lembing dan dua medali emas nomor dasalomba serta beberapa medali perak dna perunggu. Rekor terjauh lemparannya mencapai 75,36 M atau berbeda beberapa cm dari rekor nasional yang dipegang Frank Mahuse yaitu 75,58 M.

Paska SEA Games  1995, Timotius memutuskan mundur dari Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI di Jakarta. Alasan cedera dan keluarga menjadi pertimbangan ayah empat anak ini, untuk meninggalkan dunia yang telah melambungkan namanya. Timotius kemudian memilih menjadi guru sekolah di Jayapura. Belakangan,  Ia juga ditunjuk sebagai kepala bidang pemuda di dinas pemuda dan olahraga Merauke.

Kini, Timotius kembali ke habitat Iamanya. Ia diminta pemprov Papua Barat untuk melatih salah satu atlet mudanya, Lukas Mahuse menghadapi Pekan Olahraga Nasional Jawa Barat september 2016 nanti. Ia mengaku berusaha memberikan ilmu yang pernah didapatnya untuk memajukan atlet Papua Barat agar sukses di PON mendatang. "Saat ini, lemparannya (lempar lembing) sudah 66 Meter, tapi masih butuh kerja keras lagi," ujar Timotius (HF)

Maria Londa memegang Medali Emas Asian Games 2014

Peraih medali emas ASian Games 2014 Maria Londa mendapat kehormatan ditunjuk menjadi pengusung bendera pada acara defile pembukaan Olimpiade 2016 di Brasil. Penunjukan ini ditegaskan langsung oleh Chief de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari. Sebagaimana dikutip dari Detiksport, penunjukan atlet yang akrab disapa Marlon ini, berdasarkan keberhasilan Maria sebagai peraih tiket pertama ke olimpiade Brasil 2016.

Wednesday, 20 July 2016 10:53

Relasi Panjang Atletik Indonesia Jerman


Ketua Bid Luar Negeri PB PASI Letjen (purn) Sjafrie Sjamsoeddin, ditemani Sekjen PB PASI Tigor Tanjung Bertemu Dubes Jerman untuk Indonesia Georg Witschel

Bangku di stadion atletik di kota Kassel, Jerman, hampir penuh terisi penonton. Hanya bangku di beberapa sudut yang kosong. Itupun bisa dihitung dengan jari. "Mereka (warga Jerman) sangat antusias menyaksikan kejuaraan atletik," ujar Mohamad "Bob" Hasan, ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), yang menyaksikan langsung Kejuaraan Nasional Atletik Jerman, Ahad lalu.

Sunday, 05 June 2016 05:20

Bonus Tabungan Pemacu Prestasi

Pemberian Bonus Rekornas di Boyolali


Hanya dua minggu setelah mendapat bonus dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan Yayasan Damandiri atas prestasinya memecahkan rekor nasional (rekornas), atlet nasional Ifan Anugerah Setiawan kembali mengukir namanya dalam daftar pemecah rekornas. Kali ini, atlet atletik asal Jawa Timur tersebut, memecahkan rekornas estafet 4 x 400 meter Yunior di kejuaraan Yunior Asia yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, senin lalu. Ifan yang berlari bergantian dengan atlet asal Maluku Wempi Pelamonia, Zilser Numberi (Papua Barat) dan Kristian Yommy Gobay (Papua) mencatat waktu 3 menit 14,73 detik.

Page 3 of 124
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…