PB PASI

PB PASI

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kongres Persatuan PASI 2016 akhirnya kembali memilih Mohamad Bob Hasan sebagai ketua umum PB PASI periode 2016 – 2020. Bob Hasan terpilih secara aklamasi pada proses pemilihan yang diikuti 30 pengurus daerah PASI dan 1 wakil dari PAMI. Dalam Kongres yang berlangsung di ballroom Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (17/12) serta dihadiri ketua umum KONI Tono Suratman, para peserta kongres menerima seluruh laporan pertangungjawaban pengurus PB PASI 2012 - 2016 dan meminta agar seluruh hasil kerja yang sudah berjalan baik dilanjutkan oleh pengurus yang baru di bawah kepemimpinan Bob Hasan.

Bob Hasan sendiri sebelumnya telah menjelaskan hasil kerja pengurus PB PASI selama 4 tahun terakhir, bahwa di bawah kepemimpinannya telah melakukan banyak hal dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet baik di remaja, junior, maupun tingkat senior. "Kita harus berbangga bahwa atlet kita meraih medali emas melalui Maria Londa. Dan dua kali SEA Games atletik terus menjadi penyumbang medali terbanyak bagi tim Indonesia. Tapi pekerjaan rumah kita yaitu meraih medali emas Olimpiade," ujar Bob Hasan.

Ketua umum KONI Tono Suratman sebelumnya juga menyatakan menghaturkan terimakasih kepada Bob Hasan atas pengabdiannya kepada atletik selama puluhan tahun dan berharap atletik ke depan bisa terus berkontribusi terhadap dunia olahraga nasional. Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan apresiasi kepada pelatih yang berhasil membina atlet daerah yang berhasil mendapatkan atlet yang tinggi dan berhasil yaitu pelatih asal NTB Zubair, Supriyadi (sumbar) dan Mustara (DKI Jakarta).

Thursday, 19 January 2017 10:38

Darah Baru Menuju Tokyo 2020

Genap sebulan usai penyelenggaraan Kongres Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 2016 lalu, Ketua Umum terpilih PB PASI Mohamad Bob Hasan akhirnya secara resmi mengumumkan susunan kepengurusan PB PASI masa bakti 2016 – 2020. Dalam surat keputusan No. 01/PB PASI/ I/2017 tentang susunan pengurus besar PASI, Ketua umum PB PASI Mohamad Hasan selain menunjuk kembali sejumlah pengurus PB PASI periode sebelumnya dalam kepengurusan baru, juga menempatkan sejumlah personil baru dalam kepengurusan PB PASI.

Perubahan mencolok terlihat pada bidang pembinaan. Ketua Pengda PASI DKI Jakarta Dr Taufik Yudi Mulyanto ditunjuk menjadi ketua bidang pembinaan PB PASI. Mantan kepala dinas pendidikan DKI Jakarta ini menggantikan posisi Drs Johanis Paulus Lay yang kini bertugas sebagai ketua komisi pembibitan dan pemasalan PB PASI. Taufik Yudi akan dibantu oleh ketua Pengda PASI Jawa Timur Jongki Sumarhadi sebagai wakil ketua bidang pembinaan.

Selain Taufik dan Jongki, kepengurusan daerah lainnya yang masuk dalam kepengurusan PB PASI yaitu ketua Pengda PASI Jawa Tengah Supii dan sekum Pengda PASI DKI Jakarta Mustara Musa yang masing masing ditunjuk sebagai ketua komisi Etik dan ketua komisi peningkatan prestasi. Selain dari unsur pengurus daerah, ketua umum PB PASI Mohamad Bob Hasan juga memasukan sejumlah tenaga profesional baru ke dalam kepengurusan kali ini. Diantaranya, Satyo Haryo Wibisono dan Rien Darmastuti.

