Pembinaan Kader Atlet di Schleswig Holzstein Memasuki Musim Dingin
10 orang pelatih atletik Indonesia pada tanggal 1 November 2008 berangkat menuju kota Malente, sebuah kota kecil di wilayah Schleswig Holzstein/Jerman untuk mengikuti pelatihan „strength & conditioning" serta program kaderisasi atlet di wilayah tersebut sampai dengan tanggal 11 November 2008. Kesepuluh orang pelatih tersebut: Dominggus Lutrun (Papua), Arnold Persulessi (Maluku), Hasnor (Riau), Tommy Fondy (DKI Jakarta), Zen Jukri (Jawa Tengah), Henny Maspaitella (Jawa Timur), Kikin Ruhidin (Jawa Barat), Hadi Wacono (Lampung) dipimpin oleh Ketua dan Wakil Bidang Pembinaan Boedi Darma Sidi dan Paulus Lay.
Saat kedata
ngan hari pertama, tanggal 1 November 2008, pukul 14.00 delegasi sudah dihadapkan kepada program yang disebut sebagai Persiapan Pelatihan Memasuki Musim Dingin. Awal musim dingin bagi pembinaan di Jerman identik dengan pengembangan latihan untuk peningkatan kondisi atlet serta kekuatan sebelum memasuki masa pertandingan ruang tertutup yang berlansung bulan Februari-Maret. Pada kesempatan tersebut semua atlet yang termasuk dalam daftar Kader Atlet A s/d E atau Senior s/d Remaja (A - B - C - C/D - D - E) dikumpulkan bersama pelatihnya untuk diberikan pengarahan oleh Pelatih Pusat/Negara Bagian dalam menghadapi kegiatan selama musim dingin.
Program pengumpulan atau „Training Camp" ini dilakukan setiap bulan pada selama 3(tiga hari), dari hari Jum'at siang sampai Minggu siang dan dilakukan setiap bulan sampai musim pertandingan „Indoor", dimana mereka mempunyai kewajiban untuk mengikuti jenis pertandingan yang ditentukan untuk mereka sesuai dengan tingkat kader yang disandang.
Di dalam Training Camp ini Pelatih Pusat selain memberikan penyegaran metoda latihan serta target pelatihan, juga memberikan program peningkatan motivasi dan pembentukan spirit kebersamaan team kepada para atlet melalui latihan „conditioning" berupa permainan beregu yang sebenarnya sangat intensif. Pertukaran pemikiran antara pelatih pusat dan pelatih perkumpulan menjadi pusat pertemuan ini. Dalam pertemuan ini pelatih kepala federasi atletik negara bagian mengesahakan program pelatihan yang dipersiapka oleh pelatih klub untuk kader yang dibina di klub tersebut.
Selama training camp ini, semua tingkatan atlet menjalani proram yang sama. Yang diberikan beberapa pelatih federasi atletik tingkat negara bagian, dibagi atas beberapa kelompok
berdasarkan umur dan melakukannya dalam sebuah sirkuit kegiatan. Training Camp ini sepenuhnya dibiayai oleh Federasi Atletik Negara Bagian Schleswig Holzstein-SHLV, didukung sponsor yang cukup memadai. Para kader atlet tersebut sangat disiplin dalam menjalankan program latihan tersebut. Pada akhir pelatihan mereka wajib mengisi sebuah formulir yang berintikan cita-cita mereka untuk tahun 2009, berjanji pada diri sendiri untuk lebih breprestasi. Lembar ini disimpan sendiri dan satu kopie disampaikan kepada federasi atletik negara bagian, untuk dipakai sebagai bahan evaluasi perseorangan untuk season mendatang.
Pokok penting dari pertemuan bulanan memasuki musim dingin dapat disimpulkan sebagai berikut:
Penyegaran cara palatihan persiapan umum
Kebersamaan kader atlet federasi yang bersangkutan
Pengambangan motivasi atlet dan pelatih
Mengingatkan hak dan tanggun jawab atlet sebagai kader masa depan
Informasi kegiatan untuk season mendatang
Kader atlet di Jerman
Kaderisasi atlet merupakan bagian sangat penting dalam menjaga keberlanjutan tersedianya atlet di Jerman dari waktu ke waktu. Secara umum di Jerman tingkatan kader atlet terbagi atas 6 tingkatan, yaitu :
Kader A > atlet kelas dunia
Kader B untuk atlet kelas internasional, pernah mencapai prestasi pada kejuaraan eropa ataupun antar negara lainnya
Kader C atlet tingkat nasional
Kader C/D adalah atlet klub yang berpotensi menjadi atlet nasional
kader D adalah atlet klub yang berdasarkan penilaian pelatih negara bagian berpotensi untuk dikembangkan oleh klub lebih jauh
Kader E adalah calon atlet hasil "talent scouting"
Setiap kader ini mempunyai cara pembinaan yang berbeda, dilihat dari tanggung jawab organisasi pembina. Pembinaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
Untuk Kader A, sebagai atlet profesional, selain mendapat dukungan sponsor juga mereka secara khusus mendapat bantuan dari Kementerian Dalam Negeri negara federal, karena biaya untuk "pemeliharaan" mareka sangat tinggi. Hal ini dimungkinkan karena mereka juga menjadi subyek dari promosi membawakan nama negara di dunia internasional. Sebagaimana ditentukan dalan kesepakatan negara federal, urusan kebudayaan, termasuk olahraga adalah urusan negara bagian, terkecuali untuk olahragawan yang telah mencapai tingkat kelas dunia, pengelolaannya menjadi tanggung jawab negara federal.
Kader B dan C dibina oleh DOSB (German Olympic and Sport Organization) yang merupakan lembaga sentral non pemerintah di tingkat federal, mempunyai otonomi untuk membina olahraga/atlet nasional. Lembaga non pemerintah ini semacam gabungan antara Komite Olimpiade dan Komite Olahraga Nasional. Pembinaan ini dibantu oleh federasi cabor yang terkait pada negara bagian
Atlet kader C/D, kader D dan E merupakan subyek pembinaan klub yang menangani, namun mendapatkan bantuan dan pengaraan secara rutin dari federasi olahraga negara bagian.
Sebagai atlet yang sudah masuk di dalam daftar kader kader pembinaan federasi olahraga tingkat negara bagian maka ada hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Hak dan kewajiban ini bisa digambarkan sebagai berikut:
Mendapatkan bantuan pendanaan mengikuti Training Camp untuk peningkatan prestasi pada beberapa Pusat Pengembangan Prestasi di beberapa kota seperti: Malente, Segeberg, Hamburg sebanyak 5 kali, juga untuk pelatihan di tingkat nasional di Mannheim yang dikelola DLV
Bantuan pendanaan untuk transport latihan khusus untuk juara 1 s/d 3 tingkat nasiional (dibatasi karena situasi keuangan)
Bantuan untuk mengikuti 2 kejuaraan nasional khusus bagi junior ke bawah (sebelum 20 tahun > kader A sampai D) di Bernhausen dan Ratingen
Bantuan mengikuti 2 kali kejuaraan kualifikasi untuk kelompok umur 20 tahun dan 18 tahun
Pemeriksaan Sportmedicine setahun sekali di pusat penelitian olahraga kedokteran di Kiel
Ikut serta dalam setiap pendidikan kader atlet
Mendapatkan pembimbingan khusus oleh pelatih tingkat nasional yang diadakan
Bantuan keuangan bagi Top Atlet kader B sampai D/C beserta pelatihnya yang menduduki rangking 1 s/d 6 pada kejuaraan internasional
Bantuan keuangan bagi perkumpulan yang mempunyai atlet untuk kader B sampai D/C
Pembimbingan dan layanan Fisioterapi saat mengikuti pelatihan khusus dan pertandingan
Bantuan untuk mendapatkan pelatih regional atau lokal
Lebih banyak mengikuti kejuaraan internasional bagi yang dipersiapkan/diharapkan bisa mengikuti Olympiade 2012 di London
Disisi lain mereka yang sudah masuk di dalam daftar pengkaderan tersebut mempunyai kewajiban untuk:
Mengikuti aturan yang ditetapkan pada pelatihan Training Camp
Segera mejawab untuk undangan mengikuti pelatihan maupun pertandingan pilihan
Memberitahukan segera adanya kegiatan pelatihan ataupun pertandingan kepada pelatih dan perkumpulan yang ditetapkan SHLV
Selalu mengadakan kontak (untuk kader C dan C/D) dengan pelatih kepala negara bagian secara teratur setiap 3 minggu dengan sepengetahuan pelatih lokal/klub
Segera melapor apabila terjadi cedera atau sakit pada setiap pelatih kepala di negera bagian
Wajib mengikuti pertandingan Tingkat nasional/tingkat Regional maupun tingkat negara bagian bila telah menerima undangan kualifikasi
Harus bersikap santun pada setiap pelatihan dan pertandingan ataupun lomba
Membuat catatan latihan harian dan memperhatikan pada pelatih kepala bila diminta
Melakukan latihan sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh DLV maupun yang telah disetujui pelatih kepala
Harus menyampaikan hasil pertandingan yang direncanakan secara pribadi kepada pelatih kepala
Minimal mengikuti 5 pelatihan/Trainin Camp di Malente atau Segegerg dari November sampai Februari (khusus bagi atlet yang tinggal lebih dari 60 km dari tempat pelatihan
Selalu bersikap serta berfikir fokus kepada kepentingan peningkatan prestasi
Menandatangani perjanjian dengan Federasi Atletik Negara bagian
Menandatangani perjanjian untuk tidak memakai bahan doping
BDS