Satyo yang dikenal sebagai salah satu penggerak Maybank Bali Marathon ditunjuk sebagai wakil ketua komisi pembibitan dan pemasalan mendampingi Paulus Lay. Sementara, Rien Darmastuti yang merupakan marketing communication salah satu Bank Swasta di Indonesia dilibatkan sebagai wakil ketua komisi pemasaran PB PASI. “Saya sengaja memasukan para pengurus daerah dan kalangan profesional, agar pengurus bisa langsung bekerja, untuk mempersiapkan para atlet menghadapi Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020,” ujar Bob Hasan

Wednesday, 09 November 2016 06:49

KALENDER KEGIATAN PB PASI

 

KOMPETISI 2017

 

Bulan Tanggal  Kegiatan Kota/Negara
JANUARI      
FEBRUARI 2 Myanmar Open Myanmar
  TBD Brunei Open Brunei Darussalam
  TBD Gubernur Kaltim 10K Samarinda, Indonesia
       
MARET 19 Asian 20 km Race walking Championships Nomi City, Jepang
  26 IAAF World Cross Country Kampala, UGA
  27-28 SEA Youth Athletics Championships Ilagan Isabela, Philipina
  30-2/4 Philipine National Open Invitational Athletics Championships Ilagan Isabela, Philipina
  TBD Kejurda Atletik Antar Klub Jawa Timur Terbuka (Jatim Open) Surabaya, Indonesia
       
April 5-8 Kejurnas Yunior dan Remaja Jakarta, Indonesia
  22-23 IAAF World Relays Championships Nassau, Bahrain
  24 Asian Grandprix (1st leg) Jiaxing, China
  27 Asian Grandprix (2nd leg) Jinhua, China
  30 Asian Grandprix (3rd leg) Taipei City, Taipei
       
Mei 12-22 4th Islamic Solidarity Games Baku, Azerbaizan
  20-23 2nd Asian youth Athletics Championships Bangkok, Thailand
  TBD Kejurnas Atletik Antar PPLP Timika, Papua,Indonesia
       
Juni 1-4 22nd Asian Athletics Championships Ranchi, India
  TBD Thailand Open TUSC-Bangkok, Thailand
  TBD Vietnam Open - HCMC International Track & Field Ho Chi Minh, Vietnam
       
Juli 12-16 IAAF World Youth Championships Nairobi, Kenya
  22-24 Timor Leste open Timor Leste
  TBD Malaysia Open Kuala Lumpur, Malaysia
  TBD Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Medan, Indonesia
       
Agustus 4-13 IAAF World Championships in Athletics London, Inggris
  19-28 SEA GAMES XXIX Kualalumpur, Malaysia
  TBD Maybank Bali Marathon Gianyar, Bali, Indonesia
       
September 17-27 5th Asian Indoor Games Ashgabat, Turkmenistan
  20-25 World Student Games (Universiade) Taipei City, Taiwan
  TBD Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV Semarang, Indonesia
       
Oktober TBD Kejuaraan Antar Klub Piala Panglima TNI Open V Bandung, Indonesia
November 27-30 Indonesia Open/Kejurnas Jakarta, Indonesia
  TBD 14th Asian Marathon Championships Dongguan City, China
  TBD Asian Youth Games Jakarta, Indonesia
       
Desember TBD Kejurnas Estafet Jakarta, Indonesia
Friday, 18 November 2016 06:33

Belajar Trik Sport Marketing

Yogjakarta - Kesulitan mendapatkan sponsor dalam setiap kegiatan Atletik ternyata tak hanya dialami Indonesia. Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan ternyata mengalami hal yang sama."Atletik tak sepopuler Kricket atau sepakbola di negeri kami," ujar Madhu Kant, pengurus atletik asal India.

Hal itu dikemukakan Madhu di sela-sela penyelenggaraan Seminar "Sport Marketing" yang diselenggarakan Regional Development Centre (RDC) Jakarta yang merupakan representasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Atletik kalah pamor dengan kriket yang merupakan olahraga khas negara-negara bekas jajahan Inggris, dan Sepakbola.

Page 3 of 126
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…